Gencatan Senjata Bukan Solusi Palestina

Bagikan Artikel ini

Upaya untuk mengakhiri persoalan Palestina tidak lain adalah dengan mengusir dan menghilangkan entitas Yahudi dari tanah umat Islam tersebut.

Oleh Daryeti Ummu Kafie
Aktivis Muslimah

WacanaMuslim-Gencatan senjata antara Hamas dengan Israel disambut dengan euforia oleh muslim Palestina. Bagaimana tidak, setelah didera berbagai derita akibat kejahatan Zionis dan negara pendukungnya Amerika Serikat selama kurang lebih 15 bulan, akhirnya mereka punya ruang untuk bernafas, mendapat jeda untuk memulihkan psikologis mereka dan merasakan kebebasan yang selalu mereka impikan.

Walaupun tentu saja kelegaan ini hanya sementara, bukan untuk selamanya. Begitu gencatan senjata selesai sesuai kesepakatan, bisa jadi mereka akan kembali menyerang, menyerbu, menjatuhkan bom-bom, dan rudal-rudal mereka kepada kaum muslim. Terlebih sifat dasar Yahudi adalah suka berkhianat. Dalam perjanjian apapun mereka tak sungkan untuk melanggarnya dengan cara-cara yang licik dan keji. Terbukti saat ini, setelah disepakatinya gencatan senjata, ketika mereka melepaskan Gaza dari serangan-serangan mereka, sejatinya mereka hanya mengalihkan sasaran mereka dari Gaza ke wilayah lain di Palestina, salah satunya Jenin, Tepi Barat.

Seperti yang diberitakan CNBC Indonesia, ratusan warga Jenin terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah pesan peringatan dari drone dengan pengeras suara menyuruh mereka untuk mengungsi di tengah operasi militer besar yang mencakup penghancuran sejumlah rumah di kamp pengungsi Jenin. Operasi yang dilakukan dengan dukungan kendaraan militer dalam jumlah besar, helikopter, dan drone ini dimulai seminggu setelah gencatan senjata di Gaza. (cnbcindonesia.com, 24-01-2025)

AS sebagai pendukung utama Zionis tentu saja memberikan restu terhadap operasi militer Israel di Tepi Barat tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mencabut larangan pengiriman pasokan 1 ton bom untuk Israel. Perubahan kebijakan tersebut telah disampaikan oleh Pentagon kepada otoritas Israel sejak Jumat (24-1-2025). Bahkan, disebutkan bahwa 1.800 bom jenis MK-84 akan dimuat dan dikirim ke Israel dalam beberapa hari mendatang, seperti dikutip dari Antara. (Tirto.id, 26-01-2025)

Gencatan senjata jelas bukanlah solusi untuk menyelesaikan penjajahan di Palestina, karena hal tersebut tidak menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya. Akar permasalahan Palestina adalah keberadaan entitas penjajah Yahudi di Palestina yang masih memiliki kemampuan kuat yang kapan saja bisa menggunakan kekuatan itu karena dukungan AS dan sekutunya.

Upaya untuk mengakhiri persoalan Palestina tidak lain adalah dengan mengusir dan menghilangkan entitas Yahudi dari tanah umat Islam tersebut. Langkah konkretnya adalah dengan jalan jihad fii sabilillah untuk melawan dan menumbangkan penjajah tersebut. Sayangnya umat Islam saat ini tercerai-berai, tidak bersatu dikarenakan keberadaan negara bangsa atau sekat nasionalisme sehingga membuat jihad ini mustahil terwujud.

Dibutuhkan persatuan dan penyatuan kekuatan maksimal kaum muslimin untuk bukan saja melawan entitas penjajah Yahudi, tapi juga perang melawan negara-negara kafir imperialis di belakangnya. Dan yang bisa mempersatukan kaum muslimin adalah khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Dengan adanya khilafah, seruan untuk berjihad dan mobilisasi tentara-tentara kaum muslim bisa efektif dilakukan dan seluruh persoalan Palestina bisa diselesaikan.

Maka kewajiban yang ada di pundak kaum muslimin saat ini adalah terus berjuang untuk kembali menegakkan khilafah, terus mengajak dan menyeru kepada umat dan penguasa akan urgensi khilafah yang tidak hanya penting untuk mengatasi persoalan Palestina, tapi juga seluruh persoalan yang menimpa kaum muslimin di seluruh dunia. Wallahu’alam bissawab[] Baca Juga : https://wacanamuslim.web.id/gaung-perjuangan-untuk-palestina-di-surabaya/

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *