Manusia di dunia dipengaruhi oleh Ideologi sekular kapitalisme baik dari pemikiran, perasaan dan sistem yang mengatur kehidupan mereka
Oleh : Diah Indriastuti
WacanaMuslim-Tidak henti-hentinya peristiwa yang mengancam keamanan terus terjadi. Bila ditilik, kepolisian telah menangani 255.489 kasus kejahatan di Indonesia mulai awal tahun hingga pertengahan Juni 2024. (Pusiknas.polri.go.id). Ini mencakup semua kasus kejahatan, baik curat (pencurian dengan pemberatan) , pemalsuan data, korupsi, maupun kejahatan lainnya. Jumlah tersebut bukanlah jumlah yang sedikit. Kalau seandainya di rata-rata , maka dalam satu bulan sebanyak 42.5815 kasus atau 1.419 kasus perharinya.
Bila diamati, ada beberapa hal yang melatarbelakangi terjadinya kejahatan tersebut, seperti ekonomi, sosial, konflik, rendahnya kesadaran hukum, kemajuan teknologi informasi, kesenjangan sosial dan fanatisme. Banyaknya kasus kejahatan tersebut tentu membuat pekerjaan aparat keamanan bertambah berat dan menumpuk. Ada kekhawatiran tidak dapat optimal dalam menangani semua kasus. Terbukti tidak semua pelaku kejahatan narkoba tertangkap, masalah lahan masih belum terselesaikan, maraknya rudapaksa, penculikan, kasus korupsi belum terungkap, belum yang lainnya. Yang ini dapat menyebabkan tidak percayaanmasyarakat pada kinerja aparat.
Sekuler Kapitalisme gagal menyelesaikan masalah keamanan
Tidak ada asap kalau tidak ada api, demikian pepatah mengatakan. Problem kejahatan marak tentu tidak muncul begitu saja. Pasti ada sebab yang memicu munculnya kasus tersebut. Tidak sekedar ada peluang kemudian muncul dorongan untuk melakukan, tetapi ada hal lain yang juga berperan penting, yakni pemikiran, perasaan, dan sistem yang mengatur kehidupan manusia dalam berinteraksi.
Saat ini, sebagian besar manusia di dunia dipengaruhi oleh Ideologi sekular kapitalisme, baik dari pemikiran, perasaan, maupun sistem yang mengatur kehidupan mereka. Ideologi yang mengadopsi pemisahan agama dari kehidupan menancap dalam benak berupa pemikiran, yang berpengaruh terhadap penentuan standar perilaku, yakni sesuai keinginan dan nafsu manusia semata bukan benar salah menurut agama.
Ketika pemikiran dijauhkan dari agama, maka perasaan yang terbentuk adalah suka dan tidak sukanya kepada terpenuhi keinginan/nafsu atau tidak. Bila terpenuhi maka rasa suka yang tampak pada diri manusia, sedangkan bila tidak terpenuhi maka rasa tidak suka yang tampak. Muncul dorongan untuk memenuhi meski tidak sesuai dengan perintah atau larangan agana.
Dari sini lahir aturan untuk mengakomodir keinginan manusia dalam memuaskan hasrat keinginan/nafsu dunia berupa aturan di tangan manusia atau Demokrasi. Dengan ide kedaulatan di tangan rakyat (hukum yang membuat manusia) , melahirkan hukum yang sarat dengan keinginan/kepentingan. Bahkan keinginan/kepentingan bisa mengintervensi hukum.
Kita bisa melihat bahwa pelaku kejahatan ada yang merupakan pembuat hukum itu sendiri, aparat pelaksana hukum beserta pejabat hukum, bahkan oligarki.
Adapun masyarakat merupakan korban produk hukum yang dihasilkan dari Sistem Demokrasi, sehingga membentuk kepribadian seperti :
- Perilaku bebas (zina) tidak ada sanksi dalam UU, bahkan dibiarkan.
- Mengambil harta secara paksa dengan melukai atau membunuh , maka ini karena aturan ekonomi Kapitalis berpihak kepada oligarki, yang menyebabkan kesenjangan, yang kaya makin kaya sedangkan yang miskin tambah miskin.
- Narkoba, ringannya sanksi tidak membuat jera.
- Korupsi, sarat kepentingan dan uang.
- Penipuan, pemalsuan, penimbunan, dan lain sebagainya, menunjukkan bahwa sistem ini membuat orang semakin pandai dalam membuat cara melakukan kejahatan, bukan takut.
Dan masih banyak lagi.
Dari penjelasan di atas, maka kita tidak bisa bergantung kepada Sistem Demokrasi yang lahir dari Sekuler Kapitalisme sebagai jalan untuk menyelesaikan berbagai masalah termasuk keamanan. Karena mulai dari asasnya sudah salah, tidak sesuai dengan fitrah manusia yaitu menjadikan agama sebagai pedoman hidup manusia. Sehingga harus menerapkan sistem yang benar, sesuai fitrah manusia yakni Islam.
Islam Solusi Tuntas Masalah Keamanan
Keamanan merupakan permasalahan yang sangat penting bagi individu maupun masyarakat. Bahkan keamanan menjadi kebutuhan asasi, sebagaimana kesehatan, pendidikan, maupun kebutuhan pokok. Bila kebutuhan ini tidak terpenuhi maka hidup akan menjadi resah, gelisah, serba takut , was-was , tidak nyaman, khawatir.
Maka keamanan harus diwujudkan guna teraihnya kehidupan yang tenang dan menentramkan sesuai fitrah manusia.
Yang itu butuh seperangkat sistem supaya kebutuhan asasi ini bisa terselenggara dengan baik.
Islam memiliki konsep yang sangat komprehensif dalam menyelesaikan masalah keamanan. Supaya keunggulan dari konsep Islam ini bisa dirasakan semua elemen masyarakat di suatu negara maka butuh diterapkan dalam bentuk sistem. Dan sistem ini akan menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat menjadi tertib dan teratur.
Dalam Islam , penancapan pemahaman aqidah Islam sebagai asas bagi masyarakat adalah hal yang penting dilakukan, karena ini merupakan fondasi dalam berfikir dan berperilaku. Tanpa fondasi yang kokoh akan menyebabkan masyarakat terjerumus pada kerusakan dan kesesatan. Dan akan menghantarkan negerinya pada kehancuran.
Penancapan pemahaman aqidah Islam melalui sistem pendidikan akan membentuk aqliyah dan nafsiyah Islam. Sehingga dengan pemahaman ini setiap individu, masyarakat dan negara punya tanggung jawab bersana untuk mewujudkan keamanan.
Adapun konsekuensi bagi mereka yang mengancam keamanan tidak hanya mendapat sanksi di dunia tapi lebih berat lagi yakni azab di akhirat. Kesadaran inilah yang harus dibentuk secara terus menerus , supaya memunculkan rasa takut kepada Allah dan siksaNya. Sehingga tidak memunculkan keinginan melakukan hal-hal yang mengganggu keamanan.
Sistem Islam memiliki pengaturan memilih pemimpin beserta pejabat dalam struktur pemerintahan , hingga aparat penegak hukum sampai pelaksana di lapangan yang amanah dalam menjalankan syariat Islam. Mereka tidak memberikan contoh buruk bagi rakyat tapi menjadi panutan bagaimana mewujudkan rasa aman di negerinya.
Sistem Ekonomi yang menyejahterakan rakyat, menyebabkan stabilitas keamanan akan terjamin. Dimana Islam memiliki kemampuaan menyelesaikan kemiskinan, pengangguran, inflasi, deflasi, mata uang yang nilainya stabil, pengelolaan SDA oleh negara utk rakyat, menghidupkan tanah mati, pengelolaan zakat, menangani penimbunan, penipuan, dan lain sebagainya. Hal ini sebagaimana pernah dilakukan dalam kekuasaan Islam lebih kurang 13 Abad lamanya.
Sistem Sanksi yang tegas, baik kepada pejabat maupun rakyat, tanpa pandang bulu. Ketika ada ketidakadilan hukum bagi pejabat negara maka ada Mahkamah Madzalim yang menyelesaikan sesuai syariat Islam.
Begitu juga sistem-sistem di dalam Islam yang lain, memiliki peran yang strategis untuk menunjang terwujudnya keamanan, seperti sistem politik dalam negeri, sistem politik luar negeri, sistem penerangan, sistem pergaulan, aktivitas amar makruf nahi munkar, dan lain-lain.
Maka dari sini dapat kami nyatakan bahwa hanya Sistem Islamlah yang mampu menjamin keamanan, adapun Sistem Demokrasi Sekuler justru yang membuat banyak kerusakan bagi umat manusia di dunia. Sudah saatnya kembali kepada Sistem Islam, terapkan dalam seluruh aspek kehidupan, tinggalkan demokrasi kufur yang menyengsarakan kehidupan. Allahu A’lam[]
Sumber Foto : Canva

