Sistem pendidikan saat ini cenderung hanya berorientasi pada pencapaian akademik tanpa menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
Oleh : Nur Saleha, S.Pd
Praktisi Pendidikan
WacanaMuslim-Kasus kekerasan oleh anak terhadap keluarganya yang terjadi di Lebak Bulus baru-baru ini menggemparkan masyarakat. Seorang anak berusia 14 tahun tega membunuh ayah dan neneknya serta melukai ibu kandungnya dengan senjata tajam bukanlah peristiwa tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kasus kekerasan serupa sering terjadi, baik di Indonesia maupun di negara lain. Hal ini menandakan adanya masalah mendasar yang bersifat sistemik.
Sistem Sekular dan Kehancuran Moral
Penyebab utama dari fenomena ini adalah penerapan sistem sekular yang memisahkan agama dari kehidupan. Sistem ini gagal menjaga fitrah manusia yang membutuhkan arahan moral dan spiritual. Dalam sistem sekuler, pendidikan, budaya, dan media massa tidak diarahkan untuk membentuk manusia yang berkepribadian mulia. Sebaliknya, sistem ini lebih banyak menekankan kebebasan individu tanpa batasan yang jelas, bahkan hingga meminggirkan peran agama sebagai pedoman hidup.
Sistem pendidikan saat ini cenderung hanya berorientasi pada pencapaian akademik tanpa menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Tidak adanya visi yang jelas dalam membangun kepribadian generasi muda menyebabkan mereka kehilangan arah. Media juga sering kali menyuguhkan tayangan yang mempromosikan kekerasan, individualisme, dan gaya hidup materialistis, yang semakin memperburuk keadaan.
Negara Tidak Berfungsi Sebagai Penjaga
Negara yang seharusnya berfungsi sebagai pelindung dan pengarah bagi rakyatnya justru gagal menjalankan perannya. Sebagai raa’in (pengurus urusan rakyat), negara berkewajiban memastikan pendidikan, keluarga, dan masyarakat berjalan sesuai dengan visi membangun generasi berakhlak mulia. Namun, dalam sistem saat ini, peran ini sering diabaikan.
Sebagai contoh, kasus anak yang melakukan pembunuhan terhadap keluarganya menunjukkan adanya kegagalan negara dalam mendidik dan menjaga kesehatan mental generasi muda. Tidak ada kebijakan yang benar-benar serius untuk menanamkan nilai agama dan moralitas dalam pendidikan atau melindungi anak-anak dari pengaruh negatif budaya sekular.
Baca Juga : Pajak Tinggi : Kehancuran Kapitalisme Dan Kemenangan Islam
Bagaimana Islam Menjaga Generasi
Dalam sejarah peradaban Islam, negara memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga generasi. Hal ini terbukti pada masa Khilafah, di mana negara menjalankan fungsinya sebagai pengurus dan pelindung rakyat. Beberapa contoh konkret penerapan sistem Islam dalam menjaga generasi adalah sebagai berikut:
- Sistem Pendidikan Berbasis Akidah Islam
Pendidikan dalam Islam bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian. Negara memastikan bahwa kurikulum pendidikan didasarkan pada akidah Islam yang menanamkan nilai iman, takwa, dan akhlak mulia. Generasi yang dihasilkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. - Peran Negara sebagai Pelindung
Negara Islam memikul tanggung jawab dalam menjaga kesehatan mental rakyatnya. Sistem hukum dan media diatur untuk memastikan bahwa masyarakat terhindar dari konten yang merusak akhlak. Negara juga menyediakan layanan kesehatan mental yang terjangkau bagi seluruh rakyat. - Keluarga Sebagai Pondasi Utama
Islam memberikan perhatian besar pada penguatan institusi keluarga. Orang tua didorong untuk mendidik anak-anak mereka dengan kasih sayang dan nilai-nilai Islam. Negara mendukung hal ini dengan memberikan pelatihan dan dukungan kepada keluarga untuk menjalankan perannya secara optimal. - Lahirnya Generasi Cemerlang
Dalam sejarah Islam, banyak ilmuwan besar yang lahir dari sistem ini, seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan Al-Farabi. Mereka tidak hanya unggul dalam bidang ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia. Hal ini terjadi karena sistem Islam mendorong integrasi ilmu agama dan ilmu duniawi.
Solusi Islam untuk Generasi Masa Depan
Islam menawarkan solusi komprehensif untuk menyelesaikan masalah generasi sadis ini. Kuncinya terletak pada penerapan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
- Reformasi Sistem Pendidikan
Pendidikan harus diarahkan untuk membangun generasi beriman dan bertakwa. Negara wajib mengadopsi kurikulum berbasis akidah Islam yang menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. - Pengaturan Media dan Konten
Negara harus mengontrol media agar tidak menyebarkan konten yang merusak moral masyarakat. Sebaliknya, media diarahkan untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif dan moral. - Dukungan untuk Keluarga
Negara perlu memberikan dukungan nyata kepada keluarga dalam mendidik anak-anak mereka, termasuk melalui program pelatihan parenting Islami. - Kesejahteraan Mental Rakyat
Negara Islam memberikan perhatian besar pada kesehatan mental rakyatnya. Layanan kesehatan mental disediakan secara gratis dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Penutup
Fenomena generasi sadis adalah buah dari sistem sekuler yang gagal menjaga fitrah manusia. Solusi untuk masalah ini hanya dapat ditemukan dalam penerapan sistem Islam secara menyeluruh. Sejarah membuktikan bahwa Islam mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkontribusi besar bagi peradaban. Saatnya kita kembali kepada aturan Allah untuk menciptakan generasi masa depan yang lebih baik.[]
Sumber Foto : Canva

