Game Online Membahayakan Generasi

Bagikan Artikel ini

Oleh Arnita Fakhris, S. Si ( Aktivis Dakwah )

WacanaMuslim-Penggunaan game online khususnya yang mengandung kekerasan dan pornografi telah menjadi masalah serius yang memerlukan penanganan yang cepat dan tegas dari pemerintah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) merasa khawatir terhadap dampak buruk gim ini pada anak-anak, termasuk kasus kekerasan dan penurunan mental. Kementrian Kominfo, dengan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, berencana untuk men-takedown gim-gim berbahaya dan menghimbau orang tua untuk memantau penggunaan gim oleh anak-anak mereka.

Pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang perlindungan anak dari gim online. Perpres ini muncul karena maraknya tindak kriminalitas seperti kekerasan, pornografi, pelecehan seksual, dan perundunganyang dilakukan anak di bawah umur akibat pengaruh gim online.

BACA JUGA : CARA SYAR’I MEMBASMI KORUPSI

Deputi Perlindungan Anak Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) Nahar, kepada wartawan menyatakan bahwa progresnya sudah harmonis antara kementrian, lembaga, dan pemerintah daerah. Sehingga tugas dan fungsi serta kewenangannya tidak tumpang tindih. Lanjutnya, pemerintah akan terus mengawasi konten atau gim online yang mengandung kekerasan yang dapat mempengaruhi perilaku anak-anak.(detik.com, 18/4/2024)

Era digitalisasi mau tidak mau akan memaksa generasi untuk melek digital. Namun ketika tidak bisa memanfaatkan, maka generasi akan tergelincir ada permainan yang melalaikan seperti gim online. Akhirnya digitalisasi justru membawa dampak buruk bagi mereka. Banyak anak kecanduan gim online yang berakibat pada perubahan prilaku persis seperti orang kecanduan narkoba. Mereka berani mencuri, memalak, hingga tega membunuh orang tuanya demi gim online.

Masyarakat pun menyangsikan keseriusan negara dalam memberantas gim online. Hal ini diperkuat dengan kebijakan penguasa mengeluarkan Perpres tentang Percepatan Industri Gim Nasional sebagai upaya memperkuat ekosistem industri gim di dalam negeri. Ditunjuklah Luhut Binsar Panjaitan sebagai Ketua Pengarah Tim Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Ada juga Memparekraf Sandiaga Uno sebagai Ketua Pelaksana Harian.(Republika, 20/2/2024)

Nampak sekali watak kapitalis para penguasa ini. Di mana ada cuan di situ mereka bermain. Pencapaian dan kebahagiaan tertinggi adalah mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Tak peduli generasi hancur akibat buruk gim online.

Islam sebagai Din memberikan solusi tuntas terkait masalah gim online. Islam menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, pemanfaatan gim online haruslah mendukung pembentukan kepribadian Islam dan mendekatkan umat pada praktik kehidupan yang sesuai dengan hukum syariat. Hal ini diperkuat dengan peran Khilafah yang aktif mendukung upaya-upaya pembinaan generasi muda agar dapat menggunakan teknologi dengan arif, sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Pendidikan Islam memiliki peran krusial dalam membentuk karakter anak yang tidak hanya kuat secara akademis tetapi juga memiliki syakhsiyah Islam yang kuat dan kokoh. Hal ini termasuk mengajarkan mereka cara memanfaatkan teknologi, seperti gim online, dalam cara yang produktif dan positif.

Oleh karena itu, pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam pendidikan dan pengawasan ketat orang tua dan guru sangat penting dalam mengarahkan penggunaan gim ini untuk kebaikan. Masyarakat luas, termasuk pemerintah, harus bekerja bersama dalam melindungi anak-anak dari konten yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.

Wallahu alam bissawab []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *