Kan ku ingat selalu nasihat guruku
Terimakasihku guruku
Oleh: Teti Ummu Azka
Aktivis Muslimah
WacanaMuslim–Terimakasihku ku ucapkan pada guruku yang tulus
Ilmu yang berguna selalu dilimpahkan
Untuk bekal ku nanti
Setiap hari ku di bimbingnya
Agar tumbuhlah bakatku
Kan ku ingat selalu nasihat guruku
Terimakasihku guruku
Lirik lagu yang dinyanyikan oleh Gita Gutawa ini menggambarkan keuletan seorang guru dalam mendidik muridnya.
Sejatinya guru adalah orang yang sangat berjasa karena mengamalkan ilmunya tanpa pamrih, membimbing murid-murid nya tanpa rasa lelah karenanyalah lahir generasi-generasi cerdas. Maka sudah sepantasnya mereka mendapatkan imbalan yang setara atas perjuangannya dalam mendidik anak bangsa. Guru adalah ujung tombak dalam pembentuk karakter dan peningkat kompetensi generasi muda serta memiliki peran luar biasa.
Bahkan pemerintah telah menetapkan tanggal 25 November untuk memperingati hari guru sebagai penghargaan untuk mendukung kesejahteraan dan peningkatkan kualitas guru sebagai pendidik pencetak generasi muda. Artinya semua mengakui bahwa peran guru sangatlah penting.Namun benarkah demikian?
Realitanya yang terjadi hari ini sangatlah bertentangan. perjuangannya menjadi tidak berharga kala hidup dalam sistem yang kufur (Demokrasi) mereka tidak mendapatkan hak yang layak yang setara dengan perjuangannya. Bahkan seringkali mendapatkan kriminalisasi, niat hati mendidik anak muridnya kerap di salah artikan oleh para orang tua. Hal ini tentu saja menjadikan guru serba salah dalam bertindak. Dari satu sisi ia harus tegas dalam bersikap untuk melahirkan anak-anak berkualitas. Di sisi lain ia harus berhadapan dengan para orang tua yang tidak terima dengan cara mendidik sang guru. Bahkan merasa anaknya menjadi korban. Seringkali kasusnya berujung pelaporan ke pihak berwajib, ujung-ujungnya sang guru menjadi tersangka.
Dikutip dari CNNIndonesia.com (06-10-2024), seperti kasus yang menimpa Supriyani guru di salah satu sekolah SD Negeri 04 Baito, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Ia serorang guru honorer yang telah mengabdi selama 16 tahun, didakwa melakukan kekerasan fisik terhadap seorang siswa, D (8) anak dari anggota polisi, Apida Hasyim Wibowo. Sebelumnya Di Makasar Sulawesi Selatan, telah dilaporkan bahwa seorang guru ponpes, berinisial YB karena di tuduh menganiaya seorang santri yang hendak mencuri. Inilah realitas yang menimpa guru kita hari ini.
Semua perkara ini tidak akan pernah terjadi di dalam Islam. Sebab Islam sebuah agama yang sangat memperhatikan masalah pendidikan. Tidak hanya mengatur masalah pendidikan tetapi Islam telah mengatur seluruh aspek kehidupan. Jika kita melihat pada masa-masa awal kejayaan Islam, maka kita akan menyaksikan betapa Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Tujuan pendidikan Islam adalah membekali akal dengan pemikiran dan ide-ide yang sehat baik akidah ataupun hukum. Islam selalu mendorong kepada manusia agar selalu menuntut ilmu. Dengan demikian Allah mewajibkan setiap kaum muslim agar menuntut ilmu.
Rasulullah saw. bersabda:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah, Ibnu Adi, al-Baihaqi, dan ath-Thabrani)
Bahkan Allah akan memberi derajat yang lebih tinggi kepada setiap orang yang berpengetahuan. Allah SWT berfiman:
“Allah mengangkat (derajat) orang-orang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat.”(TQS. al-Mujadalah [58]: 11)
Apabila kita cermati pada saat perang badar, kita akan mendapati pelajaran yang luar biasa. Pada masa itu kaum muslim berhasil mengalahkan dengan telak kaum kafir dan mendapat banyak tawanan. Rasulullah saw. mengambil kebijakan membebaskan para tawanan dengan syarat setiap tawanan mengajarkan baca tulis kepada 10 orang. Dan pada saat Umar bin Khattab menjadi khalifah beliau memberikan kepada seorang guru yang mengajar anak-anak dengan gaji 15 dinar setara dengan 63,75 gram emas setiap bulannya. Dari sini kita dapat menyaksikan bagaimana Islam sangat menghargai ilmu hingga khalifah berani memberi upah dengan nilai fantastis kepada setiap guru yang mengajar.
Negara Islam benar-benar memperhatikan berbagai sarana pendidikan dengan bebas biaya. Khalifah memahami betul bahwa pendidikan rakyat adalah tanggung jawab negara. Hal ini bertentangan dengan sistem saat ini justru biaya pendidikan sangat mahal namun upah yang di terima guru sangat minim. Ini artinya selama sistem kufur yang berkuasa maka selama itu juga rakyat tidak akan pernah mendapatkan hak-haknya termasuk hak guru orang yang sangat dimuliakan dalam Islam.
Dengan demikian sudah saatnya kita campakkan sistem kufur ini dan menggantinya dengan sistem Islam yang sudah terbukti memberikan kesejahteraan berabad lamanya. Mari kita bersama-sama berjuang merapatkan barisan dakwah menerapkan Islam kafah demi terwujudnya kesejahteraan. Karena, selama kita berada dalam sistem kufur ini, hidup kita tidak akan pernah mendapatkan ketenangan selamanya. Wallahualam bissawab[]
Baca Juga : https://wacanamuslim.web.id/sistem-kapitalisme-gagal-mensejahterakan/
Sumber Foto : Canva

