“Kita harus belajar dari negara-negara lain, seperti Jepang dan Korea Selatan yang sudah mulai kekurangan generasi muda. Indonesia harus mengantisipasi agar ini tidak terjadi di sini, kita tetap memerlukan generasi penerus yang kuat dan berkualitas.” Sebuah pernyataan yang disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati. Hal ini dijadikan sebagai strategi mengantisipasi dampak trend yang bisa mengurangi jumlah generasi muda (15-11-2024)
Childfree menjadi sebuah polemik kehidupan saat ini, karena dipandang sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan, untuk mengantisipasi perkembangan trend terkini yang menjadikan generasi muda sebagai obyek utama. Hingga pada akhirnya menjadi generasi yang lemah serta tidak mempunyai kualitas yang baik dan benar.
Apabila dikaitkan dengan perkembangan trend, katakanlah seperti gaya hidup hedonis, standart diri bergantung pada brand barang yang dipakai, atau menjadi pegiat sosial media, konten kreator yang selalu mengemukakan hal-hal bersifat materi dan tidak membawa manfaat untuk banyak orang, mengakibatkan lahirnya generasi FOMO (Fear Of Missing Out) yakni rasa takut kehilangan informasi terkini, YOLO (You Only Life Once) yang mengaitkan diri pada bergaya hidup suka-suka (bebas), dan masih banyak lagi. Maka, hal ini tidaklah ada kaitannya dengan jumlah generasi muda secara kuantitas.
Pada dasarnya fakta yang mencuat adalah buah dari sistem kapitalisme dengan liberalismenya. Pola pendidikan dalam sistem kufur, tidak menstandartkan diri pada ketentuan Agama dan norma-norma kehidupan pun jauh dari aturan hukum sesuai syara’. Sehingga, sistem tersebutlah yang menjadikan generasi muda mempunyai pandangan hidup yang hanya terfokus pada materi dan bersandar pada kemauan nafsu yang didukung oleh HAM.
Lain halnya pendidikan dalam Islam, ia menjaga akidah umat tetap lurus dan membentuk pola pikir serta pola sikap sesuai Islam. Segala hal dalam hidup dikaitkan pada Islam, Allah Swt sebagai pencipta. Sedangkan, Negara menjadi tameng utama yakni menjadi benteng pertama atas masuknya pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan Islam.
Dengan demikian, generasi yang beriman, bertakwa dan tangguh akan terbentuk. Maka childfree tidak akan mencuat sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas generasi, karena hal itu bertentangan dengan akidah Islam.
Suyatminingsih
Surabaya – Jawa Timur
Sumber Foto : Canva

