Meski lapar, mereka tetap memberikan makanan berbuka kepada orang-orang miskin, yatim, dan tertawan. Ganjaran bagi mereka yang membaca ayat ini adalah berteman dengan Nabi Muhammad ﷺ di akhirat
Ummu Khaizuran
#SahabatSurgaCintaQuran
WacanaMuslim-Surat ini masyhur dengan nama Al-Insan, Hal Ata, dan Ad-Dahr, karena ketiga kata ini disebut pada ayat pertama surah ini. Selain itu, surat ini juga dinamakan sebagai Al-Abrar (orang-orang yang baik) karena kata ini ada di ayat ke-5.
Surat Al-Insan termasuk surat Madaniyah dan berada di urutan ke-98 surah-surah yang turun kepada Nabi Muhammad saw. Pada mushaf sekarang, surat ini merupakan surat ke-76 dan berada di juz 29.
Surat Al-Insan berbicara tentang penciptaan manusia, hidayah kepada manusia, sifat-sifat orang-orang dermawan, nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada mereka, dan pentingnya Al-Quran. Ayat ke-8 surah ini, yang dikenal dengan nama Ayat Ith’am, menggambarkan Imam Ali as, Fatimah az-Zahra sa, Hasanain, dan pelayan mereka Fiddha yang melaksanakan puasa selama tiga hari berturut-turut. Meski lapar, mereka tetap memberikan makanan berbuka kepada orang-orang miskin, yatim, dan tertawan. Ganjaran bagi mereka yang membaca ayat ini adalah berteman dengan Nabi Muhammad saw di akhirat
Adapun Ayat ke-2 dari surat ini memiliki makna yang mendalam dan relevan untuk kehidupan kita. Mari kita telaah bersama:
Ayat Al-Insan 2
“إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًا بَصِيْرًا”
Terjemahan:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan) sehingga menjadikannya dapat mendengar dan melihat.
Ayat ini mengandung beberapa pesan penting:
- Kuasa Allah: Ayat ini mengingatkan kita tentang kekuasaan Allah sebagai Pencipta segala sesuatu. Manusia tercipta dari setetes mani yang bercampur, yaitu dari sperma laki-laki dan indung telur perempuan.
- Ujian Kehidupan: Kehidupan adalah ujian bagi manusia. Allah menguji kita dengan berbagai perintah dan larangan. Kita harus berusaha mendengar dan melihat dengan baik agar bisa memahami dan mengambil hikmah dari setiap ujian.
- Syukur: Manusia diberi nikmat pendengaran dan penglihatan. Kita harus bersyukur atas nikmat ini dan menggunakannya dengan bijaksana.
.Ayat ke-2 dari surat Al-Insan ini menyiratkan beberapa pelajaran yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:
- Mendengar dengan Baik: Seperti pendengaran yang diberikan kepada manusia, kita harus mendengarkan dengan baik. Mendengarkan nasihat, ilmu, dan petunjuk yang baik adalah klangenan yang penting dalam mengambil keputusan dan berinteraksi dengan orang lain.
- Melihat dengan Bijaksana: Manusia diberi nikmat penglihatan. Kita harus memahami tanda-tanda kehidupan, mengambil hikmah dari pengalaman, dan melihat kebaikan di sekitar kita. Melihat dengan bijaksana membantu kita mengambil keputusan yang lebih baik.
- Syukur atas Nikmat: Ayat ini mengingatkan kita untuk bersyukur atas nikmat pendengaran dan penglihatan yang diberikan Allah. Dengan bersyukur, kita akan lebih menghargai dan memanfaatkan nikmat ini dengan bijaksana.
- Ujian Kehidupan: Kehidupan adalah ujian bagi manusia. Allah menguji kita dengan berbagai perintah dan larangan. Oleh karena itu, kita harus berusaha mendengar dan melihat dengan baik agar bisa memahami dan mengambil hikmah dari setiap ujian.
Dalam praktiknya, kita bisa:
- Mendengar dengan Teliti: Mendengarkan nasihat dari orang tua, guru, dan teman yang baik.
- Melihat dengan Penuh Perhatian: Memahami situasi sekitar kita, mengamati tanda-tanda, dan mengambil keputusan yang bijaksana.
Semoga kita selalu berusaha mendengar dan melihat dengan baik, serta mengambil hikmah dari setiap ujian yang Allah berikan. Setiap ujian senang maupun susah, keduanya berasal dari Allah Swt. Jadilah seorang hamba yang indah lakunya, ia bersabar saat ujian susah melanda, dan tak hentinya bersyukur atas ujian senang yang dititipkan. []

