Penerapan Islam secara paripurna akan mewujudkan optimalnya fungsi keluarga. Karena para ayah akan dengan mudah memenuhi kebutuhan keluarganya dengan layak, dan para ibu akan fokus mengoptimalkan peran mereka sebagai pendidik calon-calon generasi penerus yang berkualitas
Oleh : Lailatul Syafitri ( Ibu rumah tangga dan Komunitas muslimah peduli generasi)
WacanaMuslim-Satreskrim Polrestabes Medan meringkus empat perempuan yang terlibat jual beli bayi seharga Rp 20 juta di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan Ajun Komisaris Madya Yustadi mengatakan, terungkapnya kasus berawal dari informasi masyarakat bahwa ada rencana transaksi bayi yang baru dilahirkan di sebuah rumah sakit di Kecamatan Percutseituan pada 6 Agustus 2024. Bayi ini anak kandung dari anak salah satu pelaku yang ditangkap, dijual Rp 20 juta. Si ibu mengaku menjual bayinya karena kondisi ekonomi, si pembeli mengaku tidak punya anak. Dia akan membesarkan bayi yang dibelinya seperti anak sendiri. Kami masih menyelidiki kasus ini,” kata Madya.(16-8-2024, tempo.com)
Saat ini keempat pelaku masih menjalani proses penyelidikan di Polrestabes Medan. Pihaknya masih mendalami, terkait sudah berapa kali pelaku beraksi dan apakah ada pelaku lainnya. Untuk saat ini, para pelaku ditahan untuk menjalani proses hukum yang ada. Para pelaku dijerat dengan UU No 35 tahun 2014 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(14-8-2024, Kompas.com )
Banyak kasus penjualan bayi yang serupa terjadi karena himpitan ekonomi. Tentu kejadian- kejadian seperti ini sangat disayangkan dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa himpitan ekonomi dapat mengakibatkan hilangnya akal sehat dan matinya naluri keibuan. Terlebih bila dukungan sistem juga tidak berjalan, baik karena sama-sama miskin ataupun individualistis.
Abainya negara dalam mewujudkan kesejahteraan juga berperan, termasuk dalam penyediaan lapangan kerja bagi para suami. Hal ini erat dengan sistem ekonomi yang diterapkan saat ini. Seperti yang kita ketahui bahwa sistem ekonomi saat ini adalah sistem ekonomi kapitalis yang berpihak hanya pada para pemilik modal atau lebih tepatnya adalah para pengusaha, sehingga ketika kebijakan-kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah justru tidak berpihak pada masyarakat secara umum khususnya masyarakat menengah ke bawah yang jumlahnya mayoritas. Sebagai contoh hal ini terlihat pada sistem kontrak kerja ( outsourcing), proses penggajian, lalu terlihat juga pada pemenuhan biaya kebutuhan-kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, lalu penggunaan fasilitas-fasilitas umum seperti listrik, air itu semua harus ditopang oleh tiap-tiap individu. Dan ini tentunya menjadi beban yang cukup besar bagi para suami/ ayah yang harus menanggung semuanya karena memang tidak ditopang oleh negara.
Di sisi lain, hal ini mencerminkan gagalnya sistem Pendidikan membentuk pribadi yang takwa yang tidak memahami konsep rezeki setiap orang bahkan bayi yang baru lahir justru ada pintu rejeki yang terbuka bagi keluarganya. Dan tanggung jawab kedua orangtuanya terhadap anak-anaknya.
Islam menetapkan peran negara sebagai pelayan rakyat, kesejahteraan menjadi kewajiban negara untuk mewujudkannya. Islam memiliki sistem ekonomi yang mensejahterakan rakyat melalui berbagai mekanisme, termasuk banyaknya lapangan pekerjaan, memberi layanan kebutuhan dasar secara gratis, penggunaan listrik, air, gas dengan harga yang sangat murah dan mudah diperoleh.
Islam juga memiliki sistem pendidikan yang akan membentuk kepribadian Islam yakni memiliki pola pikir dan pola sikap sesuai dengan tuntunan Ilahi. Media juga berperan mendukung terbentuknya keimanan dengan memberi porsi yang besar bagi pesan- pesan baik yang mendidik, dan tidak memberikan porsi pada pesan-pesan yang mengarahkan pada hal- hal buruk.
Akhirnya penerapan Islam secara paripurna akan mewujudkan optimalnya fungsi keluarga. Karena para ayah akan dengan mudah memenuhi kebutuhan keluarganya dengan layak, dan para ibu akan fokus mengoptimalkan peran mereka sebagai pendidik calon-calon generasi penerus yang berkualitas. Kapan negeri ini akan mengambilnya? Wallahu a’ lam.
Sumber Foto : Canva

