Garis kuning itu yang membagi Gaza ke dalam dua zona, yaitu area timur yang berada di bawah pengawasan militer Israel dan area barat tempat warga Palestina diperbolehkan beraktivitas dengan pembatasan yang lebih sedikit.
Oleh: Diela Az Zahra
WacanaMuslim-Hanya berjarak beberapa meter dari balok-balok beton bercat kuning yang menjadi tanda garis penarikan pasukan Israel, seorang warga Palestina bernama Saad Halawa bersama keluarganya tinggal di sebuah tenda kecil di Jabalia, Gaza utara. Tanda “Garis Kuning” (Yellow Line) adalah batas penempatan ulang militer Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Garis kuning itu yang membagi Gaza ke dalam dua zona, yaitu area timur yang berada di bawah pengawasan militer Israel dan area barat tempat warga Palestina diperbolehkan beraktivitas dengan pembatasan yang lebih sedikit. Tenda Saad terletak direruntuhan antara rumah dan lahan pertanian, dengan banyaknya puing-puing yang berserakan. “Pengeboman dan baku tembak berlangsung secara terus menerus, siang dan malam,” ujarnya. (antara.com/15-11-2025)
Hal ini sebagai bukti meski gencatan senjata telah disepakati, Zionis terus memblokir material perlindungan seperti tenda, rumah, mobil, obat-obatan dan masih banyak lainnya. Serta akses untuk warga Gaza yang senantiasa dibatasi dengan adanya “garis kuning“. Bahkan warga Gaza yang sebagian kecil masih tinggal di tenda-tenda pengungsian diterpa badai banjir di musim dingin yang menyebabkan tenda sobek dan roboh. Setidaknya paling sedikit 260 warga tewas dan lebih dari 630 orang mengalami luka-luka sejak gencatan senjata di mulai 10 Oktober 2025 lalu.
Gaza Baik-baik Saja?! What?!
Genosida yang terjadi di Gaza, menunjukkan bahwa gencatan senjata bukan lah solusi yang hakiki. Akar permasalahannya adalah penjajahan. Di mana para penjajah tidak akan pernah tinggal diam sampai negara jajahannya benar-benar takluk kepada mereka. Anehnya, dunia ini menganggap bahwa “Gaza baik-baik saja padahal krisis kemanusiaan semakin hari semakin memburuk disana”. Tidak mengherankan jika ada yang beranggapan seperti itu karena mereka berada dibawah kendali AS.
Hal ini sebagai bukti bahwa solusi Barat tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah Palestina, justru mereka lah yang melanggengkan penjajahan disana. Oleh karenanya solusi Islam seharusnya menjadi pegangan para pemimpin negeri-negeri Muslim. Gaza hanya butuh jihad dan Khilafah. Khilafah adalah junnah (perisai) yang akan menghapus segala bentuk penjajahan atas umatnya. Solusi hakiki ini harus terus disuarakan dan diperjuangkan melalui dakwah Islam Ideologis.[] Sumber Foto : Canva

