“Jawa Timur menempati posisi kedua jumlah penderita HIV terbanyak. Hal ini merupakan alarm keras bagi generasi bangsa.” Papar Ustadzah Maryati ketika mengisi kajian rutin di Probolinggo (26/07/2026).
Miris, banyak kasus ditemukannya komunitas LGBT di wilayah Probolinggo, sampai menjadi perhatian MUI kota Probolinggo. Ditengarai, ribuan warga kota Probolinggo memiliki prilaku LGBT. Bahkan pada tahun 2025 ditemukan 93 penderita HIV AIDS karena perilaku LGBT. Ujar beliau.
“Indonesia mayoritas muslim, namun menjadi negara nomer satu penderita HIV AIDS. Menurut dr Dewi Inong, Sp., dalam berbagai edukasi dan seminar terbarunya, beliau berfokus pada bahaya perilaku LGBT ini yaitu tingginya resiko penularan penyakit menular seksual. Antara lain rusaknya organ tubuh bahkan telah terjadi sebanyak 23 jenis penyakit yang diderita oleh pelaku LGBT ini.”
Lebih lanjut, ustadzah Maryati juga menjelaskan penyebab meluasnya komunitas LGBT ini karena: adanya Visibilitas dan Penerimaan sehingga pelaku lebih leluasa mengekspresikan kehendaknya.
Faktor pergaulan dan pengaruh media sosial juga berkontribusi pada eksplorasi identitas seksual pada kelompok usia muda .
Ada juga hal yang paling membuat sebaran LGBT sangat masif adalah negara tidak mengharamkannya . Pada saat ini negara menerapkan sistem kapitalisme.
Sistem inilah yang membuat ruang yang luas bagi LGBT untuk tumbuh dan berkembang .
LGBT adalah sebuah gerakan global . Gerakan LGBT adalah gerakan sosial politik yang memperjuangkan kesetaraan , perlindungan hukum , dan penerimaan bagi individu lesbian , Gay , Biseksual , dan Transgender .
Demikianlah pemaparan materi. Kemudian ustadzah menyimpulkan bahwa Generasi saat ini terancam rusak karena ada komunitas LGBT ini. Generasi tidak lagi mempunyai nilai dan moral. Kondisi ketahanan keluarga juga akan hancur beserta kesehatan fisik dan mental mereka.
Maka solusinya adalah kembali kepada aturan Islam. Individu, masyarakat dan negara harus peduli akan generasi. Melakukan pencegahan dan penanganan bagi korban perilaku menyimpang ini.
Dalam Islam pelaku Liwath diberi sanksi yang tegas, nantinya akan memberi efek jera bagi yang lainnya. Saatnya kita kembali pada aturan Allah.
Kita sebagai orang tua harus mempunyai peran untuk menyelamatkan generasi dengan cara:
- Pola Asuh dan Pola Didik Anak Berbasis Aqidah Islam.
- Mengajarkan Anak Tentang Aurat .
- Memisahkan Tidur Anak Sejak Usia 7 Tahun.
- Mengajarkan Anak Meminta Izin Di Tiga Waktu Aurat
- Menuntaskan Pendidikan Tentang Syari’ah Pergaulan.
- Memahamkan Anak Tentang Islam Kaffah.
- Memastikan Anak Berada Pada Komunitas yang Bertakwa.
Selanjut ditutup dengan ajakan melakukan dakwah Amar ma’ ruf nahi munkar dan berjuang menegakkan Islam Kaffah agar generasi terselamatkan dunia dan akhirat.[] Sumber Foto : Canva Reporter : Roudhotul Jannah

