Para penggerak perubahan harus punya keyakinan yang tinggi bahwa ujung dari perjuangan adalah kemenangan hakiki, denganya kebangkitan umat pasti akan kembali.
Kota Banjar
Aminah
WacanaMuslim-Dilansir dari kompas.com (15-11-2025) PSI datangi ponpes di Ciamis, ingin jadi parpol yang dekat nilai agama dan etika. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan PSI kepada para ulama yang selama ini menjadi pilar moral dan spiritual bagi masyarakat.
Agar kaum muslim tidak terjebak kepada politik patronase, menjual isu murah dengan mengkriminalisasi gagasan Islam, menjual figur. Wajib mengaktivasi akal sesuai perintah Al-Quran. “Akal ini harus kita aktivasi. Kalau tidak, kita hanya akan terjebak pada politik patronase, menjual isu dangkal, menjual figur, mengkriminalisasi gagasan-gagasan Islam”.
Aktivasi akal ini, akan memunculkan kesadaran politik, melihat kepada dunia dengan sudut pandang Islam, sehingga umat akan mengerti kebobrokan demokrasi, sehingga bisa membandingkan konsep demokrasi dengan konsep Islam. Perbedaan otokrasi dengan demokrasi, dan seterusnya. Sudut pandang ini merupakan perangkat untuk bisa menilai sebuah gagasan dengan standar Islam. Ruang untuk mengkaji Islam sangat sedikit menyebabkan kemampuan kesadaran politik seperti di atas menjadi kurang, bahkan hilang. Semua ini karena minat belajar dan minat baca yang rendah. Ibarat pencernaan. Umat saat ini tidak bisa mencerna daging yang seratnya banyak, yang di cerna hanya makanan-makanan yang tidak bergizi.
Mari kita mengajak kepada seluruh kaum muslim di negeri ini untuk mengaktivasi akal, melihat dunia dari sudut pandang khas (Islam), dan menggunakan ideologi Islam sebagai kacamata sensor dalam melihat gagasan-gagasan dan agenda pergerakan kepentingan selama tahun politik.
Energi umat tidak boleh lagi terkuras pada agenda perubahan ala demokrasi yang tidak berujung pangkal. Energi mereka harus difokuskan pada ikhtiar mewujudkan sistem Islam. Caranya adalah dengan jalan perubahan yang Rasulullah saw, contohkan, yakni menapaki dakwah pemikiran dan politik, memahamkan umat dengan islam ideologis , dan menerapkannya dalam kehidupan praktis.
Jalan ini adalah jalan panjang dan mendaki. Tentu sangat membutuhkan kesabaran dan konsisten memegang ideologis. Para penggerak perubahan harus punya keyakinan yang tinggi bahwa ujung dari perjuangan adalah kemenangan hakiki, denganya kebangkitan umat pasti akan kembali.
Dalam surah Al-Baqarah ayat:214 “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) Orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan”.
Amalan dakwah yang mengikuti metode Rasulullah pasti akan mendapatkan tantangan dan rintangan yang sama beratnya, sebagaimana tantangan dan rintangan yang telah didapatkan Rasulullah dan para sahabat. Sekalipun berat semua tantangan dan rintangan ini akan terasa manis bagi seseorang yang bersabar di dalam menjalankannya.
Menjadi pengemban dakwah ujian dan tantanganpun tidak sedikit. Hinaan, fitnahan, stigma negatif, bahkan saat kita jujur pun sudah tidak dianggap lagi.
Tantangan dan rintangan dakwah tidak hanya muncul dari luar, tetapi bisa dari orang-orang di dalam keluarga kita, bahkan mengalami kondisi jungkir balik, jatuh dan bangu.
Saat diskusi dengan orang yang ujiannya sama, kita bisa mendapatkan ilmu-ilmu tentang pentingnya berharap kepada Allah jangan kepada suami, bahkan dengan kata-katanya itu selalu menyentuh ke dalam hati sehingga dengan wasilah beliau menjadi tambah dekat kepada Allah SWT . Sungguh disayangkan beliau malah disoroti dan menghindar kepada orang yang di saat keimanannya sedang turun. Apalagi semakin membebani jika hambatan dakwah tersebut berasal dari keluarga, atau orang-orang yang berada di sekeliling kita yang semestinya menjadi pihak yang mendukung dan meringankan segala cobaan.
Ustadz Shiddiq Al-jawi mengatakan. “Tujuh kunci sukses mengkaji tsaqafah islam. Yaitu, ikhlas, memiliki cita-cita besar, gaulilah orang-orang besar, bacalah karya-karya besar, milikilah lingkungan atau komunitas mendukung, bekerja keraslah, kuasai ilmu-ilmu dasar”.ujarnya.
Meski tantangan, gangguan, rintangan di jalan dakwah sudah pasti terjadi, sudah selayaknya pengemban dakwah tetap memelihara sikap optimis. Bahwa akhirnya pertolongan Allah swt akan segera tiba dan kemenangan dakwah akan segera datang.
Meskipun terjadi begitu, semangat dakwah tidak boleh padam, bahkan ketika jiwa terasa rapuh, dan tubuh mulai mengeluh, selama nadi masih berdenyut di dinding kulit, perjuangan ini harus terus hidup hingga ajal menjemput.
Bercermin dari para pengemban dakwah yang tetap istiqomah, mereka ada yang dikasih cobaan suaminya meninggal, anaknya sakit-sakitan mereka tetap istiqomah dalam dakwah. Ada lagi yang dikasih cobaan dengan diusir oleh mertua dan dianiyaya oleh ibunya sendiri. Mereka tetap instiqomah di jalan dakwah.
Semua orang mempunyai masalah dengan kadar dan tingkat yang berbeda. Saat kita menentukan pilihan hidup untuk berdakwah, dan akhirat menjadi orientasi hidup, maka setiap konsekuensi yang menghampiri kehidupan harus bisa kita disikapi dengan benar.
Allah telah memilih mereka berada dalam barisan perjuangan dengan izinNya. Allah swt jadikan mereka mampu menanggung berbagai kesulitan dakwah. Mereka pula mampu menjadi wasilah tersebarnya pemikiran islam di tengah umat. Allah swt tidak pernah salah memilih pundak manusia ketika dia memberikan beban kepadanya. Saat Allah swt memilih pundak kita berarti ada hal istimewa yang hendak Allah swt berikan. Manusia hanya menjalani peran dari apa yang Allah kehendaki.
Ketika mengalami insecure, maka segera sadarkan dan katakan (engkau bisa menjadi yang terbaik dalam perjuangan, tetaplah ikhlas, sabar menapakinya, Allah swt selalu membersamaimu).
Abdullah bin mas’ud ra. Mengatakan. “Sesungguhnya Allah swt melihat hati para hamba, dan Allah swt dapati hati Muhammad saw adalah sebaik-baik hati manusia maka Allah swt pun memilihnya untuk dirinya, dan Allah swt bangkitkan dia sebagai pembawa risalahnya kemudian Allah swt melihat hati hamba-hamba yang lain setelah hati Muhammad saw, kemudian Allah swt dapati bahwa hati para sahabatnya adalah sebaik-baik hati manusia. Maka Allah swt pun menjadikan mereka sebagai pembantu Nabi-nya dan berperang bersama beliau untuk membela agamanya” (HR Ahmad)
Ayo… Teruslah membenahi diri untuk dakwah. Jauhilah sikap insecure yang akan memalingkan kita dari berbagai kebaikan. Bangun rasa percaya diri ketika mengemban dakwah. Yakinlah, Allah swt tidak pernah salah memilih pundak. Pengemban dakwah memiliki keistimewaan dari Allah swt, tetapi, mungkin kita tidak mengetahuinya. [] Sumber Foto : Canva

