Bandung Juara Revitalisasi Posyandu, Hayu Terus Maju

Bagikan Artikel ini

Kegemilangan pelayanan kesehatan di masa Islam tercatat dalam sejarah, mulai di masa Rasulullah saw menjadikan dokter yang diberikan padanya digunakan untuk melayani kesehatan umat. Lalu muncul Bimaristan sebagai institusi rumah sakit di masa Umayyah. Yang terkenal dengan pelayanannya yang baik.

Oleh: Fatimah Azzahra, S.Pd

WacanaMuslim-Bandung juara! Bandung berhasil menerima penghargaan Anugerah Revitalisasi Posyandu saat perayaan Hari Jadi Jawa Barat tahun 2024 tanggal 25 Agustus kemarin. (Bandung.go.id)

Penghargaan ini dianggap menjadi bukti nyata kesuksesan kota Bandung dan posyandu Merak khususnya dalam pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu dan anak.

Revitalisasi Posyandu

Program Revitalisasi Posyandu ini diluncurkan pemerintah pusat karena menyadari peran posyandu sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan pada masyarakat. Apalagi status gizi kesehatan ibu dan anak merupakan penentu kualitas sumber daya manusia negeri ini. Periode emas pada seribu hari pertama kehidupan sangat penting menentukan kualitas generasi yang akan lahir. Pemenuhan asupan gizi pun menjadi penting pada masa ini.

Disamping itu, angka kematian ibu dan bayi di negeri ini masih terbilang tinggi, termasuk di Jawa Barat. Padahal, target SDGs angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan di tahun 2030 nanti. Pemerintah pun masih menargetkan memberantas angka stunting.

Upaya peningkatan kesehatan masyarakat saat ini dinyatakan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Harus ada kolaborasi dan kerja sama antara masyarakat dan pemerintah demi mewujudkan kesehatan masyarakat yang diidamkan. Apalagi sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan investasi penting bagi peradaban negara.

Kembali pada pentingnya peran posyandu dalam melayani kesehatan masyarakat. Maka, pemerintah melakukan revitalisasi posyandu yang secara garis besar tujuannya adalah untuk terselenggaranya kegiatan posyandu secara rutin dan berkesinambungan, tercapainya pemberdayaan tokoh masyarakat dan kader melalui program advokasi, orientasi, pelatihan atau penyegaran, dan tercapainya pemantapan program Posyandu.

Baca Juga : Maraknya Aborsi Dampak Dari Pergaulan Bebas di Sistem Kapitalisme Sekular

Kesehatan Masyarakat Tanggung Jawab Siapa?

Berdasarkan Permendagri No. 19 tahun 2011, bahwa Posyandu adalah Pos Pelayanan Terpadu dengan 6 program utama yaitu Program Pendidikan, Penguatan Ekonomi, Kesehatan, Ketahanan Keluarga, Pemberdayaan Masyarakat, Pusat Informasi dan Konsultasi berbagai permasalahan keluarga, serta integrasi program lainnya (Posyandu Multifungsi) utamanya dalam mendukung Gerakan penurunan prevalensi stunting terutama di pedesaan.

Patut dipertanyakan kembali akankah Posyandu bisa menyelesaikan permasalahan kesehatan masyarakat dengan penerapan sistem seperti ini? Betul edukasi dilakukan oleh pemerintah baik secara online ataupun offline dalam rangka mencerdaskan masyarakat, mengubah mind set Sehingga bisa melakukan pola hidup sehat. Tapi, edukasi ini sifatnya imbauan, rakyat dipersilakan memilih untuk mengikutinya atau tidak. Sehingga tak semua rakyat bisa mendapatkan edukasi ini.

Belum lagi permasalahan sistemik seperti kemiskinan yang hadir. Rakyat mungkin sudah paham akan makanan sehat yang harus dikonsumsi, tapi kondisi ekonomi yang tidak memadai memaksa mereka makan seadanya bahkan tidak mencukupi gizi. Wajar jika stunting dan gizi buruk masih sulit diatasi. Betul, ada PMT dari Posyandu atau pemberian bahan pangan sehat, tapi cukupkah semua itu untuk kebutuhan sehari-hari rakyat?

Mau tak mau negara harus hadir penuh mengentaskan masalah kemiskinan agar rakyat bisa terpenuhi gizinya, baik itu di level usia bayi, anak, remaja, ibu hamil, juga lansia. Stunting pun akan bisa ditekan bahkan hilang.

Edukasi melalui ‘tangan’ pemerintahan pun harus hadir. Sebagaimana pemerintah mampu mewajibkan program pendidikan, maka edukasi perbaikan pola hidup perlu dimasukan dalam kurikulum negara sehingga mind set seluruh rakyat Indonesia bisa satu frekuensi dalam memandang kehidupan sehat.

Sayangnya, negeri ini menerapkan sistem kapitalisme dimana negara hadir hanya sebagai mandor. Posyandu yang digerakkan oleh beberapa kader dengan bimbingan dari Puskesmas dan lembaga pemerintahan setempat menerima beban yang cukup berat. Inilah konsep good government ala kapitalisme yang diterapkan pemerintahan kita, dimana negara tak sendiri mengurusi urusan rakyatnya tapi bekerjasama dengan warga negaranya, juga sektor swasta.

Islam Menjaga Rakyat

Potret yang berbeda hadir dalam Islam. Islam tak hanya mengurusi sholat, puasa dan zakat saja, tapi pengurusan masyarakat pun ada dalam Islam. Sungguh Islam adalah dien yang sempurna yang Allah turunkan.

Islam mewajibkan negara memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan dan keamanan setiap rakyatnya. Oleh karena itu, negara akan turun langsung dalam penjagaan dan pemenuhannya. Kalau pun meminta kerja sama rakyat dan swasta, kendali tetap ada pada pemerintah.

Kegemilangan pelayanan kesehatan di masa Islam tercatat dalam sejarah, mulai di masa Rasulullah saw menjadikan dokter yang diberikan padanya digunakan untuk melayani kesehatan umat. Lalu muncul Bimaristan sebagai institusi rumah sakit di masa Umayyah. Yang terkenal dengan pelayanannya yang baik.

Dana pemeliharaan kesehatan rakyat diambil dari kas Baitul mal. Dimana dalam Islam ada pembagian konsep kepemilikan sumber daya, yakni kepemilikan individu, masyarakat dan negara. Bagi kepemilikan masyarakat dan negara akan dikelola oleh negara dan dikembalikan pada masyarakat dalam bentuk pelayanan yang memadai atau sarana dan prasarana.

Takkan ada konsep bisnis negara pada rakyatnya. Karena negara sadar akan kewajibannya sebagai junnah umat. Sehingga tak akan ada kata beban bagi negara saat mengurusi rakyat. Takkan terlontar pula pernyataan rakyat harus mandiri, karena memang ada ranah tanggung jawab negara yang besar dalam mengurusi umat.

Inilah sedikit potret kegemilangan dan mulianya islam kala diterapkan.

Wallahua’lam bish shawab.[]

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *