Pentingnya Adab Dalam Kehidupan Anak

Bagikan Artikel ini

Dari Abu Hurairah ra. Beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya mengenai sebab terbanyak membuat orang masuk surga, beliau menjawab,” takwa kepada allah dan akhlak yang bagus”. ( HR.Tirmidzi)


Oleh: Rahayu

WacanaMuslim-Perlu kita ketahui bahwa makna Adab secara bahasa adalah “addaba” yang berarti mendidik atau mengajar, sehingga adab sering diartikan sebagai pendidikan sopan santun. Lebih detailnya berarti norma aturan sopan santun, tata krama, kehalusan budi pekerti dan akhlak yang baik.

Mengapa kita harus memiliki adab atau akhlak yang baik, karena akhlak merupakan bagian dari syariat, juga bagian dari perintah Allah untuk berakhlak baik dan melarang untuk berakhlak buruk.

Ada kasus anak yang pindah sekolah karena dibully oleh teman-temannya, bahkan ada juga yang sampai putus sekolah gara-gara dibully teman kelasnya.

Apa itu bullying ? Yaitu mengejek temannya mengolok-olok atau memanggil temannya dengan panggilan yang buruk dan masih banyak lagi jenis-jenisnya. Anak tadi tidak mau sekolah lagi karena trauma, takut diperlakukan buruk diejek temannya.

Penyebab kasus bullying tadi, karena mereka tidak memiliki adab atau akhlak yang baik. Nah, selain menyebabkan bullying tadi akhlak yang buruk ini juga memiliki dampak buruk seperti,
kesulitan berinteraksi dengan orang lain,kurang rasa hormat terhadap orang lain, kesulitan dalam mendapatkan teman, pengaruh buruk pada masa depan, pengaruh buruk pada keluarga
dan masih banyak lagi.

Penyebab yang paling mendasar adalah karena aturan hari ini yang kapitalis sekuler dimana aturan agama dijauhkan dari kehidupan. Seharusnya pendidikan mengajarkan etika dan adab tapi hari ini justru terjadi krisis pendidikan dan niradab. Sehingga output anak didik tidak terbentuk kepribadian Islam.

Padahal Allah Swt memerintahkan kita semua agar setiap muslim wajib berusaha bersungguh sungguh untuk menghiasi dirinya dengan akhlak yang baik sesuai dengan perintah Allah.

Ternyata akhlak mulia juga menjadi salah satu jalan dan amalan yang bisa memasukkan seseorang ke dalam surga. Dari Abu Hurairah ra. Beliau berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya mengenai sebab terbanyak membuat orang masuk surga, beliau menjawab,” takwa kepada allah dan akhlak yang bagus”. ( HR.Tirmidzi)

Karena dengan takwa akan memperbaiki hubungan hamba dengan Allah Swt, sedang dengan akhlak mulia akan memperbaiki hubungan hamba dengan sesama manusia.

Seperti kasus diatas tadi, anak-anak yang tidak memiliki akhlak yang baik akhirnya saling membully, yang mengakibatkan temannya pindah sekolah dan bahkan ada yang sampai putus sekolah. Jangan sampai kita menjadi penyebab putusnya sekolah temen kita. Karena teman-teman kalian adalah saudara-saudara kalian, maka sayangilah mereka.

Menurut Ibnu Mubarok bahwa akhlak yang baik adalah, bermuka manis, gemar melakukan kebaikan, dan menahan diri dari menyakiti orang lain. Perlu diperhatikan adalah dalam berbicara yaitu, menjaga lisan dan luruskanlah lisan kita untuk berkata yang baik santun dan bermanfaat.

Santun dalam berbicara seperti, adab berbicara pada orang tua, kepada sesama teman, pilih kata-kata yang baik, berpikir sebelum berucap, jangan asal ucap. Agar tidak menimbulkan kesalah pahaman atau sakit hati orang lain. Hati-hati dalam bertindak, bisa saja tindakan kita menyulitkan atau menyakiti orang lain. Karena ucapan dan tindakan kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam.

Kemudian berkata yang bermanfaat seperti, memberi nasehat, berzikir.Dan menyebarkan kebaikan dengan mengajak kajian untuk belajar Islam agar dapat memperbaiki akhlak.

Ada beberapa cara untuk memperbaiki akhlak, yaitu dengan Niat karena Allah, karena Allah Swt memerintahkan kita untuk berusaha bersungguh-sungguh menghiasi dirinya dengan akhlak yang baik.

Memilih teman yang baik, karena teman sangat mempengaruhi dalam kehidupan dan perilaku kita. Seperti Sabda Nabi Saw “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi, penjual minyak wangi bisa memberimu minyak wangi atau kamu membeli darinya, atau setidaknya kamu akan mencium baunya yang harum. Sementara tukang pandai besi bisa membakar bajumu, atau setidaknya kamu akan mencium bau yang tidak sedap“.(HR.Bukhari dan Muslim)

Maksudnya, temen yang baik memberimu manfaat mendapatkan ilmu, hikmah, motivasi kebaikan, dan tercegah dari keburukan. Sedang temen yang buruk akan mempengaruhi pada akhlak yang buruk, mengajak pada kemaksiatan, sehingga di akhirat kelak akan menyesal.

Jadi memilih teman sangat penting karena agama dan akhlak seseorang akan dipengaruhi oleh teman dekatnya. Ungkapan “Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya, berakar dari hadits Nabi Shallalahu Alaihi Wasallam, Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang ia jadikan sebagai teman dekatnya” (HR.Abu Daud, Tirmidzi). Teman dekat berpengaruh besar terhadap kebiasaan, perilaku dan keimanan.

Kemudian mencari sosok tauladan yang benar, kejujurannya, amanah, kesabarannya, kepribadiannya, siapa teladan terbaik kita yaitu Rasullullah Shallallahu Alaihi Wasallam, sebagai idola kita, bukan yang lain seperti pemain sepak bola, kartun-kartun yang ada di TV.

Dan cara yang terakhir adalah memiliki target untuk selalu berkata benar, tidak berbohong, sabar dalam menghadapi kesulitan dengan tidak mudah marah. Ucapkan juga kata maaf jika berbuat salah, saat butuh bantuan ucapkan tolong, saat ditolong ucapkan terimakasih. Kita harus bersungguh-sungguh dalam memperbaiki akhlak, karena ini bagian dari perintah Allah Swt.

Betapa pentingnya seorang muslim untuk memiliki akhlak mulia bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saja yang dikenal sebagai seorang hamba yang memiliki akhlak mulia, Beliau senantiasa berdoa kepada Allah Swt agar diberikan ke istiqomahan dalam memperbaiki akhlak..

Doa Nabi Saw agar memiliki akhlak yang baik,
“Allahummahdini li ahsanil akhlaq, la yahdi li ahsaniha illa anta, washrif ‘anni sayyi-aha, la yashrifu ‘anni sayyi-aha illa anta”.

Artinya:, ya Allah, Tunjukilah padaku akhlak yang baik, tidak ada yang dapat menunjukinya kecuali Engkau dan palingkanlah kejelekan akhlak dariku tidak ada yang memalingkannya kecuali Engkau.
( HR. muslim )

Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari akhlak yang buruk dan di istiqomahkan dalam kebaikan.Wallahua’lam bishawwab.[] Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *