Hari Anak Dunia : Standar Ganda Barat Atas Hak Hidup Anak Palestina

Bagikan Artikel ini

Mereka menerapkan prinsip yang berbeda untuk situasi yang sama, mereka memberikan reaksi, dan sikap yang berbeda kepada anak-anak Palestina khususnya.


Oleh : Rahma Al-Tafunnisa

WacanaMuslim-Hari Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 20 November. Peringatan ini merupakan momen penting untuk merayakan hak-hak anak diseluruh dunia. UNICEF (United Nations International Children’s Emergency Fund) menjadi organisasi yang menginisiasi peringatan Hari Anak Sedunia. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran tentang kesejahteraan anak, serta mendorong tindakan global untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak. Perlindungan ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari hak bertahan hidup, berkembang, hingga perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi. Hak anak adalah hak asasi manusia. Hak ini tidak dapat dinegosiasikan dan bersifat universal. Sayangnya, di banyak tempat saat ini hak anak disalahpahami, atau bahkan diingkari dan diserang. Dan Hari Anak Sedunia menjadi wadah untuk mengadvokasi hingga mengampanyekan hak-hak anak untuk membangun dunia lebih baik bagi mereka.

Dalam era modern, Hari Anak Sedunia tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga seruan untuk bertindak. Tahun-tahun terakhir telah menjadi saksi kolaborasi antara anak-anak dan orang dewasa untuk menyuarakan isu-isu kritis, seperti perubahan iklim, akses pendidikan yang merata, dan penghapusan diskriminasi. Peringatan ini mengajak memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk didengar, diberdayakan, dan berperan menciptakan masa depan yang diinginkan. Merayakan melalui media sosial, publikasi, dan acara global menjadi meomentum meningkatkan perhatian terhadap tantangan yang dihadapi anak-anak, serta komitmen mewujudkan hak-hak mereka.

Hari Anak Sedunia menjadi momen merefleksikan kemajuan yang telah dicapai dan Langkah-langkah yang masih perlu diambil untuk melindungi generasi masa depan. Para orang tua, guru, pemerintahan, hingga aktivis dapat berperan penting dalam kampanye Hari Anak Sedununia. Pada akhirnya, peringatan ini tidak hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi komitmen untuk terus bekerja demi masa depan anak-anak di seluruh dunia. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada memiliki hak hidup sehat, aman, dan bermartabat.

Baca Juga : https://wacanamuslim.web.id/sistem-kapitalisme-lahirkan-generasi-asusila/

Peringatan hari anak sedunia nyata menggambarkan standar ganda Barat soal hak anak. Mereka menerapkan prinsip yang berbeda untuk situasi yang sama, mereka memberikan reaksi, dan sikap yang berbeda kepada anak-anak Palestina khususnya. Di lain sisi mereka begitu memperhatikan kondisi anak-anak di kelompok dan negara tertentu. Standar ganda ini menunjukkan ketidakadilan dunia terhadap anak-anak Palestina yang harusnya mereka tolong dan selamatkan nyawa mereka dari kebiadaban zionis Israel.

Hari Anak Sedunia yang diinisiasi oleh Lembaga internasional di bawah PBB tiap 20 November hanya berkedok untuk menutupi ketidakadilan mereka terhadap nasib dan masa depan 2 milyar anak usia 0-5 tahun di seluruh dunia. Sedangkan tidak untuk di negara Palestina. Palestina dikecualikan dari catatan mereka, mereka acuh dan tak peduli apapun yang akan terjadi disana. Bahkan mereka tidak peduli seberapapun yang akan meninggal akibat dari kekejaman penjajah Israel.

Penghianatan nyata tampak pada nasib anak-anak Palestina hari ini. Jangankan hak-hak atas makanan, pendidikian, kesehatan, sanitasi, dan perlindungan atas kekerasan, hak hidup saja mereka tak mendapatkan jaminan. Betapa banyak anak-anak Palestina yang menjadi korban ketika masih dalam kandungan ibunya. Ibu yang pada umumnya dengan senang hati ketika mengandung anaknya, tapi tidak dengan ibu di sana, mereka khawatir akan keselamatan bayi yang dikandungnya. Tidak sedikit yang ketika mengandung justru meninggal terkena reruntuhan, bahkan tak sedikit pula anaknya yang meninggal di dalam kandungan ibunya.

Nyata keselamatan anak-anak kalah penting dengan agenda dan tujuan negara yang hari ini tegak dengan nasionalisme. Kepentingan ekonomi negara dan jabatan jauh lebih menjadi prioritas daripada nasib anak-anak di berbagai wilayah konflik lainnya. Juga buah dari penghianatan penguasa di negeri-negeri muslim. Ini adalah buah sistem kapitalisme sekularisme.

Islam memandang anak adalah calon generasi masa datang yang harus dijaga keselamatannya dan ksesejahteraannya. Juga hak-hak lainnya. Oleh karena itu, negara harus memenuhi hak anak sesuai tuntutan Islam. Khilafah memiliki sumber daya yang besar yang mampu menjamin kesejahteraan dan keselamatan anak. Mereka adalah generasi yang diharapkan oleh negara untuk meneruskan perjuangan bangsa dan negara untuk membumikan syariat Islam dan membentuk mereka menjadi pejuang yang siap membela untuk mempertahankan tanah Palestina yang diberkahi.

Islam menjaga jiwa/hak hidup setiap insan, termasuk anak-anak. Hanya Islam yang menjamin pemenuhan haka nak yang hakiki, mulai dri hak hidup dan berkembang, hak nafkah, keamanan, pendidikan, penjagaan nasab, dll. Ini bisa diwujudkan ketika negara menerapkan syariat Islam secara kafah yang memperkuat fungsi keluarga, lingkungan masyarakat dan negara. Negara sebagai basis perlindungan anak yang hakiki. Hal ini hanya akan terwujud melalui tegaknya khilafah. Karena dalam Islam negara adalah rain dan junnah.

Wallahua’lam bii ash-shawab[]

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *