Dari Keresahan ke Viralnya Tagar

Bagikan Artikel ini

Masyarakat harus membenahi tatanan pemerintahan, bahkan sampai ke ideologi yang dianut oleh negeri ini.

Oleh: Srie Parmono

WacanaMuslim-Ungkapan keresahan masyarakat kini kian beragam. Setelah maraknya tagar Indonesia gelap disusul dengan tagar kabur aja dulu yang sampai kini masih terus menjadi pembicaraan. Kalau kita menelisik tagar Indonesia gelap dan kaburajadulu merupakan ungkapan keresahan rakyat atas kondisi Indonesia terkini, salah satu fakta yang menonjol adalah kasus korupsi yang tak terselesaikan dengan hukum yang tegas. Ditambah kasus pagar laut Indonesia yang menggemparkan karena diklaim telah memiliki SHM, tetapi tanpa diketahui siapa yang harus bertangung jawab. Selain itu, masyarakat juga masih mempertanyakan kasus kuota haji yang lenyap begitu saja. Inilah yang membuat kekecewaan rakyat makin memuncak.

Sebenarnya, ada beberapa tuntutan yang ingin segera rakyat rasakan. Salah satunya, yaitu keadilan atas pelaku kejahatan korupsi di negeri ini yang dinilai lemah, sehingga keadilan tak pernah tercapai. Adapun mahasiswa mendesak pemerintah mencabut impres no 1 tahun 2025 tentang efesiensi anggaran. Mahasiswa menganggap bahwa adanya efesiensi anggaran bukanlah solusi. Sebab, jika dilihat dari kementrian yang disusun pemerintah saat ini justru pemborosan. Kementrian gemoy/gemuk justru adalah pemborosan. Adapun tuntutan lain mendesak pemerintah mencabut pasal minerba, mahasiswa meminta pemberian tunjangan terhadap dosen dan tenaga pendidik, menuntut pemerintah mengkaji ulang pemberian makan gratis, tuntutan pemerintah untuk mengkaji ulang dan riset terhadap kebijakan publik.

Jadi, semua tuntutan dan tagar yang viral adalah bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan negeri ini. Semua berawal dari begitu banyak permasalahan korupsi dan ketidakadilan. Sebenarnya ada tiga poin penting agar terlepas dari kekacauan ini. Pertama, mengembalikan pengelolaan tambang pada negara yang hasilnya diperuntukkan bagi rakyat, kedua dan ketiga adalah hal yang sangat mendasar yaitu melepaskan negri ini dari sekuleristik, kapitalistik dan liberal yang mencengkram negeri melalui genggaman oligarki.

Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui pangkal permasalahan ini sampai keakar-akarnya agar dapat diselesaikan. Masyarakat harus membenahi tatanan pemerintahan, bahkan sampai ke ideologi yang dianut oleh negeri ini. Kalau mentelaah ulang negeri ini, kita sudah mengalami perubahan dari orde lama, orde baru, reformasi dan sampai sekarang, tetapi perubahan tersebut hanya perubahan kekuasaan saja karena yang mengendalikan tetap sekulerisme, bukan perubahan ideologi mendasar.

BACA JUGA : Indonesia Gelap, Terangi dengan Cahaya Islam

Untuk terlepas dari cengkraman ini, Islam telah memiliki solusi mendasar dan tuntas, karena Islam adalah ideologi yang datang dari Allah Swt. Penerapan syariat Islam yang sempurna di berbagai lini kehidupan bisa menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Langkah pertama adalah mengembalikan semua aturan kepemimpinan, penegakkan hukum, sumberdaya alam dan manusia kepada aturan Allah Swt. Islam memiliki sistem kepemimpinan kepala negara atas dasar keimanan.

Kalau menengok kembali kerumitan permasalahan negeri saat ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan sederhana dengan sistem Islam. Islam mampu menyingkirkan kegelapan suatu negeri dan mampu menjadi bercahaya dan gemilang Ketika aturan aturan islam di terapkan secara sempurna. Sudah saatnya umat kembali kepada aturan Allah Swt.[] Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *