Islam menekankan pentingnya memberikan jaminan kesejahteraan bagi para pencari nafkah. Konsep ini tercermin dalam berbagai ajaran Islam yang menekankan perlunya adil dalam memberikan upah, menyediakan perlindungan sosial bagi yang membutuhkan, dan menghindari eksploitasi dalam hubungan ekonomi.
Oleh:Hanny N.
WacanaMuslim-Viral di media sosial video ibu berbaju oren dan biru melakukan hal tidak senonoh kepada anaknya yang masih kecil. Netizen pun dibuat geram karenanya. Kedua ibu tersebut sudah diamankan oleh pihak kepolisian.
Pelecehan Anak, Kenapa Berulang ?
Pelecehan anak bukan baru kali ini terjadi, sudah berulang kali terjadi di negeri ini. Ini tindakan yang sangat tidak dapat diterima apapun alasannya. Sebagaimana pihak kepolisian menyatakan kedua ibu tersebut melecehkan anaknya sendiri karena motif ekonomi.
Fenomena di mana ibu muda membuat video vulgar melalui media sosial merupakan tindakan yang sangat tidak pantas dan merugikan, terutama mengingat dampaknya pada anak-anak dan masyarakat pada umumnya. Tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya, tetapi juga dapat merusak kesejahteraan anak-anak dengan mengekspos mereka pada konten yang tidak sesuai dengan usia dan perkembangan mereka.
Ini menyoroti pentingnya kesadaran akan penggunaan yang bertanggung jawab dari media sosial, terutama di kalangan orang tua. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik kepada anak-anak mereka, termasuk dalam hal perilaku online. Melakukan tindakan yang tidak pantas dan merugikan di media sosial dapat membentuk persepsi yang salah pada anak-anak tentang apa yang diterima dan benar dalam masyarakat.
Selain itu, platform media sosial juga memiliki peran penting dalam mengatur konten yang dipublikasikan oleh penggunanya. Mereka harus bertanggung jawab untuk menegakkan kebijakan yang melarang konten yang tidak pantas atau merugikan, terutama yang melibatkan eksploitasi atau penyalahgunaan anak-anak.
Penting bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif dari tindakan semacam ini dan untuk mempromosikan penggunaan yang bertanggung jawab dari media sosial, terutama di kalangan orang tua dan mereka yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan anak-anak.
Kapitalisme Menggerus Fitrah Ibu
Inilah potret buruk kapitalisme. Kapitalisme mengutamakan keuntungan atas segalanya. Paham ini dapat merusak fitrah ibu untuk melindungi anak-anaknya. Perilaku pelecehan anak tidak hanya merusak secara fisik dan emosional bagi korban, tetapi juga mengganggu rasa aman dan kepercayaan yang seharusnya dirasakan oleh anak-anak di sekitarnya.
Kapitalisme menciptakan budaya yang menekankan pada keuntungan dan konsumsi, bahkan jika itu berarti menempatkan kepentingan finansial di atas kesejahteraan dan perlindungan anak-anak. Padahal, fitrah alami seorang ibu adalah untuk melindungi dan merawat anak-anaknya, tetapi tekanan ekonomi dan budaya yang dipengaruhi oleh kapitalisme dapat membingungkan dan bahkan menghambat kemampuan ibu untuk melaksanakan peran ini.
Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengakui dampak negatif kapitalisme yang tidak terkendali dan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan perlindungan anak-anak. Ini termasuk membangun sistem ekonomi yang lebih adil dan berkelanjutan, serta mendukung keluarga dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan anak-anak mereka.
Maraknya pelecehan anak mencerminkan banyak aspek yang kompleks dalam masyarakat dan sistem pendidikan. Pertama, adanya kegagalan dalam sistem pendidikan dalam mencetak individu yang memiliki kepribadian Islam dan siap mengemban amanah sebagai ibu. Pendidikan seharusnya tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan akademis, tetapi juga membentuk karakter dan nilai-nilai yang kuat, termasuk kesadaran akan tanggung jawab moral dan sosial.
Di sisi lain, lemahnya negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat juga turut berperan dalam peristiwa ini. Ketika kebutuhan dasar seperti ekonomi dan kesejahteraan tidak terpenuhi dengan baik, beberapa individu tergoda untuk melakukan tindakan yang tidak pantas demi memenuhi kebutuhan mereka. Ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam sistem ekonomi dan kesejahteraan sosial untuk mencegah masyarakat terjebak dalam situasi ekonomi yang sulit.
Pendidikan keluarga yang didasarkan pada sekularisme juga dapat menyebabkan ibu kehilangan fitrah. Ketika nilai-nilai agama dan moral diabaikan dalam pendidikan keluarga, uang dan keuntungan materi seringkali diutamakan di atas segalanya. Ini dapat menyebabkan individu kehilangan pandangan tentang nilai-nilai yang sebenarnya penting dalam kehidupan, seperti kebahagiaan keluarga dan kepuasan spiritual.
Dalam menghadapi masalah ini, penting bagi masyarakat untuk bekerja sama dalam memperbaiki sistem pendidikan, memperkuat nilai-nilai agama dan moral dalam keluarga, serta meningkatkan upaya untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan. Dengan demikian, kita dapat mencegah peristiwa semacam ini terulang di masa depan dan membangun masyarakat yang lebih baik secara keseluruhan.
Islam Menyelamatkan Ibu dan Anak
Islam memiliki sistem pendidikan yang kuat dan holistik yang bertujuan untuk menyiapkan individu agar berperan sesuai dengan fitrahnya. Pendidikan dalam Islam tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, moralitas, dan kesadaran spiritual. Dalam konteks keluarga, pendidikan juga didasarkan pada ketakwaan, di mana nilai-nilai agama dan kepatuhan kepada ajaran Islam menjadi fokus utama dalam pembentukan pribadi anak-anak.
Selain itu, Islam juga memiliki sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan. Salah satu prinsip utama dalam ekonomi Islam adalah konsep zakat, yang mewajibkan individu untuk memberikan sebagian dari kekayaan mereka kepada yang membutuhkan. Selain itu, Islam juga mendorong praktik-praktik lain seperti infaq (sumbangan sukarela) dan sedekah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
Islam menekankan pentingnya memberikan jaminan kesejahteraan bagi para pencari nafkah. Konsep ini tercermin dalam berbagai ajaran Islam yang menekankan perlunya adil dalam memberikan upah, menyediakan perlindungan sosial bagi yang membutuhkan, dan menghindari eksploitasi dalam hubungan ekonomi.
Dengan demikian, Islam menawarkan kerangka kerja yang komprehensif dan berkelanjutan untuk pendidikan dan ekonomi, yang mendorong keseimbangan antara kepentingan material dan spiritual, serta mempromosikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini secara konsisten, kita dapat membangun masyarakat yang lebih adil, berkeadilan, dan berdaya pada nilai-nilai manusia yang tinggi.
Penerapan Islam pun sudah terbukti kegemilangannya. Saatnya kini kita kembali menerapkan Islam sebagai sistem dalam setiap sendi kehidupan kita.
Wallahua’lam bish shawab []
Sumber Foto : Canva

