Cinta Kepada Allah Swt dan Rasulullah Saw

Bagikan Artikel ini

Apapun yang kita butuhkan Allah akan kasih tanpa nanti, tapi kalau cinta manusia selalu di ukur dengan sesuatu, untuk itu tetaplah taat pada apa saja yang menjadi ketentuannya.

Oleh. Ina Ariani (Aktivis Muslimah Pekanbaru)

WacanaMuslim-Cinta, cerita indah yang tak terbatas, cinta tentunya mengikuti atau menyukai sesuatu. Kalau sudah cinta semua dilakukan diperturutkan, dibela-belain gimana supaya dapat simpatiknya.

Adapun cinta yang dimaksud bukanlah cinta terhadap hamba, atau sebagainya. Tapi cinta di sini adalah mencintai Allah dan Rasul-Nya, manusia sebagai seorang hamba. Jadi cinta itu adalah menaati dan mengikuti segala perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya. Cinta adalah keinginan untuk taat, dan meraih segala sesuatu.

Sedangkan cinta Allah terhadap hambanya adalah memberi ampunan, rida dan pahala. Untuk semua itu tentu kita harus mempersembahkan yang terbaik, agar setiap amal ibadah yang kita lakukan diberi balasan yang sesuai.

Allah Swt berfirman;
“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Qs. Ali Imran ayat 31

Ayat ini Allah menjelaskan kepada orang Yahudi, jika mereka benar menaati Allah maka hendaklah mereka mengakui kerasulan Nabi Muhammad, yaitu dengan melaksanakan segala yang terkandung dalam Al Qur’an yang diturunkan Allah kepadanya. Jika demikian pasti Allah meridai mereka dan memaafkan segala kesalahan-kesalahan mereka serta mengampuni dosa-dosa mereka.

Sesungguhnya mengikuti segala perbuatan Rasulullah menerjakan amal saleh akan menghilangkan dampak maksiat dan kekejian jiwa mereka serta menghapuskan kezaliman yang mereka lakukan sebelumnya.

Ayat ini memberikan keterangan yang kuat untuk mematahkan pengakuan orang-orang yang mengaku mencintai Allah pada setiap saat, tapi amal dan perbuatannya berlawanan dengan ucapan-ucapannya.

Tidak mungkin dapat berkumpul pada diri seseorang cinta kepada Allah dan pada saat yang sama ia membelakangi perintah-Nya. Siapa yang mencintai Allah, tapi tidak mengikuti jalan dan petunjuk Rasulullah, maka pengakuan cinta itu adalah palsu dan dusta. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut;

“Siapa yang melakukan perbuatan tidak berdasarkan perintah kami maka perbuatan itu ditolak”. (Riwayat al-Bukhari).

“Bagi siapa pun yang mencintai Allah dengan penuh ketaatan, serta mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengikuti perintah Nabi-Nya, serta membersihkan dirinya dengan amal saleh, maka Allah mengampuni dosa-dosanya.

Apapun yang kita butuhkan Allah akan kasih tanpa nanti, tapi kalau cinta manusia selalu di ukur dengan sesuatu, untuk itu tetaplah taat pada apa saja yang menjadi ketentuannya.

BACA JUGA : Sudahkah Kita Menjadi Hamba Allah?

Dari bangun pagi sampai mau tidur lagi dan untuk membangun sebuah negara harus pakai aturan Islam secara kaffah. Ketaatan adalah kewajiban hamba pada Robbnya. Hanya Allah satu-satunya yang disembah, karena disistem hari ini banyak hamba yang menggantungkan hidupnya pada sesuatu.

Sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut;
“Di antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah.” Qs. Al Baqarah ayat 165

Banyak di antara manusia, walaupun telah melihat tanda kebesaran dan kekuasaan Allah yang demikian banyak dan jelas, masih ada saja orang yang menyembah tuhan selain Allah. Mereka menjadikannya sebagai tandingan Allah, yang mereka cintai seperti mereka mencintai Allah. Mahasuci Allah dari segala tandingan dan sekutu.

Adapun cintanya orang-orang yang beriman pasti cintanya lebih besar dan melebihi cintanya orang musyrik kepada sesembahan dan berhala mereka. Mereka tidak mempersekutukan Allah dengan apa pun. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat dan mengetahui, ketika mereka melihat, menerima, dan merasakan azab pada hari kiamat, sedang mereka dan sesembahan mereka tidak mampu berbuat apa-apa, maka mereka baru menyadari bahwa kekuatan semuanya hanya milik Allah dan azab Allah sangat berat. Ketika itulah baru mereka menyesali kezaliman yang telah mereka lakukan, dan penyesalannya tiada berguna sedikitpun.
Wallahua’lam bishshawab[]

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *