Gaza dan Ketakutan Barat Tegaknya Khilafah

Bagikan Artikel ini

Para ulama dan tokoh dunia sudah pada satu kesimpulan bahwa kezaliman Zionis tidak boleh berulang dan seluruh kaum muslimin wajib membela tanah Palestina yang selama ini dijajah oleh Zionis, dengan jihad dan khilafah.


Oleh: Esnaini Sholikhah,S.Pd
(Penulis dan Pengamat Kebijakan Sosial)

WacanaMuslim-Aksi bela Palestina dan konferensi-konferensi soal Gaza makin masif di berbagai tempat dengan tuntutan pengiriman tentara (jihad) dan khilafah. Salah satunya di Koalisi Global Bela Al-Quds dan Palestina resmi membuka Konferensi Al-Ruwad ke-14 di Istanbul, Turki, pada Sabtu, (27/4/2025). Konferensi Dunia untuk Palestina yang mengangkat tema “Kemenangan untuk Gaza adalah Tanggung Jawab Umat” dihadiri oleh tokoh-tokoh dan pemimpin nasional, pemimpin media, budayawan, aktivis sosial, serikat pekerja, akademisi, pemuda, dan berbagai lembaga dari sekitar 60 negara di seluruh dunia. Turut hadir pula para tokoh pejuang, ulama, mantan tahanan, serta tokoh gerakan rakyat Palestina, di antaranya: Khaled Mashal, Abdul Nasser Isa, dan Usamah Hamdan.

Konferensi itu berlangsung di tengah berlanjutnya genosida terhadap rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Forum tersebut juga menjadi ajang strategis untuk merumuskan inisiatif, mengembangkan mekanisme dukungan, serta merancang program baru yang melibatkan seluruh elemen umat, baik individu maupun lembaga dalam upaya memerkuat perjuangan Palestina. (Sabili.id, 28/4/2025)

Trump membekukan pendanaan Harvard senilai US$2 miliar karena aksi mahasiwa yang menyuarakan pembelaan kepada Palestina. Menurut aktivis dakwah Amerika, Haitham Ibn Thbait, inilah inti demokrasi, yakni omong kosong liberalisme Barat. Barat menyadari krisis Gaza justru membuka pintu yang lebih lebar bagi arus kesadaran umat akan kewajiban dan urgensi khilafah. Ini menjadikan semua upaya yang sudah dilakukan untuk menghadang khilafah menjadi sia-sia. Artinya krisis gaza telah menjadi lonceng kematian bagi peradaban Barat sekaligus menandai terbitnya fajar khilafah.

Meski tegaknya khilafah merupakan keniscayaan sejarah, tapi wajib bagi para pengemban dakwah untuk lebih masif menggencarkan dakwah penegakkan khilafah di semua kalangan hingga terwujud opini umum yang tegak di atas kesadaran umum tentangnya. Para ulama dan tokoh dunia sudah pada satu kesimpulan bahwa kezaliman Zionis tidak boleh berulang dan seluruh kaum muslimin wajib membela tanah Palestina yang selama ini dijajah oleh Zionis, dengan jihad dan khilafah. Sebagaimana surat Al-Anfal: 24.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَجِيْبُوْا لِلّٰهِ وَلِلرَّسُوْلِ اِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيْكُمْۚ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَحُوْلُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهٖ وَاَنَّهٗٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul (Nabi Muhammad) apabila ia menyerumu pada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu! Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”

BACA JUGA : Negara Dan Tentara Untuk Selamatkan Gaza

Oleh karena itu, para ulama dunia menyerukan beberapa hal:

Pertama, menyeru para kepala negara di negeri muslim untuk segera bertindak nyata menghentikan serangan itu. Cara paling efektif adalah mengirimkan tentara ke wilayah Gaza. Apabila masing-masing negara mengirimkan sekitar 500 tentara saja, maka paling tidak bisa terhimpun 25.000 tentara dari lebih 50 negara muslim termasuk dari kita dari Indonesia yang bergabung di dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Hanya dengan cara ini saja, rakyat di jalur gajah bisa dilindungi dan sekaligus serangan yang dilakukan oleh Zion*s bisa dihentikan. Kedua, menyeru Presiden Probowo Subianto untuk mengambil prakasa penting bagi negara untuk terlaksananya pengiriman tentara dari negara muslim dan nonmuslim dengan segera. Sebagai negeri muslim terbesar, langkah Presiden Prabowo ini pasti akan sangat berpengaruh dalam menggerakkan negeri muslim lain. Langkah penting yang akan diberlakukan untuk menyelamatkan rakyat di jalur Gaza.

Sungguh wilayah Palestina itu tidak akan bisa dibebaskan kecuali dengan mobilisasi tentara muslim ke sana, yaitu untuk mengakuisisi regional dari wilayah Palestina pembebaskan Masjidilaqsa dan mengembalikan seluruh wilayah Palestina yang diberkati dan mobilisasi tentara ke Gaza adalah dalam rangka menegakkan pengukuhan umat Islam. Ketiga, terus berdiam diri dan tidak melakukan langkah apa pun dan hanya sebatas mengecam tidak bisa diartikan lain, kecuali bahwa para kepala negara negeri-negeri muslim itu telah secara langsung membiarkan terjadinya pembantaian di jalur Gaza dan secara tidak langsung telah mendukung Zion*s melakukan kebiadaban di wilayah Palestina. Hal itu adalah pengkhianatan keji terhadap Allah Swt., Rasul-Nya, dan umatnya seluruh dunia, khususnya yang tinggal di wilayah jalur Gaza. Keempat, menyeru umat Islam di dunia untuk segera bersama-sama melakukan aksi solidaritas untuk warga Palestina dengan memperjuangkan kembalinya khilafah.

Dakwah ini wajib mengikuti metode dakwah Rasulullah yang target utamanya adalah melalui thariqah ummat, yakni dakwah penyadaran berbasis akidah hingga terbentuk dukungan kuat dari umat yang akan mendorong perubahan mendasar berupa dibaiatnya seorang khalifah bagi seluruh umat Islam. Dengan demikian, tidak boleh bagi siapa saja yang menyimpang dari metode ini untuk mengeklaim bahwa dirinya mengikuti metode Rasulullah atau menggunakan metode Al-Qur’an sebagai metode dan pendekatannya. Wallahualam bissawab.[] Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *