Influencer Ikut ke IKN: Membebani Negara!

Bagikan Artikel ini

Negara Islam menjalankan program pembangunan dan pengurusan rakyat dengan prinsip efektif dan efisien, termasuk dalam penggunaan anggaran negara.

Oleh : Hanny N

WacanaMuslim-Dikutip dari laman tempo, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 7 Agustus 2024. Dalam anjangsana pagi ini, Jokowi akan meresmikan Pabrik Bahan Anoda Baterai Litium. Jokowi bertolak ke Jawa Tengah melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta. Kepala Negara dan rombongan lepas landas dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 sekitar pukul 07.30 WIB. Jokowi dan rombongan diperkirakan tiba di Pangkalan TNI Utama AD Ahmad Yani, Kota Semarang, sekitar pukul 08.20 WIB. Dari Kota Semarang, Jokowi akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Kendal dengan menggunakan mobil.

Kunjungan ke Ibu Kota Negara (IKN) dengan melibatkan banyak influencer telah menimbulkan kontroversi dan kritik di masyarakat. Langkah ini dinilai membebani anggaran negara dan memperlihatkan pencitraan yang tidak sesuai dengan realitas pembangunan IKN yang masih menghadapi banyak persoalan dan ancaman kegagalan. Kebijakan ini menggambarkan ketidakefektifan dan ketidakefisienan dalam pelaksanaan program pemerintah, sementara para influencer seolah menutup mata terhadap semua isu yang ada.

Beban Anggaran dan Pencitraan yang Tidak Efektif

Melibatkan banyak influencer dalam kunjungan resmi ke IKN memerlukan anggaran yang signifikan, yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan yang lebih mendesak dan bermanfaat. Selain itu, kunjungan ini sering kali lebih fokus pada pencitraan daripada pada substansi. Pencitraan yang diciptakan melalui kunjungan influencer tidak menyelesaikan masalah-masalah mendasar yang dihadapi oleh pembangunan IKN, dan sering kali mengabaikan isu-isu nyata yang perlu diatasi.

Pencitraan juga semakin tampak ketika kunjungan tidak disertai dengan interaksi yang bermakna dengan masyarakat yang terdampak oleh pembangunan IKN. Tanpa mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat lokal, kebijakan yang diambil mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kunjungan dan pencitraan tidak memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan dan penyelesaian masalah yang ada.

BACA JUGA : Sistem Negara Sakit, Rakyat Makin Sulit

Negara Islam Mengelola Pembangunan

Negara Islam menjalankan program pembangunan dan pengurusan rakyat dengan prinsip efektif dan efisien, termasuk dalam penggunaan anggaran negara. Dalam sistem pemerintahan Islam, pemilihan pejabat dilakukan dengan mempertimbangkan kapabilitas, kredibilitas, dan keimanan mereka. Ini memastikan bahwa semua program dan kebijakan dijalankan dengan tujuan untuk kesejahteraan rakyat secara keseluruhan.

Di samping itu, negara Islam menjamin suasana amar makruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran) di kalangan rakyat. Hal ini mendorong setiap individu untuk melakukan muhasabah lil hukam (evaluasi terhadap tindakan dan kebijakan) sesuai dengan tuntunan Islam. Penguasa bertindak sebagai pengurus dan pelindung rakyat, menunjukkan cinta pada rakyat, dan memastikan bahwa rakyat juga mencintai pemimpinnya karena keadilan dan kebijaksanaan yang diterapkan.

Kesimpulan

Kunjungan influencer ke IKN yang membebani anggaran negara dan lebih fokus pada pencitraan daripada pada penyelesaian masalah adalah contoh kebijakan yang tidak efektif dan efisien. Negara Islam menawarkan pendekatan yang lebih baik dengan menerapkan prinsip efektifitas dalam penggunaan anggaran, memilih pejabat yang kompeten, dan menciptakan suasana amar makruf nahi munkar. Dengan cara ini, negara dapat menjalankan program pembangunan dengan lebih baik, menjaga kepentingan rakyat, dan memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Wallahua’lam bish shawab.[]

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *