Banjir: Bencana Alam Atau Kesalahan Tata Ruang?

Bagikan Artikel ini

Jika memang murni disebabkan oleh faktor alam, seharusnya banjir tidak terus berulang di wilayah yang sama.

Oleh : Ririn wahyu yuliani (Aktivis Muslimah)

         WacanaMuslim-Banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta hingga Selasa (13/1/2026) pagi. Berdasarkan pemberitaan Kompas, tercatat 22 rukun tetangga (RT) dan 5 ruas jalan terdampak, sehingga 1.137 warga terpaksa mengungsi. Menurut laporan BPBD DKI Jakarta, banjir dipicu hujan lebat hingga ekstrem serta luapan kali yang melebihi daya tampung infrastruktur pengendalian banjir yang ada.
   Banjir yang terjadi hampir setiap tahun jelas bukan hal yang wajar. Jika memang murni disebabkan oleh faktor alam, seharusnya banjir tidak terus berulang di wilayah yang sama. Kenyataannya, kejadian ini selalu terulang dan masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.

Hal yang paling membuat kesal adalah penanggulangan banjir yang tidak pernah menyentuh solusi jangka panjang. Penanganan yang dilakukan cenderung bersifat sementara dan darurat. Setiap kali banjir terjadi, penyebabnya kembali diarahkan pada faktor alam dan curah hujan. Padahal, seharusnya ada evaluasi dan introspeksi terhadap kebijakan yang sudah berjalan.

Alih-alih terus menyalahkan alam, persoalan utama justru terletak pada tata ruang yang tidak tertata dengan baik. Minimnya kawasan hijau dan tumbuhan menyebabkan berkurangnya daerah resapan air. Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir bukan semata-mata persoalan hujan, melainkan akibat dari pengelolaan lingkungan yang kurang serius.

Dalam prespektif Islam, tata kelola ruang akan memperhatikan dampak lingkungan secara menyeluruh. Pembangunan tidak berlandaskan asas manfaat kapitalistik yang hanya mengejar keuntungan, tetapi mempertimbangkan kemaslahatan umat dalam jangka panjang. Gambaran tata ruang ini menunjukkan adanya perhatian terhadap keseimbangan alam, tidak hanya demi kepentingan manusia, tetapi juga seluruh makhluk hidup. Dengan prinsip tersebut, pembangunan dalam Islam diarahkan untuk menciptakan rahmat bagi seluruh alam, bukan justru melahirkan musibah atau bencana.[] Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *