Oleh : Irawati Tri Kurnia (Aktivis Muslimah)
WacanaMuslim-Bergolaknya demo pro Palestina yang dilakukan mahasiswa di banyak kampus di Amerika (www.cnnindonesia.com, Kamis 2 Mei 2024). Ini tentu membawa angin segar bagi perjuangan rakyat Palestina. Ternyata masih ada yang peduli terhadap kezaliman yang mereka. Ini memberikan beberapa catatan penting bagi umat Islam secara keseluruhan.
Demo ini sebetulnya bukan hal baru, sebagaimana demo serupa juga marak di sini. Tapi yang menjadikannya berbeda karena di AS ini marak terjadi di kampus-kampus yang merupakan representasi intelektualitas. Terjadi di 22 negara bagian AS dan pada kampus-kampus besar yang cukup ternama (www.cnnindonesia.com, Kamis 2 Mei 2024) (1). Selain marak terjadi di AS, juga marak di Eropa dan Timur Tengah. Mirisnya para pemimpin negara yang masih bersikukuh tidak mau mengambil sikap tegas untuk membela Palestina.
Telah tertangkap 25 orang pelaku demo pro Palestina di Universitas Virginia (UVA) AS, dengan dalih para pengunjuk rasa melanggar beberapa ketentuan universitas ((2). 25 orang ini adalah bagian dari 2.200 yang telah tertangkap (3). AS mengerahkan seluruh kepolisian untuk menangani demo ini. Kronologisnya diawali pada pertengahan bulan April di kampus Columbia University mereka melakukan demo, namun dibubarkan oleh polisi dengan sangat brutal. Bahkan seorang profesor perempuan saat itu diperlakukan dengan kasar.
Tuntutan para pendemo adalah divestasi, yaitu dicabutnya dana abadi kampus yang diinvestasikan. Menuntut pihak kampus untuk menghentikan segala macam bentuk kerjasama dengan Israel.
Upaya para mahasiswa AS ini menunjukkan bahwa jumlah suara itu sangat berarti untuk menyuarakan kebenaran. Mereka menunjukkan bahwa dengan ditangkapnya 2.200 orang mahasiswa, ini bukanlah jumlah yang sedikit. Jumlah banyak ini akan berpengaruh untuk memberikan tekanan pada politik internasional, khususnya kebijakan AS. Dan apa yang dilakukan mahasiswa AS ini juga seharusnya mampu menyebarkan semangat untuk berpikir kritis pada para mahasiwa di seluruh dunia, termasuk mahasiswa Indonesia. Sungguh dunia Islam menunggu kiprah mahasiswa Indonesia. Masyarakat sipil sudah banyak melakukan demo pro Palestina dan ini tidak cukup. Butuh upaya yang lebih maksimal lagi, agar suara kita didengar oleh para penguasa, karena biasanya mereka harus mendengar suara banyak orang baru bertindak.
BACA JUGA : Kasus Pembunuhan Sadis, Butuh Solusi Komprehensif
Demo-demo yang dilakukan mahasiswa AS ini mirip dengan yang dilakukan para mahasiswa AS yang menentang AS memerangi Vietnam, yang ujungnya AS kalah. Sehingga saat itu dilakukan pencitraan AS dengan membuat film Rambo yang menggambarkan seakan AS tak terkalahkan. Tidak hanya para mahasiswa, tapi para dosennya pun pro Palestina.
Walaupun gelora demo pro Palestina di AS oleh para mahasiwa semakin membara, kita umat Islam tidak boleh lengah. Jangan karena merasa terwakili suara kita, lalu kita tidak melakukan hal serupa. Tentu ini salah besar. Justru kita umat Islam harus malu dengan semangat mereka dan kita tidak boleh kalah menggelora semangatnya untuk membela saudara seakidah kita di Palestina; karena kita didorong oleh ikatan akidah yang tentu lebih kuat dibanding ikatan maslahat berlandaskan kemanusiaan seperti yang dilakukan mahasiswa AS yang mayoritas non muslim.
Sesama muslim adalah bersaudara. Jadi wajib dia merasakan empati terhadap kezaliman yang dialami saudaranya seakidah, dengan kadar yang sama saat berempati pada saudara kandungnya. Sesuai dengan firman Allah SWT :
“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara” (Al-Hujurat : 10).
Untuk mewujudkan persaudaraan hakiki adalah dengan mempersatukan umat Islam secara nyata. Wadahnya apa? Yaitu dalam naungan Khilafah sebagai institusi negara resmi sesuai Syariah. Karena Khilafah berfungsi sebagai “junnah”, pelindung dan perisai bagi Islam dan kaum muslimin. Khilafah akan mengenyahkan musuh-musuh Islam-termasuk Israel, AS, dan yang lainnya- dan akan menjaga kehormatan serta keamanan umat Islam. Sehingga agenda utama umat Islam adalah memperjuangkan kembalinya Islam kafah dalam naungan Khilafah; yang ini butuh sebuah jamaah/partai Islam ideologis yang melakukan aktivitas dakwah di tengah umat, yang akan membina dan menyadarkan umat Islam tentang pentingnya tegaknya Islam kafah dalam naungan Khilafah.
Karena itu, bercermin dari maraknya demo pro Palestina oleh para mahasiswa AS; maka umat Islam pun harus mencontoh “semangat” mereka dengan tujuan yang berbeda, yaitu menggelorakan semangat dakwah demi kembalinya kehidupan Islam di bawah naungan “Tajrul Furud” (mahkota kewajiban) bagi umat. Semoga kita bisa istikamah bersemangat untuk mewujudkannya, aamiin.
Catatan Kaki :
(1) https://www.cnnindonesia.com/internasional/20240502072859-134-1092862/demo-pro-palestina-di-kampus-as-makin-kacau-300-pedemo-diciduk
(2) https://www.voaindonesia.com/a/hampir-2-200-orang-ditangkap-dalam-berbagai-demonstrasi-pro-palestina-di-kampus-kampus-as/7596426.html
(3) https://news.detik.com/internasional/d-7325879/polisi-tangkap-25-orang-pro-palestina-demo-di-kampus-as

