Oleh : Irawati Tri Kurnia
(Ibu Peduli Umat)
Hari Ahad tanggal 26 Januari 2025 kemarin Alhamdulillah kami dan teman-teman dari Cikarang menghadiri aksi bela Palestina di depan kedubes Amerika di Jakarta dekat Monas.
Persiapan sudah jauh hari sebelumnya. Kami diamanahi untuk mengajak para kenalan dan kontakan sepekan sebelumnya. List peserta aksi Alhamdulillah semakin memanjang, pertanda semakin besar antusiasme kenalan kami untuk berangkat ke sana. Walau saya sempat sedih, tidak ada satu pun kenalan saya yang bisa datang. Tapi Alhamdulillah, melihat semangat teman-teman lain selalu mengajak kenalan mereka dan gayung bersambut, saya ikut semangat. Yang penting bukankah sudah mengajak sebagai amal dakwah? Masalah akan disambut atau tidak, itu adalah urusan mereka dengan Allah.
Hari H pun tiba. Karena disepakati akan berangkat pukul 6 pagi, saya pukul 5 sudah berangkat ke rumah teman yang akan saya titipi motor. Saat itu suasana masih gelap. Bismillah, saya pun berangkat. Sepanjang jalan tak lepas berzikir agar perjalanan lancar sampai rumah teman, karena baru kali ini naik motor dalam kondisi cuaca masih gelap dan dini hari. Alhamdulillah sampai juga di rumah teman saya. Kemudian kami berempat berjalan menuju titik kumpul tempat berhentinya bis.
Sepuluh menit kami berjalan, Alhamdulillah sampai di tujuan. Ada beberapa teman sudah berkumpul di sana, juga ibu koordinator bis yang akan saya naiki. Tidak lama kemudian Alhamdulillah lima belas menit kemudian bis pun datang. Setelah mengatur tempat duduk, bismillah, bis pun berjalan. Setelah ibu koordinator memberikan sambutan, doa dan arahan yel-yel untuk memberi semangat; saya pun yang diberi amanah untuk memberi orasi pun berdiri. Berjalan sekitar 15 menit, orasi berhenti karena bis rehat sebentar di rest area. Menunggu sekitar 15 menit untuk para peserta sedang ke toilet, bisa pun kembali berjalan.
Diiringi lagu-lagu nasyid yang diputar, semakin menyemangati kami dan menambah syahdu suasana pra aksi dalam perjuangan dalam dakwah, demi mensosialisasikan solusi hakiki Palestina dengan jihad dan Khilafah.
BACA JUGA : Jihad dan Khilafah: Solusi Palestina
Alhamdulillah setengah jam kemudian kami pun sampai di spot tempat aksi. Semua bersiap memakai topi dan menyiapkan bendera Al-Liwa (bendera putih berlafaz kalimat syahadat) dan Ar-Rayah (bendera hitam berkafaz kalimat syahadat juga). Tapi bagi peserta, teman-teman panitia sudah menyiapkan bendera Ar-Rayah kecil yang difotokopi di kertas dan ditempel di sumpit. Saya membawa dua tongkat dan dua bendera Ar-Rayah, satu pasang saya pinjamkan ibu koordinator. Inna lillahi..tapi saya lupa bawa topi putih dan hitam berbordir lafaz syahadat! Astaghfirullah, padahal kapan lagi memakai topi itu jika bukan momen aksi.
Kami pun turun dari bis dan mulai berjalan sambil menata barisan. Sepanjang jalan saya kerepotan mengikat bendera saya yang ternyata terbalik memasangnya. Karena saat saya kibarkan, ada teman yang mengingatkan. Malu juga. Akhirnya Alhamdulillah ada teman yang membantu memasangkannya.
Suasana haru biru menyergap hati. Melihat bendera Al-liwa dan Ar-Rayah dikibarkan, membuat hati merinding dan merindu, ingin segera bendera ini selalu dikibarkan. Tidak hanya saat aksi, tapi di setiap hari, di rumah-rumah penduduk. Sepanjang berjalan ada teman-teman yang bersahutan mengumandangkan yell-yell, kami semakin bersemangat untuk berjalan ke titip kumpul tanpa kenal lelah, walau letih sudah menyapa dan keringat pun menghiasi sekujur tubuh.
Aksi di Jakarta di sangat ramai peserta, ada sekitar 15.000 orang berkumpul. Selain wilayah Jakarta, ada yang datang dari Cikarang seperti kami, Depok, Tangerang, Banten dan Bekasi. Pada titik tertentu, kami sudah tidak bisa berjalan lagi. Karena sudah mendekati panggung orasi. Tapi orasinya masih terdengar sayup-sayup. Akhirnya saya dan tiga orang teman pelan-pelan mencari jalan untuk semakin mendekati panggung orasi. Tapi karena berjubelnya peserta aksi, kami berhenti di titik di mana ada speaker pengeras suara, jadi orasi terdengar jelas dan kami bisa menyimak dengan jelas serta larut dengan seruan-seruannya.
Sesekali kami duduk di jalan sambil menikmati minum dan bekal, karena sudah Lelah berjalan. Panitia menyediakan kain panjang warna putih untuk ditanda tangani para peserta aksi, sebagai bukti simbolis dukungan kami pada Palestina. Kami pun ikut membubuhkan tanda tangan di atas kain tersebut. Alhamdulillah cuaca cerah tapi tidak terlalu Terik, sehingga kami tidak terlalu lelah. Tak lama kemudian orasi ditutup oleh ustaz Yasin Muthohar sekaligus menutup dengan doa. Kemudian aksi pun berakhir. Sebelum Kembali di bis, ibu coordinator mengajak kami berfoto. Maka berfotolah kami di depan Gedung perpustakaan dekat kedubes Amerika. Setelah itu kami menuju bis kami yang Alhamdulillah parkir tak jauh dari spot aksi, sehingga kami tidak lelah mencarinya.
Sangat berkesan aksi bela Palestina kali ini. Berbeda dengan dua aksi sebelumnya yang lumayan menguras tenaga karena spot parkir bis jauh dan cuaca saat itu sangat Terik. Allah memberikan kesejukan cuaca bagi kami para pejuang dakwah. Tapi perjuangan belum berakhir. Semoga ini menjadi momen bagi kami untuk semakin gencar menyuarakan Solusi hakiki Palestina dengan jihad dan Khilafah, aamiin..!

