Tes Kehamilan Usai Liburan Sekolah

Bagikan Artikel ini

Opini oleh : Ruri Kusdiyanti
(Pengamat Gen Z)

Terkait kasus video viral yang menunjukkan tes kehamilan terhadap siswi SMA di Kabupaten Cianjur, Dinas Pendidikan Jawa Barat mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam bermedia sosial, terutama bagi guru (KOMPAS.COM, 25-01-2025)

Video tersebut memperlihatkan sejumlah siswi sedang bergantian melakukan pemeriksaan menggunakan alat tes kehamilan (test pack) di kamar mandi dan dipantau oleh guru perempuan. Kegiatan ini dilakukan setelah liburan sekolah untuk memastikan bahwa para siswi dalam keadaan tidak hamil karena pergaulan bebas.

Kegiatan tersebut dilakukan 2 tahun ini setelah kejadian dimana ada salah satu siswi yang hamil akibat pergaulan bebas setelah liburan sekolah. Hal tersebut mendapat tanggapan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat, Nonong Winarni. Beliau menyayangkan adanya pembuatan konten atas kegiatan tersebut oleh seorang guru, yang di mana seorang guru mempunyai batasan-batasan dalam bermedia sosial dan guru tidak boleh membuat konten sembarangan yang melibatkan siswa kecuali tentang kegiatan sekolah yang terbuka dan presasi siswa.

Bukan hanya Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jawa Barat yang memberi tanggapan, nyatanya setelah video tersebut viral, ternyata banyak netizen yang memberi reaksi pro dan kontra.

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan tersebut menunjukkan sesat pikir dalam menghadapi rusaknya pergaulan remaja hari ini. Upaya pencegahan bukan dengan melakukan tes kehamilan, apalagi dalam melakukan seks bebas tidak selalu terjadi kehamilan. Belum lagi dari hanya sisi perempuan yang diperiksa, padahal hari ini remaja laki-laki juga sama rusaknya.

Langkah ini jelas tidak efektif dalam mencegah kehamilan remaja. Apalagi, ada berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku pergaulan remaja saat ini. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya menyeluruh yang menangani akar masalah, yaitu adanya sistem kehidupan sekular kapitalisme yang mendorong remaja untuk mengikuti dorongan nafsu dan mengutamakan kesenangan fisik, tanpa memperhatikan batasan halal dan haram.

BACA JUGA : Potret Dunia Pendidikan di Negeriku

Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk aturan dalam pergaulan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kemuliaan manusia dan kelangsungan hidup.

Sistem pendidikan Islam yang berlandaskan akidah Islam akan menghasilkan generasi yang berkualitas, berkepribadian islami, dan memahami prinsip-prinsip pergaulan yang diajarkan Islam. Pemahaman ini akan menjaga generasi tersebut agar tetap taat dan terhindar dari perbuatan haram, termasuk pergaulan bebas. Selain itu, mereka juga akan terlindungi dari pemikiran yang menyimpang seperti pergaulan bebas dan konsep hak asasi manusia yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Dengan penerapan sistem Islam secara menyeluruh, pergaulan generasi akan lebih terjaga, sehingga terhindar dari pergaulan bebas dan berbagai bentuk kerusakan moral. Keimanan yang kuat akan membimbing mereka dalam ketaatan dan menjauhkan dari perilaku maksiat. Pengawasan masyarakat serta penerapan sanksi Islam yang tegas akan melindungi generasi dari pemikiran yang menyimpang dan perbuatan yang merusak. Kehadiran negara dengan sistem seperti ini akan mencegah generasi dari kehancuran moral. Wallahu a’lam.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *