Gaza Dan Kebangkitan Umat

Bagikan Artikel ini

Umat Islam memiliki tanggung jawab terhadap Palestina hingga negeri tersebut dibebaskan dengan jihad yang akan dikomando khalifah.

Oleh : Leni Andriyanti

WacanaMuslim-Di kabarkan dari cnbcindonesia.com, Jumlah warga Gaz4 tewas di Jalur Gaza meningkat menjadi 56.412 orang, dengan 133.054 orang lainnya terluka sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, hal ini disampaikan pihak kesehatan Gaza pada hari Sabtu 28 Juni 2025. Dalam Serangan Israel merenggut banyak nyawa warga Palestina dan menyebabkan Ratusan orang lainnya terluka.

Sejak 2 Maret 2025 kaum muslim Gaza menderita kelaparan. Dalih zionis menekan kelompok Hamas agar membebaskan para sandera yang mereka tahan. Gaza terus dibombardir hingga rata menjadi tanah. Dengan kejinya, zionis juga memblokade segala bantuan makanan, obat-obatan, dan kemanusiaan. Yang mengakibatkan situasi Gaza sungguh mengenaskan hingga terdengar berita terkini Muslim Gaza sedang mengalami kelaparan dan berada di ambang kematian.

Dalam pernyataan resminya, Word Food Programe menyatakan bantuan terakhir telah disalurkan ke dapur umum di berbagai wilayah Gaza. Program Pangan Dunia (World Food Programme) kehabisan stock bahan makanan. Mereka memperkirakan dapur-dapur memasak berhenti beroperasi dalam beberapa hari ke depan. Situasi ini kian mengkhawatirkan mengingat sekitar 80% dari dua juta penduduk Gaza bergantung pada makanan dari dapur umum tersebut. Selama ini bantuan program pangan dunia telah mendukung 37 dapur umum yang mampu memproduksi sekitar 500 ribu porsi makanan setiap hari. Namun sampai detik ini belum diketahui pasti jumlah dapur yang masih bisa beroperasi setelah stok makanan habis. Kekejaman zionis ini disaksikan dengan jelas oleh dunia.

Hal urgent yang paling mendasar dan mendesak untuk mereka ialah pembebasan tanah Palestina dari penjajahan zionis. Pembebasan ini membutuhkan kesatuan pemikiran untuk bersatu menolong saudara muslim di Gaza berupa pengiriman bantuan militer untuk melawan zionis. Sebagaimana penghalang fisik memang harus dan hanya bisa ditumbangkan juga dengan kekuatan fisik. Bukan dengan solusi yang ditawarkan oleh AS dan PBB diantaranya solusi dua negara. Solusi tersebut yang dikompromikan dan dikampayekan untuk Palestina merupakan wujud pengkhianatan. Tak kalah buruknya dari sikap berdiam diri atas kezaliman dan menutup mata dari hal yang terjadi di Palestina adalah beban yang tidak akan sanggup kita tanggung kelak di hadapan Allah Swt. Mengingat betapa besar tanggung jawab tersebut. Melupakan Palestina adalah kelalaian yang teramat berat jika di akhirat kita berjumpa dengan Rasulullah saw.

Situasi Gaza makin memprihatinkan di tengah pengkhianatan para penguasa muslim. Perang Iran justru makin menunjukkan tidak satupun penguasa muslim yang benar-benar serius menolong Gaza. Dorongan sebagian penguasa muslim termasuk indonesia untuk menekan Zionis menerima solusi dua negara adalah solusi untuk membodoh-bodohi umat dan sangat absurd. Zionis dan AS sampai kapan pun tidak akan menerima Palestina merdeka dengan kemerdekaan penuh. Begitu pun warga Palestina yang tulus dan lurus. Mereka tidak mungkin menerima ada sejengkal pun tanah kaum muslimin diberikan kepada penjajah. Mereka tidak mungkin mau mengkhianati perjanjian Umariyah dan pengorbanan para syuhada yang sudah mempertahankan tanah Palestina dengan nyawa mereka. Artinya pembantaian akan terus terjadi dan perlawanan juga tidak akan pernah surut.

Sudah ada beberapa tindakan dari kaum muslim sebagai peduli Gaza namun tidak bisa memberikan solusi tuntas tentang Gaza Palestina. Seperti aksi Boikot terhadap produk yang terindikasi berafiliasi dengan Israel, mungkin memang berhasil memberikan pukulan secara ekonomi di negeri-negeri Islam dengan tutupnya beberapa usaha tersebut akan tetapi tetap tidak mengurangi serangan Israel terhadap Gaza.

Begitu juga rencana evakuasi korban Gaza ke negeri-negeri Muslim seperti yang disampaikan presiden RI agar korban Gaza dievakuasi ke Indonesia. Hal ini justru akan semakin membuat Israel leluasa menguasai Gaza dengan tak adanya jaminan bahwa korban Gaza bisa kembali ke Palestina. Hal ini juga bukan langkah untuk menghentikan serangan zionis atas Gaza.

Solusi bagi masalah Gaza tidak bisa berharap pada PBB serta organisasi internasional lainnya Dalam kitab Mafahim Siyasiyah li Hizbit Tahrir hlm. 205, Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan latar belakang lahirnya PBB dan perkembangan keanggotaannya. Bahwa PBB hanyalah alat bagi AS untuk memaksakan undang-undang internasional diterapkan di negara-negara anggotanya. Undang-undang yang akan terus mengokohkan kekuasaan AS sebagai negara pertama di dunia.

Oleh karena itu, kita wajib mengambil solusi penjajahan di Gaza Palestina dari sumber yang telah ditetapkan oleh Allah SWT yaitu jihad fiisabilillah. Sebagaimana perintah Allah dalam Al Quran dan Sunnah. Allah berfirman dalam Al Quran Surah Al-Baqarah Ayat 190
“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”.

Umat Islam memiliki tanggung jawab terhadap Palestina hingga negeri tersebut dibebaskan dengan jihad yang akan dikomando khalifah. Khalifah mampu menjadi perisai hakiki umat sebagaimana dahulu Palestina berada di bawah naungan kekuasaan Islam. Barat dan sekutunya paham betul kekuatan sejati umat Islam ini. Netanyahu menyatakan, “Kami mengenal musuh kami dengan baik dan tidak akan menerima keberadaan Khilafah di sini atau di Lebanon. Dan kami berupaya untuk memastikan kelangsungan hidup (Israel).” Menolak khilafah sejatinya menggambarkan ketakutan akan kekuatan umat islam yang mulai terbentuk kesadarannya dengan menyerukan jihad dan tegaknya khilafah sebagai solusi di tingkat global.

Kebutuhan akan jihad dan Khilafah sebagai solusi paripurna bagi Palestina semakin mendesak dan nyata. Kewajiban kita dalam upaya membebaskan Palestina dari penjajahan dan penderitaan adalah dengan terus menyuarakan solusi paripurna ini. Dakwah yang berpengaruh harus terus diperjuangkan agar mampu mengubah pemikiran serta membersihkan pemahaman umat dari ideologi sekuler kapitalisme hingga terbentuk pemahaman Islam yang benar dan menyeluruh.

Tegaknya khilafah harus dipahami umat sebagai satu-satunya jalan mengembalikan kekuatan, persatuan, dan kekuasaan Islam yang membutuhkan penerapan syariat Islam kafah. Upaya berkelanjutan melalui pembinaan intensif secara personal dan komunal yang dilakukan kelompok dakwah yang lurus dan ideologis merupakan hal yang dibutuhkan saat ini agar umat memiliki pemahaman yang sama bahwa solusi hakiki dan nyata bagi Palestina adalah jihad dan Khilafah

Umat Islam harus fokus dan percaya bahwa solusi masalah Gaza dan Palestina adalah kehadiran Khilafah yang akan mengomando jihad. Umat tidak boleh terdistrak oleh opini bahwa seruan ini berarti rakyat Gaza terus dibantai. Umat harus ingat bahwa seruan solusi dua negara sudah dinarasikan sejak dulu, dan sepanjang itu pula pembantaian terus terjadi.

Pembantaian di Gaza harusnya menjadi momen bangkitnya kesadaran umat bahwa berharap pada solusi Barat justru menjauhkan pada solusi hakiki. Solusi hakiki adalah menghadirkan Khilafah sebagai warisan nabi yang terbukti telah menjadi penjaga umat dan telah membawa umat kepada kebangkitan hakiki.

Umat harus mendukung dan segera terjun bergerak dalam perjuangan menegakkan Khilafah bersama kelompok dakwah ideologis. Ini adalah bukti keseriusan kita menolong Gaza-Palestina, dan juga mengangkat umat yang lainnya dari kehinaan akibat hidup dalam naungan sistem sekuler kapitalisme. Wallohu a’lam bishowab[] Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *