PPN Naik Rakyat Menjerit

Bagikan Artikel ini

Berbicara tentang pajak, pemerintah semestinya tidak menjadikan pajak sebagai satu-satunya sumber pendapatan negara, selain pinjaman hutang.

WacanaMuslim-Keputusan pemerintah terkait kenaikan PPN 12% benar-benar membuat prihatin. Mengingat selama ini, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari begitu berat. Kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, ikan, kecap, dan lain-lain sudah berlomba naik, bagaimana jika PPN Naik?

Alasan pemerintah terkait kenaikan PPN hanya untuk barang premium saja, rakyat pun diminta tidak perlu khawatir karena pemerintah akan memberikan Bansos (Bantuan Dana Sosial) dan subsidi untuk mengatasi masalah ini. Wacananya, bansos dan subsidi diberikan selama 2 bulan, yaitu bulan Januari dan Pebruari 2025. Pemberian bansos dan subsidi tersebut diharapkan agar rakyat bisa memiliki kemampuan daya beli dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Apakah tidak terpikirkan oleh pemerintah, bagaimana kenaikan tersebut dapat mempengaruhi seluruh aspek, termasuk PHK massal, kemiskinan, tingginya kriminalitas, meningkatnya anak putus sekolah, pengangguran, turunnya daya beli masyarakat, bunuh diri dan dampak lainnya?

Jika pemerintah mau bersungguh-sungguh untuk memperbaiki keadaan ini, maka janganlah membuat kebijakan yang seolah-olah pro rakyat, tetapi faktanya pemerintah berpihak kepada oligarki. Sebagaimana pajak wajib bagi rakyat, sedangkan oligarki tidak bayar pajak dan tidak ada sanksi yang pada mereka. Sehingga, rakyat makin sengsara dan oligarki semakin kaya.

Berbicara tentang pajak, pemerintah semestinya tidak menjadikan pajak sebagai satu-satunya sumber pendapatan negara, selain pinjaman hutang. Namun, kelolah kekayaan alam oleh negeri kita sendiri, supaya menjadi pemasukan bagi negara untuk sebanyak-banyaknya memenuhi kepentingan rakyat. Dengan mengelola sendiri maka sesungguhnya menjauhkan campur tangan oligarki terhadap semua kebijakan negeri ini.

Campur tangan dari oligarki merupakan bentuk penjajahan terhadap kemandirian bangsa dan negara kita. Akan terus menjadikan negeri kita bergantung kepadanya, bahkan membebek pada gaya pengaturan dalam sistem sekuler kapitalis. Selamanya hanya akan membawa kepada penderitaan saja.

Dengan demikian tidak layak mengambil sistem aturan ala sekuler kapitalis yang menetapkan bahwa pemenuhan kebutuhan rakyat oleh swasta, sedang negara hanya sebagai penerap aturan (fasilitator).

Kembalikan negeri ini untuk diatur dengan aturan Sang Pencipta yaitu Allah SWT, yakni syariat Islam yang mewajibkan seorang pemimpin untuk bersikap sebagai pengurus, pelindung, lemah lembut dan sayang kepada rakyat. Pemenuhan kebutuhan pokok merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian penting di dalam Islam, selain kebutuhan-kebutuhan yang lain. Islam memiliki sistem untuk mengatur dan mewujudkan hal itu, seperti sistem keuangan, ekonomi, pergaulan, politik dalam negeri dan luar negeri, sistem perindustrian, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, sebagai bentuk rasa sayang terhadap negeri ini, ingin menghimbau agar penguasa mau menetapkan Islam secara kaffah. Sehingga, keberkahan dari Allah Swt Penguasa Seluruh Alam ridho kepada kita.[]

Diah (Surabaya)

Sumber Foto : Canva

Baca Juga : https://wacanamuslim.web.id/paket-stimulus-ekonomi-mampukah-jadi-solusi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *