Oleh Arnita Fakhris
Aktivis Dakwah
Mengutip Okezone.com (18-1-2025) fakta mengejutkan kembali terungkap: Gen Z menghadapi krisis paruh baya lebih awal. Studi terbaru mengungkapkan bahwa sebanyak 38% dari mereka mengalami krisis ini akibat tekanan finansial yang luar biasa. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan, mengingat midlife crisis seharusnya terjadi pada usia 40-an, bukan saat mereka baru memasuki dunia kerja.
Tak hanya itu, Gen Z juga semakin rentan mengalami gangguan mental akibat tekanan hidup yang berat. Beban ekonomi, tekanan sosial, dan ekspektasi tinggi dari lingkungan menjadi faktor utama meningkatnya masalah kesehatan mental di kalangan mereka. Bahkan dalam dunia kerja, mereka dihadapkan pada tantangan lain. Seorang pengusaha muda mengungkapkan bahwa Gen Z cenderung memiliki tiga kelemahan fatal: kurang disiplin, sulit bekerja dalam tim, dan rentan terhadap tekanan kerja (Viva.com, 12-1-2025).
Semua problematika ini bukanlah fenomena yang muncul begitu saja, tetapi merupakan buah busuk dari sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini. Kapitalisme telah menciptakan generasi yang terjebak dalam pusaran materialisme, tekanan ekonomi, serta gaya hidup liberal yang rapuh secara mental dan spiritual. Sistem ekonomi yang menindas, politik demokrasi yang korup, serta pendidikan mahal yang eksploitatif telah mengerdilkan potensi Gen Z. Alih-alih menjadi generasi yang optimis dan siap menghadapi masa depan, mereka justru semakin terpuruk dalam keputusasaan.
Namun, bukan berarti harapan telah sirna. Justru inilah saatnya untuk menyadarkan Gen Z akan akar permasalahan yang sebenarnya. Mereka harus memahami bahwa berbagai problematika ini merupakan dampak dari sistem kapitalisme yang rusak. Dengan kesadaran ini, Gen Z dapat melihat bahwa satu-satunya solusi hakiki adalah kembali kepada aturan Allah secara kaffah.
BACA JUGA : Kemiskinan Global Islam Kafah Solusinya
Generasi muda harus diarahkan untuk berjuang, bukan sekadar bertahan dalam kondisi yang ada. Mereka harus menjadi agen perubahan sejati yang berperan dalam menegakkan Islam kaffah. Islam bukan hanya sekadar agama yang mengatur ibadah personal, tetapi juga sistem kehidupan yang sempurna dalam mengatur ekonomi, sosial, hingga politik. Oleh karena itu, kesadaran politik harus dibangun agar mereka bisa memimpin umat dalam perjuangan menuju perubahan hakiki.
Saatnya Gen Z bangkit! Bukan untuk menjadi sekadar pekerja yang mengejar materi, tetapi menjadi pejuang yang berkontribusi dalam perjuangan menegakkan kemuliaan Islam. Karena hanya dengan tegaknya Islam kaffah, keadilan dan kesejahteraan sejati dapat terwujud bagi seluruh umat manusia.
Wallahualam bissawab.

