BoP sebenarnya bukanlah alat atau media untuk membebaskan Palestina sebab pada faktanya Palestina bahkan tidak dilibatkan dalam perumusan agenda, BoP lebih tampak sebagai alat geopolitik dan ekonomi Amerika Serikat.
Oleh: Esnaini Sholikhah,S.Pd
(Penulis dan Pengamat Kebijakan Sosial)
WacanaMuslim-Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang digagas oleh Donald Trump (awal 2026) memicu perdebatan mengenai penyesatan opini publik, di mana narasi dukungan perdamaian digunakan untuk menutupi potensi kepentingan geopolitik lain. BoP dipromosikan sebagai langkah stabilisasi dan rehabilitasi Gaza, namun dikritik sebagai alat pengamanan kepentingan Israel dan normalisasi ketidakadilan. Kondisi Gaza kini tetap dalam kehancuran, kelaparan, ratusan ribu hidup di tenda pengungsian dan pendidikan terhenti. Di Tepi Barat tindak kekerasan, pembunuhan, penembakan dan penggusuran terus terjadi baik oleh tentara IDF maupun oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina. Pembentukan NCAG (National Committee for the Administration of Gaza) beranggotakan 15 teknokrat Gaza. NCAG akan mengawasi proses pelucutan senjata, mempertahankan satu hukum dan satu rantai komando, serta mengintegrasikan atau membubarkan semua kelompok bersenjata setelah melalui proses verifikasi yang ketat.
Narasi “Perdamaian” sebagai Kedok, Pemerintah Indonesia menyatakan keikutsertaan dalam BoP adalah komitmen untuk perdamaian Palestina. Namun, kritik menyebut ini sebagai “perdamaian semu” yang justru mengkhianati perjuangan Palestina. Krisis yang terus terjadi di Gaza dan Tepi Barat akibat ulah Israel yang ratusan kali melanggar perjanjian damai. Warga Palestina skeptis terhadap BoP buatan Trump, karena selama ini AS selalu berpihak pada Israel dalam kebijakan politik dan militer, bahkan menggunakan hak veto di PBB untuk membela Israel.
BoP sebagai Rencana As (Trump), pengamat menilai BoP didirikan untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi Amerika Serikat serta Israel, bukan untuk membebaskan Palestina dari pendudukan. AS (Trump) dan Israel akan menggunakan BoP untuk legitimasi pembersihan etnis, genosida dan perampasan tanah Palestina. Bahkan BoP (Trump) memanfaatkan penguasa negeri-negeri muslim untuk melegitimasi dan mendukung rencana jahat AS dan Israel mewujudkan New Gaza.
Pembentukan NCAG bukan mewakili kepentingan Palestina tapi bagian dari BoP. Ini adalah upaya penyesatan Opini. BoP didirikan tanpa melibatkan perwakilan Palestina secara langsung, sehingga narasi bahwa organisasi ini didirikan untuk kepentingan mereka dianggap menyesatkan.
BoP sebenarnya bukanlah alat atau media untuk membebaskan Palestina. Sebab pada faktanya Palestina bahkan tidak dilibatkan dalam perumusan agenda. BoP lebih tampak sebagai alat geopolitik dan ekonomi Amerika Serikat.Donald Trump secara terbuka memiliki visi untuk menguasai Gaza, mengosongkan wilayah tersebut dari penduduk aslinya, lalu membangun “Gaza Baru” berupa kawasan ekonomi modern berisi gedung pencakar langit, wisata pantai, pelabuhan internasional, bandara, dan apartemen mewah. Proyek ini bukan tentang perdamaian, melainkan tentang kapitalisasi wilayah Palestina setelah rakyatnya disingkirkan.
Islam menegaskan bahwa keadilan adalah syarat utama perdamaian. Tanpa keadilan, perdamaian hanya menjadi alat untuk melanggengkan kezaliman. Karena itu, Palestina tidak membutuhkan BoP atau rencana-rencana yang disusun oleh negara adidaya yang sejak awal berpihak pada penjajah. Yang dibutuhkan Palestina adalah penghentian pendudukan dan pemulihan hak-hak dasarnya sebagai bangsa yang merdeka. Islam juga mengajarkan bahwa umat tidak boleh menjalin kerjasama politik yang menguatkan pihak-pihak yang secara nyata menzalimi kaum Muslim. Ketika sebuah lembaga internasional dikendalikan oleh kekuatan yang mendukung penjajahan dan kekerasan, maka bergabung di dalamnya tanpa sikap korektif yang tegas berarti ikut melegitimasi kezaliman tersebut.
Dalam QS.Al Maidah :82 Allah SWT berfirman:
۞ لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ وَلَتَجِدَنَّ اَقْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَالُوْٓا اِنَّا نَصٰرٰىۗ ذٰلِكَ بِاَنَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَانًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ ٨٢
“Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Pasti akan engkau dapati pula orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani. Hal itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan rahib, juga karena mereka tidak menyombongkan diri.”
Ayat ini menegaskan bahwa perdamaian bagi Israel hanyalah janji yang terus akan dilanggar. Kaum muslimin tidak boleh percaya, apalagi mendukung perdamaian dengan Israel, karena mereka sangat memusuhi Islam.
Allah SWT juga berfirman dalam QS.Al-Ma’idah · Ayat 64
Aa
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ يَدُ اللّٰهِ مَغْلُوْلَةٌۗ غُلَّتْ اَيْدِيْهِمْ وَلُعِنُوْا بِمَا قَالُوْاۘ بَلْ يَدٰهُ مَبْسُوْطَتٰنِۙ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاۤءُۗ وَلَيَزِيْدَنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ مَّآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ طُغْيَانًا وَّكُفْرًاۗ وَاَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِۗ كُلَّمَآ اَوْقَدُوْا نَارًا لِّلْحَرْبِ اَطْفَاَهَا اللّٰهُۙ وَيَسْعَوْنَ فِى الْاَرْضِ فَسَادًاۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ ٦٤
“Orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu (kikir).” Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu. Mereka dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan. Sebaliknya, kedua tangan-Nya terbuka (Maha Pemurah). Dia memberi rezeki sebagaimana Dia kehendaki. (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekufuran bagi kebanyakan mereka. Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari Kiamat. Setiap kali mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya. Mereka berusaha (menimbulkan) kerusakan di bumi. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Allah sudah menjelaskan bahwa (AS dan Israel) jelas negara kafir yang bersekutu untuk menguasai dunia dengan cara penjajahan politik, ekonomi maupun militer. Haram bagi umat Islam untuk bergantung apalagi mendukung persekutuan dan solusi yang ditawarkan mereka. Mereka kaum yang suka berbuat kerusakan.
Umat harus bersatu melawan penjajahan Israel dan membebaskan Palestina. Membuka mata umat untuk melihat bahaya pengkhianatan penguasa negeri2 muslim, ketika mereka memilih bersekutu dengan BoP buatan AS (Trump) dimana Israel juga menjadi anggotanya. Mengajak umat membangun kekuatan Islam global dengan bersatu dan menegakkan kembali Khilafah rasyidah untuk melawan dominasi penjajahan AS dan Israel.
Kebutuhan akan jihad dan Khilafah sebagai solusi paripurna bagi Palestina semakin mendesak dan nyata. Kewajiban kita dalam upaya membebaskan Palestina dari penjajahan dan penderitaan adalah dengan terus menyuarakan solusi paripurna ini. Dakwah yang berpengaruh harus terus diperjuangkan agar mampu mengubah pemikiran serta membersihkan pemahaman umat dari ideologi sekuler kapitalisme hingga terbentuk pemahaman Islam yang benar dan kaffah. Tegaknya khilafah harus dipahami umat sebagai satu-satunya jalan mengembalikan kekuatan, persatuan, dan kekuasaan Islam yang membutuhkan penerapan syariat Islam kafah. Upaya berkelanjutan melalui pembinaan intensif secara personal dan komunal yang dilakukan kelompok dakwah yang lurus dan ideologis merupakan hal yang dibutuhkan saat ini agar umat memiliki pemahaman yang sama bahwa solusi hakiki dan nyata bagi Palestina adalah jihad dan Khilafah.
Bergabung dengan BoP bukan sekadar keputusan administratif atau diplomatik. Ia adalah sikap politik yang membawa konsekuensi moral besar. Ketika BoP dikendalikan oleh kekuatan yang ingin menghapus Palestina dari peta sejarah, maka keikutsertaan di dalamnya adalah bentuk pengkhianatan terhadap Muslim Palestina. Sejarah akan mencatat bukan hanya siapa yang berbicara tentang perdamaian, tetapi siapa yang berani mewujudkannya. Dan perdamaian hakiki hanya akan terwujud jika Islam diterapkan secara kaffah dalam kehidupan dalam bingkai sebuah negara.Wallahu’alam bishshawwab[] Sumber Foto : Canva

