Memaknai Toleransi Sesuai Ajaran Nabi SAW

Bagikan Artikel ini

Islam memandang toleransi beragama adalah menghormati agama lain dengan membiarkan mereka beribadah sesuai agamanya masing masing tanpa mencampuradukkan ajarannya dengan ajaran Islam.

WacanaMuslim-Cuaca yang akhir-akhir ini cenderung gerah dan panas tak menyurutkan langkah para kaum ibu untuk hadir dalam acara Kajian Ibu Sholihah yang rutin diadakan setiap bulan. Tema kali ini adalah Memaknai Toleransi Beragama Sesuai Ajaran Nabi SAW, yang bertempat di Leces pada hari Ahad 27 Oktober 2024.

Sebagai pemateri kali ini adalah Ustadzah Ummu Syauqi. Beliau membuka pemaparannya dengan menjelaskan berbagai fakta yang terjadi di tengah-tengah umat, tentang kedatangan Paus Fransiscus ke Indonesia sangat kental dengan muatan politik. Ustadzah menyampaikan bahwa kedatangannya membawa misi-misi terselubung yaitu, mempropagandakan faham sinkretisme.

Beliau menjelaskan bahwa isu toleransi dan intoleransi menjadi sesuatu yang hangat diperbincangkan. Makna umum toleransi disalahgunakan. Padahal toleransi adalah bersikap menghargai, tidak memaksakan kehendak ataupun menghina agama lain dengan alasan apapun. Namun kenyataannya kaum muslim dituntut untuk memahami bahwa setiap agama adalah sama. Umat Islamtidak boleh merasa agamanya paling benar.

Inilah promosi toleransi ala barat yang seringkali menuju pada sinkrestisme agama alias mencampuradukkan agama. Ide moderasi beragama yang ditawarkan oleh barat telah membawa ancaman berupa krisis identitas bagi generasi muslim yang mendorong umat islam menjauhi ajaran islam, begitu penjelasan beliau.

Islam memandang toleransi beragama adalah menghormati agama lain dengan membiarkan mereka beribadah sesuai agamanya masing masing tanpa mencampuradukkan ajarannya dengan ajaran Islam. Kaum muslim harus menyakini bahwa islam adalah agama yang benar. Beliau mengutip ayat Al Quran Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِ سْلَا مُ ۗ 
“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam.”

Ustadzah menjelaskan makna toleransi beragama yang benar dalam islam ,terdapat dalam QS Alkafirun ayat 6. Sudah selayaknya kaum muslim mengikuti toleransi sesuai ajaran Rasulullah SAW yakni menghormati agama lain tanpa membenarkan dan mengikuti ajaran agama lainnya.

Diakhir penjelasannya Ustadzah menyatakan bahwa ketiadaan negara yang menerapkan syariat Islam secara kaffah telah menghilangkan pelindung (junnah) umat dari musuh-musuh agama Nya sehingga toleransi bisa ditarik ulur sesuai dengan kepentingan kafir penjajah.

Acara diakhiri dengan beberapa pertanyaan serta diskusi untuk lebih memantapkan lagi pemahaman para peserta dengan suasana menyenangkan.Kajian Kaisha diakhiri dengan pembacaan doa dan ramah tamah.[]
Reportase oleh Surya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *