Derita Perempuan dan Anak-anak Palestina Tak Kunjung Berakhir

Bagikan Artikel ini

Semua Negara termasuk negeri muslim, masih tercengkram oleh kekuatan kapitalisme yang diprakarsai oleh Amerika, meraka tidak menolong muslim Gaza dengan kekuatan karena takut kepada tuannya

Oleh : Ummu AlFath-akmal

WacanaMuslim-Israel diyakini menggunakan senjata termal dan termobarik untuk membunuh ribuan warga di Jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak. Dalam laporan investigasi Al Jazeera berjudul “The Rest of the Story”, setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023.(CNN Indonesia, sabtu 14 February 2026). Fakta ini sangat menyayat hati bagi siapapun yang mendengarnya, tidak butuh label muslim untuk bersimpati, hanya butuh hati seorang manusia saja untuk turut merasakan kepedihan yang dirasakan oleh saudara muslim di Gaza Palestina.

Pasukan Israel terus menyerang Gaza meski sedang gencatan senjata. Yang banyak menjadi korban adalah para perempuan dan anak-anak, baik yang terluka bahkan kehilangan nyawa. Apalagi dengan senjata termal dan termobarik tersebut menjadikan jenazah dari para korban tidak dapat diberikan haknya selayaknya jenazah muslim yang lain, yaitu disucikankan, disholatkan dan dimakamkan. Bagaimana tidak, setelah penyerangan terjadi, menurut keterangan saksi, mereka tidak dapat menemukan para korban yang pada saat kejadian serangan itu mereka berada dilokasi. Kekejaman Israel semakin membabibuta setelah penandatangan BoP, seolah mereka mendapatkan suntikan dana segar dari tuannya yaitu Amerika, bagaimana tidak, dengan bergabungnya beberapa Negara di BoP, mereka harus menyerahkan dana skitar 16T, besar kemungkinan dana itu juga menjadi penyokong dari penyerangan tersebut.

Penyerangan Israel menggunakan senjata termobarik tersebut semakin menunjukkan kebiadaban modern dan tak berperikemanusiaan. Dari sini semakin jelas bahwa apa yang dilakukan oleh Israel adalah genosida, bukan perang biasa. Sayangnya dunia diam dengan seribu bahasa, PBB pun juga tidak bisa menghukum Israel sebagai penjahat perang, karena faktanya PBB bukan merupakan instrument keadilan tetapi hanya menjadi instrument kekuasann dan kekuatan Negara adidaya. Hal itu dibuktikan dengan adanya hak veto beberapa Negara besar, termasuk Negara adidaya Amerika, hak veto ini bisa menggagalkan kesepakan bulat yang sudah ditandatangani oleh sebagian besar anggota PBB.

Gempuran dan serangan yang dilakukan Israel sudah menyasar warga sipil, tak sedikit dari perempuan dan anak-anak. Walaupun dunia tahu hal ini adalah pelanggaran HAM, namun tak ada yang mampu menghentikan, dunia hanya sekedar mengecam, adapun empati dunia untuk mengirimkan bantuan makanan, obat dan bantuan yang lain, semua itu tidak bisa sampai ke Gaza dengan mudah dan lancar, tapi itu tergantung seberapa besar pintu Rafah dibuka, karena pintu Rafah pun dijaga ketat dan selalu diawasi oleh Israel. Akhirnya warga Gaza pun tetap dalam kondisi yang sangat meprihatikan, kesulitan sandang pangan dan papan, kesehatan apalagi keamanan yang sudah tidak dirasakan lagi oleh mereka.

Semua Negara termasuk negeri muslim, masih tercengkram oleh kekuatan kapitalisme yang diprakarsai oleh Amerika, meraka tidak menolong muslim Gaza dengan kekuatan karena takut kepada tuannya, karena pemimpin negeri muslim sekarang ini sudah terjangkiti penyakit Wahn, cinta dunia dan takut mati. Mereka lebih takut kepada Amerika dari pada takut kepada Alloh, mereka mengabaikan perintah Alloh. Padahal Allah telah menyatakan memalui lisan Rosulullah yang tercantum dalam sebuah hadist riwayat Imam Bhukhori, dari sahabat Abdullah bin Umar, rosulullah bersabda “Seorang muslim adalah saudara muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya(disakiti).”

Kejahatan yang dilakukan oleh Israel tak bisa ditolerir lagi apalagi diberikan solusi damai. Kerusakan yang dilakukan oleh mereka sudah melampaui batas dan harus segera dihentikan dengan jihad oleh tentara kaum muslimin. Karena hanya kholifah saja yang mampu mengomando tentanranya untuk menyerang Israel, karena tidak ada lagi Negara yang mampu mengirimkan tentaranya untuk menyelamatkan kaum muslim di Gaza, mereka dibiarkan berjuang sendiri melawan kebrutalan tentara Israel.
Memerangi Israel yang telah membantai kaum muslimin adalah sebuah kewajiban. Tidak boleh lagi ada upaya untuk berdamai, mengalah, apalagi memberikan jalan bagi Israel untuk menguasai negeri2 kaum muslimin diseluruh dunia termasuk Gaza Palestina

Hukum jihad tidak sekedar menjadi wacana saja, tapi harus dipahami dan diterapkan. Hal tersebut membutuhkan kesatuan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Dengan bersatunya kaum muslimin dibawah naungan daulah khilafah, kau muslimin tidak hanya bisa menyelamatkan kau muslim di Gaza, tapi diseluruh belahan dunia yang lain seperti muslim Rohingya di Myanmar, muslim uygur di Cina dan seluruh kaum muslim yang saat ini masih mengalami penderitaan akibat kebrutalan penguasa dzalim.
Atas dasar inilah tegaknya kepemimpinan Islam sangat dibutuhkan untuk menyatukan kekuatan kaum muslimin seluruh dunia. Oleh karena itu, perjuangan dalam rangka menegakkan sistem Islam dan kepemimpinan Islam sangat penting, bahkan disebut sebagai mahkota kewajiban, karena dengan tegaknya sistem islam dalam bingkai Khilafah seluruh hukum islam akan bisa diterapkan secara totalitas.
Waahahu ‘alam bis-showab[] Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *