Rencana Investasi China di Indonesia, Benarkah Solusi Ketenagakerjaan ?

Bagikan Artikel ini

Islam mengatur masyarakat dengan aturan yang sempurna dari pencipta, sehingga keberadaannya akan memberikan kesejahteraan dan keamanan bagi seluruh ummat manusia.


Oleh: Siti Julianti, S.Si

WacanaMuslim-Gulung tikarnya sejumlah industri tekstil dan produk tekstil (TPT), hingga menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), sudah terjadi sejak 2019 atau saat sebelum merebaknya Pandemi COVID-19 di tanah air.


Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) Ristadi mengatakan, PHK di pabrik-pabrik TPT ini mulanya sebagai langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan. Namun, beberapa diantaranya tetap tak bisa bertahan meski telah melakukan PHK. (CNBC Indonesia 30/6/24)

Investasi asing dianggap sebagai solusi pengangguran, Padahal fakta selama ini bangkrutnya industry tekstil adalah karena rendahnya daya beli. Investasi asing nyatanya tidak menjadi solusi apalagi upah buruh yang rendah, dan berbagai kebijakan tenaga kerja sesuai dengan UU Cipta kerja.
Sehingga, cita-cita mensejahterakan rakyat Indonesia yang digaungkan pemerintah adalah omong kosong belaka.

Investasi asing sejatinya merupakan alat menguasai ekonomi negara lain. Nasib akan makin parah ketika SDA Indonesia juga masih dikuasai asing. Dan negara lepas tangan akan nasib rakyat. inilah cerminan penguasa dalam sistem kapitalisme sekuler, mereka tamak dan hanya mementingkan dirinya sendiri.

Benarlah yang dikatakan oleh Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wa salam bahwasanya di akhir jaman nanti, ummat akan di pimpin oleh pemimpin yang zolim dan bodoh.
Abdullah ibn Amr r.a. meriwayatkan, bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Tanda-tanda Hari Kiamat adalah disingkirkannya orang-orang baik dan diangkatnya orang-orang jahat“ (HR. Hakim dalam al-Mustadrak).

BACA JUGA : Investasi Kian Marak, Alamku Makin Rusak

Hari ini, di sistem yang rusak ini, kita benar-benar menyaksikan kebenaran sabda Rasulullah tersebut, dimana pemimpin abai terhadap kepentingan rakyat serta abai akan tanggung jawabnya terhadap rakyat dengan tidak memberikan lapangan pekerjaan yang cukup untuk masyarakat, investasi sejatinya hanya menguntungkan dirinya dan para investor yang tamak.

Paradigma Pembangunan dalam islam bukanlah kapitalistik, namun paradigma industry berat. Hal ini akan mendorong terbukanya industri lain yang startegis yang akana membuka lapangan pekerjaan secara nyata.

Dalam Islam, khalifah bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakatnya. Dalam menjalankan kepemimpinannya Khalifah juga akan senantiasa teliti dan tidak akan pernah mau menjalankan kerjasama yang bathil sehingga berujung pada kerugian.

Islam mengatur masyarakat dengan aturan yang sempurna dari pencipta, sehingga keberadaannya akan memberikan kesejahteraan dan keamanan bagi seluruh ummat manusia.

Islam mengatur bagaimana hubungan dengan luar negeri termasuk dalam bidang perdagangan. Dan Islam juga akan menjalankan hubungan ini dengan baik sesuai dengan tuntunan syari’at Islam , sehingga yang terjadi adalah kerjasama yang baik, menguntungkan masyarakat dan daulah Islam serta membuka lapangan pekerjaan yang baik bagi ummat. Wallahu’alam bishawab []

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *