Nasionalisme Racun Pemahaman, Syariat Islam Membawa Kemaslahatan

Bagikan Artikel ini

Islam sebagaimana maknanya adalah ajaran yang membawa kedamaian dan keselamatan, akidah Islam harus menjadi fondasi utama dalam merajut persatuan bangsa dan menciptakan perdamaian.

Oleh : Jahidah Islama El Mumtazah

WacanaMuslim-Dilansir dari NewsTasikmalaya.com (01-06-2026). Kapolres Kota Tasikmalaya AKBP Andi Purwanto, membacakan amanat BPIP. Ditegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum krusial untuk melakukan refleksi mendalam, bukan sekadar rutinitas seremoni tahunan. Nilai-nilai dasar negara harus dipastikan tetap hidup dan terimplementasi dalam sanubari setiap masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” tapi faktanya, nilai-nilai dasar negara pudar dalam praktik. Nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial masih sering dijadikan alat retorika politik belaka.

Nilai pancasila kerap dikalahkan oleh problematika kehidupan seperti ketimpangan ekonomi, korupsi, sikap tunduk kepada bangsa lain hingga membelenggu bangsa sendiri perpecahan umat pun kerap terjadi bahkan belum mampu mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana cita-citanya. Nilai Pancasila lahir dari bayang-bayang negara lain gagal menjadi fondasi pemersatu dan perdamaian dunia.

Sudah seyogyanya sekat-sekat, juga racun nasionalisme di hilangkan. Saatnya umat bersatu dalam pemahaman islam yang hakiki. Sebab kembalinya persatuan umat Islam, terletak pada persamaan pemahaman, yakni pemahaman islam yang kaffah. Lantas seperti apa pandangan tentang islam kafah?

Islam sebagaimana maknanya adalah ajaran yang membawa kedamaian dan keselamatan, akidah Islam harus menjadi fondasi utama dalam merajut persatuan bangsa dan menciptakan perdamaian.

Keyakinan tauhid sebagai pondasi yang ada dalam Islam. Di mana islam mengajarkan bahwa seluruh umat manusia berasal dari satu akar yang sama. Di dalamnya terdapat perasaan, pemikiran, dan aturan yang sama. Sehingga mendorong terciptanya persaudaraan universal. Karena islam memiliku konsep mewujudkan perdamaian, keselamatan dan kemaslahatan bagi seluruh manusia.

Selain itu, umat Islam harus memiliki konsep persaudaraan yang meliputi persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah), persaudaraan sebangsa (ukhuwah wathaniyah), dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah). Islam menolak segala bentuk perpecahan, penindasan dan memastikan hak asasi setiap individu dihormati tanpa memandang latar belakang dengan bersandar pada akidah Islam.

Hal tersebut tidak bisa di capai, jika masih memiliki pemahaman nasionalisme. Maka dari, sebagai seorang umat Islam, kita harus mempelajari Islam dengan benar sesuai dengan petunjuk Al Qur’an dan Sunnah Nabi. Kemudian sedikit demi sedikit mulai mengamalkan syariat baik berupa itu perintah, maupun larangan-Nya. Baik dalam aspek pribadi, keluarga, masyarakat dan ikut berjuang bersama partai politik Islam, yang memiliki cita cita yang mulia yakni, diterapkannya syariat Islam secara kaffah di muka bumi ini. Sehingga akan tercipta Islam rahmatan lil alamin. Wallahu’alam Bishawab[] Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *