Permasalahan di Gaza adalah permasalahan kaum muslim dan hanya bisa diselesaikan dengan aturan Islam.
Oleh : Egia A M
WacanaMuslim-Kebiadaban Israel kembali berlanjut. Serangan brutal Israel di wilayah Gaza, khususnya Rafah, semakin membuka mata dunia. Setidaknya hampir 36.400 warga Palestina di Gaza terbunuh akibat serangan brutal Israel yang telah berlangsung sejak 8 bulan yang lalu. Sebagian besar korban terbunuh adalah perempuan dan anak-anak.
Baru-baru ini, Israel melancarkan serangan di Kota Rafah, wilayah paling selatan Gaza. Serangan Israel atas Rafah dinilai sebagai serangan biadab mengingat Rafah merupakan daerah terakhir yang menampung setidaknya 1,5 juta warga Gaza.
Selain melakukan serangan brutal, Zionis Yahudi juga memblokade bantuan kemanusiaan dan menyerang berbagai suplay logistik untuk warga Gaza. Demikianlah kebiadaban Israel dalam melakukan siasat keji genosida terhadap warga Gaza, bukan hanya membunuh, mereka juga membiarkan warga Gaza kelaparan dan kekurangan fasilitas medis.
All Eyes on Rafah
Di tengah kebiadaban Zionis Yahudi, mata dunia mulai terbelalak. Tagar All Eyes on Rafah sempat trending di media sosial bahkan diunggah lebih dari 40 juta akun Instagram. Tagar ini menjadi bukti kecaman warga dunia atas tindakan keji militer Israel yang tidak manusiawi.
Bukan hanya ramai di media sosial, berbagai aksi demonstrasi mengecam agresi Zionis Yahudi juga berlangsung di berbagai negara. Beberapa waktu lalu, ribuan mahasiswa di Amerika Serikat melangsungkan demonstrasi mengutuk kejahatan Zionis. Dalam aksi tersebut, para pendemo juga menyerukan ‘Free Palestine’.
Bukan hanya Amerika, aksi-aksi demonstrasi juga berlangsung di berbagai negeri di Eropa seperti Jerman, Perancis, dan Inggris, serta negeri-negeri Asia seperti Jepang dan Korea Selatan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia sudah muak dengan Israel, kebencian atas kelakuan Zionis Yahudi juga semakin meluas. Namun, besarnya gelombang protes belum mampu melumpuhkan militer Israel yang masih melangsungkan serangan brutalnya.
Jalan Keluar
Serapuh sarang laba-laba. Itulah analogi yang tepat untuk menggambarkan negara Zionis Yahudi. Israel bukan negara besar sebagaimana yang dihembuskan Barat maupun para pemimpin Arab. Allah SWT dalam surat Ali Imran berfirman:
وَمَكَرُوْا وَمَكَرَ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمٰكِرِيْنَ
“Mereka (kaum kafir) membuat tipu daya. Allah pun membalas tipu daya mereka. Allah adalah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (TQS Ali Imran [3]: 54).
Kerapuhan militer Zionis terlihat dari kekalahan fisik maupun mental. Militer Israel melaporkan bahwa 1.122 tank lapis baja mereka rusak berat, 980 unit tank Merkava dan 134 buldoser mereka juga hancur. Total kerugian sektor darat mencapai 1.833 unit. Di sektor udara berjumlah 83 unit; terdiri dari 4 helikopter, 45 drone, drone pengintai atau serang, dan 34 drone lainnya.
Tentara Zionis yang tewas dan terluka juga mencapai 3.600 personil. Sebanyak 2.000 anggota juga dilaporkan mengalami gangguan jiwa.
Selain itu, serangan Zionis Yahudi ke Rafah berpotensi menghilangkan dukungan Amerika Serikat. Presiden Joe Biden bahkan mengancam tidak akan lagi mengirimkan bantuan sejata kepada Israel. Langkah ini dilakukan Biden karena takut kehilangan suara pada Pemilu November nanti.
Solusi untuk Gaza
Sejatinya solusi penyelesaian krisis Gaza ada di tangan umat Islam. Sayangnya saat ini penguasa muslim masih dipertanyakan upayanya dalam menyelesaikan krisis Gaza.
Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Rafah, masih menutup rapat-rapat perbatasan dan meninggikan tembok penghalang dengan Gaza sehingga warganya tidak bisa melihat dan memberikan pertolongan. Sementara sejumlah penguasa Arab masih melakukan perdagangan dengan negara Zionis. Berharap pada PBB juga tidak akan menyelesaikan krisis Gaza. Hal ini mengingat PBB turut berperan atas lahirnya Israel di tanah Palestina.
Krisis Gaza tidak akan berakhir hingga para penguasa muslim masih menjadi alas kaki kepentingan barat dan masih terdikte sistem sekuler-kapitalisme yang diemban negara adidaya.
Permasalahan di Gaza adalah permasalahan kaum muslim dan hanya bisa diselesaikan dengan aturan Islam. Umat Islam harus getol memahami Islam serta menyuarakan persatuan umat di bawah otoritas Islam yang menegakkan syariat Islam. Otoritas inilah yang akan mengirimkan pasukan untuk melancarkan jihad fi sabilillah untuk menolong Gaza dan mengusir entitas Zionis Yahudi dari tanah Palestina. []

