Oleh. Sri Rahayu Lesmanawaty (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)
WacanaMuslim-Tragis. Menyedihkan. Pada bulan Juni ini marak bahkan viral berbagai berita kriminal yang para pelakunya adalah bagian dari anggota keluarga bahkan keluarga secara bersama-sama.
Media televisi di berbagai stasiun TV dipenuhi berita kriminal. Mulai dari pencurian yang dilakukan oleh sepasang suami istri beserta anaknya, pembunuhan istri oleh suami, pembunuhan nenek oleh cucu, dan masih banyak lagi kerap terjadi belakangan ini. Kasus kriminalitas ini dipicu oleh banyak hal, seperti aspek ekonomi, pendidikan, teknologi, dan lainnya.
Media hari ini seakan tidak mampu berhenti mewartakan kriminalitas. Setiap hari, kasusnya kian beragam dengan kadar kekerasan yang makin mengerikan. Pelakunya kian hari kian beringas.
Hubungan antarmanusia sering kali seperti segerombolan hewan yang saling berebut untuk bertahan hidup, yang kuat memangsa yang lemah. Rasa kasih sayang pada sesama manusia kian menghilang, bahkan pada anggota keluarganya sendiri.
Makin tingginya kriminalitas ini tidak bisa dilepaskan dari sistem kehidupan sekuler yang rusak dan merusak. Sistem ini dikatakan rusak sebab menghilangkan peran Sang Pencipta dalam kehidupan. Meskipun mereka mengakui adanya Tuhan, pengingkaran mereka terhadap aturan-Nya sama saja dengan menyingkirkan peran Sang Pencipta dalam kehidupan umat manusia.
Selain rusak dari asasnya, sistem ini pun merusak kehidupan umat manusia. Saat manusia tidak mau diatur oleh Penciptanya, padahal Allah Swt. yang paling mengetahui perkara yang terbaik bagi ciptaan-Nya, maka akibatnya adalah manusia akan hidup tanpa arah. Mereka akan melakukan perkara yang disukai berdasarkan hawa nafsu semata. Saat marah, ia akan melampiaskan kemarahannya dengan bentuk apa pun, tidak peduli merugikan orang atau bahkan merugikan diri sendiri.
Sistem kehidupan sekuler telah terbukti gagal dalam menciptakan rasa aman. Negara mandul dalam menjaga nyawa. Sistem kehidupan sekuler benar-benar merusak semua sektor, baik ekonomi, pergaulan, pendidikan, media, maupun yang lainnya. Akibatnya, kriminalitas meningkat dan nyawa manusia kian tidak ada harganya.
Dengan kondisi ini tentunya para mubalighoh dengan perannya tidak bisa tinggal diam. Sebagai insan berilmu agama sudah selayaknya terus membersamai umat untuk meluruskan faham umat tentang Taqwa. Menjauhi perbuatan kriminal harus terus ditanamkan.
Mubalighah pun harus tetap bersuara pada para penguasa tentang kewajiban Negara untuk tidak abai dalam meriayah rakyatnya. Sabda Rasulullah saw.,
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan istri pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya. Ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya” (HR al-Bukhari).
Kriminalitas tidak bisa dipandang sebelah mata karena menyangkut hidup manusia, bahkan nyawa. Islam sebagai agama sempurna yang diturunkan Allah SWT untuk mengatur kehidupan manusia sangat menghargai nyawa manusia. Islam sangat memperhatikan penjagaan dan perlindungan nyawa manusia.
Tidak ada agama yang begitu menghargai dan melindungi nyawa manusia melebihi Islam. Darah dan jiwa sangat mendapatkan penjagaan dan perlindungan kuat. Bahkan Allah menetapkan pembunuhan satu nyawa tak berdosa sama dengan menghilangkan nyawa seluruh manusia.
Firman Allah Ta’ala,
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِالْحَقِّۗ….
“Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar…..(QS. Al Isra:33)
Tiga Pilar (Invidu, masyarakat, Negara) butuh ditegakkan secara sistemis agar dengan tegaknya tiga pilar ini mampu mewujudkan masyarakat Islam yang memiliki ketakwaan yang tinggi kepada Allah Swt. serta masyarakat yang saling menasihati dalam kebaikan. Tentunya Pilar Pilar ini terbangun dengan institusi kuat yang benar benar menaungi umat secara paripurna. Dan institusi Khilafah Islamiah telah memvisualisasi dalam gambaran nyata selama hampir 13 abad lebih seluruh persoalan terselesaikan dengan tuntas, termasuk kriminalitas.
Wallaahu a’laam bisshawaab.[] Sumber Foto : Canva

