“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Oleh: Santi Ummu Faris
WacanaMuslim-Hari ini Persib main lagi. Sudah dipastikan gimana situasi jalanan bandung, pasti macet. Sebetulnya bukan hanya soal macet yang bikin resah.
Hari ini sudah wanti-wanti ke anak-anak boleh ikut nonton bola, tapi ga boleh ikut liat pawai. Mereka tanya, “Kenapa ummi?”, “Banyak maksiatnya,” kata saya.
Yah gimana tidak, euforia para bobotoh di jalanan bikin ngelus dada. Dari aksi motor free style yang gerung gerung berisik, sampai ada kelakuan bobotoh yang memberhentikan bus minta di klaksonin sambil joget-joget dan di videoin. Selain itu juga, di pinggiran trotoar banyak remaja mabok-mabokan, duh.
Wajar kalau ada banyak kasus kekerasan setelahnya. Kecelakaan pun sampai 19 lakalantas karena ini (kompas.com, 18/5/2026). Sementara konvoi yang dilakukan tanggal 23 malam sampai siang tanggal 24 Mei 2026, menelan 1 korban tewas karena ditusuk dan 122 oranh luka-luka. Diakui atau tidak, bobotoh banyak yang melanggar lalu lintas karena sedang senang sekali tim jagoannya menang. Patut dipertanyakan kembali, apakah ini kesenangan yang baik atau euforia yang kebablasan sehingga mendzolimi diri sendiri dan orang lain.
Rasa senang sebetulnya manusiawi. Ini rasa yang Allah anugerahkan pada kita. Hanya saja harus dipertimbangkan kembali apakah hal yang kita senangi ini disenangi juga oleh Allah? Apakah diridai oleh Allah atau tidak?
Ah lebay.. Lagi happy, senang-senang malah bawa agama. Jadi ga asik. Ga seru.
Yah, inilah potret kaum muslim saat ini. Kita, kaum muslimin sudah jauh dari islam. Kebanyakan dari kita hanya menjadikan islam buat ibadah doang. Sementara saat membahas kesenangan dunia, islam disingkirkan. Jadinya euforia kebablasan. Padahal, suka atau tidak, setiap tingkah laku kita pasti bakal ditanya sama Allah. Dan di akhirat nanti, bukan mulut kita dan semua alasannya yang akan bicara. Tapi, kulit kita, tangan kita, kaki kita, semua organ tubuh kita akan bersaksi di hadapan Allah. Digunakan untuk apa saja ketika hidup di dunia.
Sebagaimana firman Allah swt., “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Yasin: 65)
Maka, senang boleh, suka boleh, tapi tolong dipikirkan dan dipertimbangkan lagi apakah menzalimi orang lain atau tidak, apakah melanggar yang Allah larang atau tidak. Karena seribu alasan yang kita lontarkan di dunia takkan ada artinya di hadapan Allah kelak. Yuk, jaga diri, jaga keluarga, jaga lingkungan kita dengan mendekat pada Allah dan menjauhakan diri dari kezaliman. Wallahu’alam bish shawab.[] Sumber Foto : Canva

