Generasi Dalam Jeratan Kapitalisme

Bagikan Artikel ini

Di dalam sistem Islam akan lahir generasi hebat, terus berkarya untuk peradaban, mengkaji Islam dan mendakwahkannya dan terlibat dalam perjuangan dakwah Islam .

Oleh : Artika Sunaryo

WacanaMuslim-Satu orang anggota geng motor ditangkap polisi saat hendak melakukan tawuran di Jalan Durung, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Remaja yang masih di bawah umur tersebut berinisial WW, yang mengaku sebagai anggota geng motor Mce_boys. Menurut Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Janton Silaban, remaja tersebut ditangkap oleh personel gabungan pada Minggu dini hari. (tribunnews.com, 22-09-2024)

Membahas tentang persoalan remaja memang selalu menarik. Merekalah sosok generasi masa depan karena dipundak mereka kelak dititipkan harapan perubahan dan kebangkitan. Sayangnya ditengah peradaban sekuler kapitalisme yang memisahkan agama dari kehidupan dan memandang remaja sebagai objek komoditas untuk menghasilkan sebanyak mungkin keuntungan telah merenggut setiap mimpi indah generasi menyeret mereka ke dalam lembah nista kehidupan. Pacaran menjadi trend, Zina merajalela, aborsi dianggap hal biasa, LGBT, belum lagi tawuran yang terus terjadi dan makin mengerikan.

Rusaknya generasi hari ini setali tiga uang dengan lemahnya kontrol diri remaja, krisis identitas, disfungsi keluarga dimana orangtua tidak berperan sebagaimana mestinya. Ibu sebagai madrasatul ula dan ayah sebagai kepala sekolahnya namun kenyataannya ayah dan ibu terlalu sibuk diluar rumah. Sibuk dengan tekanan ekonomi yang kian mencekik, lapangan pekerjaan sempit, kehidupan semakin sulit, bernafas pun rasa terhimpit dengan beban hidup yang makin makin setiap harinya. Jika berangkat dari rumah sudah tak bisa membentengi generasi belum lagi pengaruh dari luar, lingkungan rumah yang tak kondusif akhirnya memiliki andil dalam lingkungan yang rusak. Belum lagi pengaruh dari media yang liberal, kegagalan pendidikan, lemahnya hukum dan penegakannya jauh dari hukum Islam.

Ini semua adalah buah dari penerapan sistem sekuler kapitalis yang tidak memanusiakan manusia, merusak pemikiran dan budaya, menjadikan negara abai terhadap tugas membentuk generasi berperadaban mulia. Setiap gagasan yang diberikan jauh dari syariat Islam justru malah menyia-nyiakan potensi besar pemudanya.

Di dalam Islam remaja adalah aset yang berharga, di pundaknya dititipkan masa depan peradaban Islam yang mulia. Maka Islam memiliki sistem pendidikan yang akan menghasilkan generasi berakhlak mulia yang akan mampu mencegahnya menjadi pelaku kriminalitas. Selain itu sistem Islam juga akan memberikan lingkungan yang kondusif, baik dalam keluarga, Masyarakat maupun kebijakan negara, yang akan menumbuhsuburkan ketakwaan dan mendorong produktivitas para pemuda.

Baca Juga : https://wacanamuslim.web.id/islam-atasi-kriminalitas-generasi/

Negara dalam sistem Islam akan membangun sistem yang menguatkan fungsi keluarga dengan cara menerapkan aturan yang menjamin kesejahteraan keluarga. Menjamin kebutuhan pokok baik sandang, pangan maupun papan. Menyediakan lapangan pekerjaan khususnya untuk kepala keluarga yang bertugas mencari nafkah untuk keluarganya, menjamin kesehatan dan kebutuhan lainnya.

Urgent nya keluarga sebagai benteng terdepan dalam melahirkan generasi yang berkualitas. Negara juga menyiapkan kurikulum Pendidikan dalam keluarga, sehingga akan terwujud keluarga yang harmonis yang senantiasa memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak yang tumbuh di dalam keluarga dan memberikan pengaruh positif kepada lingkungan sekitar. Sehingga peran dan fungsi keluarga akan berjalan sebagaimana mestinya. Masing-masing anggota keluarga fokus pada peran dan tugasnya bukan pada himpitan ekonomi yang tiada habisnya seperti pada sistem kapitalis sekuler.

Penegakan hukum sebagai kontrol masyarakat pun berfungsi dengan baik sesuai dengan syariat Islam, apabila terjadi tindakan kriminalitas akan segera dihukumi sesuai dengan aturan syar’iat yaitu hukuman yang menebus dosa dan membuat jera sehingga meminimalisir kejahatan berulang.

Allah Ta’ala berfirman
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) Siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (QS. Al-ma’idah 5 : ayat 50)

Dengan diterapkannya sistem Islam maka akan lahir generasi hebat, yang mengarahkan potensinya untuk berkarya dalam kebaikan, mengkaji Islam dan mendakwahkannya serta terlibat dalam perjuangan Islam. Dengan demikian penerapan syariah Islam tidak bisa ditawar lagi, agar generasi muslim terselamatkan dari jeratan manisnya racun sekuler kapitalisme.[]

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *