Kenapa Nikel di Raja Ampat Jadi Incaran?

Bagikan Artikel ini

Indonesia yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah seharusnya bisa menjadi sumber pemasukan terbesar APBN, tetapi penerapan sistem ekonomi sekular meniscayakan sumber daya alam (SDA) diserahkan kepada swasta atau korporasi asing

Aminah
Kota Banjar

WacanaMuslim-Presiden ke tujuh RI, jokowi widodo widodo tak menjawab lugas saat ditanya mengenai izin usaha pertambangan (IUP) PT GAG Nikel di pulau GAG yang terbit ditahun 2017, yang saat itu Jokowi menduduki presiden RI di periode pertamanya. CNN Indonesia (13-06-2025)

Kerusakan lingkungan yang terjadi di Raja Ampat mengalami berbagai degradasi lingkungan, dari penggundulan hutan hingga erosi tanah dan sedimentasi yang mengancam terumbu karang dan ekosistem laut Raja Ampat.

Di Raja Empat surga kecil di Papua Barat Daya yang kaya dengan akan keindahan dan keanekaragaman hayati. Presiden Jokowi menikmati matahari pertama tahun 2016 di Raja Ampat Papua. Presiden Jokowi “Kita harus jaga alamnya. Rawat lautnya keindahan Raja Empat, labuan Bajo tidak kalah dengan tempat wisata di negara lain.” Floresa.com (01-01-2016)

Wah, peduli banget ya! Sambil foto-foto dipulau GAG, lalu janji manis akan menjaga surga dunia ini dengan kata-kata penuh harap seakan-akan itu untuk kemaslahatan umat.

Ternyata survei dulu 2016, lalu izin penambangan dimulai 2017,dan terbongkar kerusakan lingkungan 2025. Mesin tambang atau nikel kembali dinyalakan, laut tercemar, hutan dibabat dan Raja Ampat jadi ladang bisnis yang menggiurkan. Seolah-olah peduli itu cuman untuk panggung bukan untuk kenyataan. Allah SWT berfirman (Qs.Al-A’raf:56)

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya”. Menjaga Alam itu (wajib) bukan pilihan.

Mengapa harus nikel? Kenapa nikel jadi incaran? Apa kaitanya kerusakan lingkungan dengan nikel?

Produsen nikel terbesar di Indonesia mencapai 2,2 juta ton pada 2024. Indonesia produsen terbesar kedua memproduksi 300 ribu ton nikel. Cadangan 55 juta ton nikel di Indonesia juga merupakan yang terbesar di dunia.

Nikel itu salah satu hasil gambang dari perut bumi yang punya banyak manfaat dikehidupan kita sehari-hari. Nikel itu unsur logam alami yang warnanya putih keperakan dan mengkilap. Nikel termasuk lima logam paling banyak ditemukan di kerak bumi, karena dia logam, jadi otomatis bisa jadi penghantar listrik dan panas yang bagus sekali.

Nikel di alam ada dua bentuknya, sekitar 60% berupa laterit, dan 40% berupa endapan sulfida. Sebaran bijih nikel laterit di Indonesia ada banyak di daerah Maluku, Sulawesi, Halmahera, Kalimantan, sampai Papua, dan lain-lain.

Nikel itu serbaguna banget, di dunia ini pakai bahan dasar nikel lebih dari 300.000 produk, mulai dari alat rumah tangga sampai teknologi canggih, ada beberapa contohnya:

Pertama, alat dapur, seperti wajan, pemagang roti, sendok, dan lainnya semua bisa tahan goresan dan panas karena ada nikelnya

Kedua, Koin banyak dibuat dari nikel karena tahan lama dan tidak gampang aus.

Tiga, Pesawat terbang nikel bikin komponen pesawat tahan panas dan tidak gampang rusak.

Empat, Reaktor nuklir karena tahan panas dan korosi cocok banget buat reaktor.

Lima, Baterai bisa menghantarkan listrik dengan baik dan tahan lama.

Enam, alat medis dari pisau bedah sampai alat operasi, karena tahan aus dan punya sifat antimikroba.

Tujuh, kosmetik dipakai juga di produk kaya bedak, parfum dan krim.

Delapan, permukaan anti gores, seperti mobil dan alat lainya pakai lapisan nikel biar awet.

Sembilan, mesin-mesin industri karena tahan panas dan awet banget.

Sepuluh, Bearing penting buat komponen mesin karena bisa tahan beban berat dan gesekan.

Itulah beberapa contoh yang pakai bahan dasar nikel dan masih banyak lagi. Nikel bukan cuma soal tambang, tapi masa depan industri dan teknologi. Jika tidak dikendalikan proses untuk mendapatkan nikel kadang merusak alam dan bisa menimbulkan bencana.

Nikel salah satu hasil tambang dari perut bumi yang ternyata punya banyak manfaat di kehidupan kita sehari-hari.

Kenapa Nikel Jadi Incaran?

Karena permintaannya terus naik tiap tahun, konsusmsi nikel global naik 6,8% dari kuartal maret ke juni 2022, di tahun itu aja permintaan nikel nyaris tembus 2,9 juta ton. Di tahun 2023 terus naik jadi sekitar 3 juta ton, angka itu terus naik samapi tahun-tahun seterusnya. Nikel dari Indonesia diekspor ke luar negri kayak Tiongkok, Eropa, Jepang, sampai Amerika.

Indonesia yang memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah ruah seharusnya bisa menjadi sumber pemasukan terbesar APBN, tetapi penerapan sistem ekonomi sekular meniscayakan sumber daya alam (SDA) diserahkan kepada swasta atau korporasi asing, Indonesia hanya mendapat royalti yang masuk dalam PNBP dari tambang, nikel, minyak, gas, kehutanan, dan perikanan yang jumlahnya tidak seberapa. Sedangkan hasil terbesarnya malah dinikmati oleh korporasi asing dan aseng yang menguasai sumber daya alam di Indonesia.

Dalam sistem ekonomi kapitalisme pendapatan negara memang hanya bertumpu kepada dua pemasukan yaitu pajak, dan utang.

Utang Indonesia

Utang yang dianggarkan di APBN 2025 sebesar Rp 775.9 triliun, tidak heran jika sampai Februari 2025 jumlah utang sebesar Rp 7.191 triliun ($ 427.2 miliar).

Sedangkan utang yang sudah jatuh tempo pada 2025 mencapai Rp 800.33 triliun dan merujuk pada dokumen Nota keuangan 2025 bunga utang Indonesia mencapai Rp 552.85 triliun.

Rakyat dirugikan dengan kehilangan ruang hidup, hutan yang asri menjadi rusak, bencana kelaparan tidak tersolusikan, sedangkan pemerintah sibuk berkolaborasi dengan pemilik korporasi untuk meraup keuntungan pribadi.

Di Depan Mata

Andai para pakar ekonomi, para anggota dewan, atau siapapun yang peduli terhadap kondusi ekonomi bangsa ini mau membuka mata, melihat solusi yang islam berikan. Sesungguhnya solusi itu sudah ada di depan mata, dan pernah di terapkan selama berabad-abad, dan terbukti mampu mencukupi kebutuhan operasional negara, bahkan menjadikan negara adidaya.

Negara khilafah akan menjadi negara yang mandiri secara ekonomi, tidak boleh di kuasai oleh pihak swasta atau asing. Dalam islam sumber daya alam (SDA) yang melimpah dijadikan sebagai pemilik umum ( milik bersama), seperti laut, sungai, padang rumput, tambang, dan lainnya, kepemilikan umum dengan deposit besar dan terus menerus wajib di kelola oleh negara, seperti pemenuhan kebutuhan primer rakyat, termasuk pangan secara orang per orang, pendidikan dan kesehatan yang geratis dan lain-lain.

Ekstensifikasi lahan dilakukan secara bertanggung jawab sesuai dengan syariat islam terkait hukum-hukum tanah, bukan dengan penggundulan hutan.

Negara wajib mengelola alam sewajarnya, dan tidak boleh melebihi daya dukung lingkungan, bahan bakar yang terbukti merusak alam seperti batu bara, nikel dan lain-lain harus diatur secara ketat penggunaannya sehingga bisa diminimalkan. Khilafah akan menjaga kelestarian hutan dengan mengambil manfaatnya secara bertanggung jawab.

Oleh karena itu, negari-negri muslim harus bersatu padu membangun kedaulatan ekonomi dengan segala potensinya, sehingga Dunia islam akan menjelma menjadi (adidaya) ekonomi dunia yang lebih baik dan berkah. Beda sekali dengan sistem kapitalisme saat ini sistem yang merusak dan menghancurkan dunia.[] Sumbe Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *