Sampai Kapan Dunia Abai Pada Gaza?

Bagikan Artikel ini

Hanya melalui Khilafah, perlawanan yang sebenarnya dapat terjadi, karena Khilafah akan membawa serta jihad sebagai bentuk perlindungan dan pembelaan terhadap umat. Namun, jalan menuju tegaknya Khilafah membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh umat. Kesadaran ini tidak akan tumbuh tanpa adanya kelompok dakwah yang secara ideologis membangkitkan umat dari tidur panjangnya.

Oleh : Hanny N

WacanaMuslim-Dikutip dari laman Antaranews, Minggu, 25 Agustus 2024 Pasukan Israel mengubah “zona kemanusiaan aman” di Jalur Gaza menjadi tumpukan puing-puing dan abu, menyisakan hanya 9,5 persen wilayah yang disebut “zona aman” bagi warga sipil yang mengungsi, kata Pertahanan Sipil Palestina di Gaza, Sabtu.

Menurut pernyataan yang dirilis otoritas tersebut, pada awal invasi darat Israel ke Gaza awal November 2023, pasukan Israel mengusir ratusan ribu warga sipil dari Gaza utara ke Gaza selatan, mengeklaim area tersebut sebagai “zona kemanusiaan yang aman.”

Dunia tampaknya terus menerus menutup mata terhadap tragedi yang berlangsung di Gaza. Tahun demi tahun, penderitaan rakyat Palestina di Gaza kian memperjelas bahwa apa yang terjadi di sana bukan sekadar konflik teritorial biasa, melainkan perang ideologi yang lebih luas. Di balik ledakan bom, blokade ekonomi, dan pembantaian sipil, ada satu hal yang tidak bisa diabaikan: penerapan ideologi kapitalisme global yang telah membunuh jutaan jiwa di seluruh dunia, termasuk di Gaza, melalui berbagai cara yang kejam. Sistem ini tidak hanya menunjukkan kekejamannya di bidang ekonomi dan politik, tapi juga menyisakan kepedihan yang mendalam bagi umat manusia.

Kapitalisme, dengan seluruh ketimpangannya, telah menegaskan bahwa dunia hari ini berada di bawah kendali sebuah sistem yang jahat. Ketika penguasaan politik global diserahkan pada ideologi yang mengedepankan keuntungan dan dominasi, bukan nilai-nilai kemanusiaan, yang terjadi adalah kehancuran, baik fisik maupun moral. Para pemimpin Muslim yang seharusnya menjadi benteng perlindungan bagi umat justru banyak yang terjebak menjadi antek-antek musuh Islam, mengikuti arus kapitalisme dan hegemoni Barat. Ini bukan hanya persoalan ketidakpedulian, tetapi juga cerminan nyata dari kerusakan kepemimpinan dunia Islam.

Genosida yang terus berlanjut di Gaza bukan sekadar masalah lokal atau perebutan wilayah, melainkan perang ideologi. Di satu sisi, ada ideologi kapitalisme dan Zionisme yang diusung oleh negara-negara besar, sementara di sisi lain, ideologi Islam, yang seharusnya menjadi perlawanan yang kuat, hanya diemban oleh individu-individu Muslim. Sayangnya, ideologi Islam yang diusung oleh para pejuang Palestina, meski kuat secara moral, belum menjadi kekuatan negara. Tanpa negara yang membawa panji Islam, perjuangan ini menjadi sangat berat.

Perang ini adalah perang melawan negara dengan kekuatan besar, sehingga tidak mungkin hanya dilawan oleh individu. Untuk itu, diperlukan tegaknya negara yang berideologi Islam, yaitu Khilafah. Hanya melalui Khilafah, perlawanan yang sebenarnya dapat terjadi, karena Khilafah akan membawa serta jihad sebagai bentuk perlindungan dan pembelaan terhadap umat. Namun, jalan menuju tegaknya Khilafah membutuhkan kesadaran kolektif dari seluruh umat. Kesadaran ini tidak akan tumbuh tanpa adanya kelompok dakwah yang secara ideologis membangkitkan umat dari tidur panjangnya.

Khilafah: Harapan Umat Islam

Khilafah bukan sekadar impian atau utopia. Ini adalah solusi riil untuk menghadapi kekuatan global yang telah menindas umat Islam selama berabad-abad. Ketika dunia terus menyaksikan penderitaan Gaza dari jauh, sudah waktunya bagi umat untuk bangkit dan menyadari bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan tirani ini adalah dengan menghadirkan kembali negara yang berdasarkan syariat Islam, yang akan melindungi bukan hanya Palestina, tetapi seluruh umat Muslim di dunia.

Jadi, sampai kapan dunia akan terus abai terhadap Gaza? Sampai kapan kita akan terus berdiam diri menyaksikan pembantaian ini? Jawabannya ada pada diri kita, pada seberapa cepat kita membangun kesadaran untuk menegakkan Khilafah dan membawa perubahan nyata bagi umat manusia.

Wallahua’lam bish shawab.[]

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *