Gen Z, Agen Perubahan Hakiki

Bagikan Artikel ini

Perubahan hakiki bukan sekadar ganti rezim tetapi menganti sistem yang rusak dengan sistem Islam yang rahmatan lil alamin


Oleh : Eni Imami, S.Si, S.Pd (Pendidik dan Pegiat Literasi)

WacanaMuslim-Generasi Z (Gen Z) memiliki peranan penting mengubah dunia di era digital native saat ini. Dengan kemampuan literasi digitalnya yang tinggi, Gen Z memiliki potensi menggoncang kebijakan penguasa. Potensi ini harus diarahkan dengan baik agar terwujud perubahan yang hakiki.

Agen Perubahan

Hidup dalam sistem politik demokrasi saat ini terus mendatangkan nestapa dan penderitaan, tak terkecuali mendera kaum pemuda. Berbagai kasus menimpa Gen Z, mulai dari FOMO, game online, judi online (judol), seks bebas, konsumerisme, hedonisme, hingga maraknya kasus bunuh diri.

Dilansir dari timeindonesia.co.id, (17-10-2024), hasil survei dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS), sekitar 15,5 juta remaja usia 10-17 tahun mengalami masalah kesehatan mental. Selain itu, angka pengangguran di kalangan Gen Z sudah mencapai titik kritikal, yakni 9,9 juta orang. (radarjogja.jawapos.com, 22-10-2024).

Semua kasus yang terjadi itu merupakan masalah sistemis yang pastinya tidak berdiri sendiri. Hal ini harus disadari bersama agar Gen Z tidak menjadi generasi cemas, tidak memposisikan diri sebagai korban, melainkan menjadi generasi emas agen perubahan masa depan.

Gen Z merupakan kunci kebangkitan. Mereka memiliki kecenderungan sosial yang tinggi, melek teknologi, berpikir kritis dan progresif. Potensi ini harus diaktivasi agar tidak salah arah perubahan. Jangan biarkan potensi Gen Z dibajak oleh sistem rusak Demokrasi sehingga terjebak pada perubahan semu.

Baca Juga : https://wacanamuslim.web.id/palestina-makin-membara-dunia-pura-pura-buta/

Perubahan Semu

Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah untuk melibatkan Gen Z dalam menyelesaikan problematika kehidupan. Baik dalam bentuk organisasi, komunitas atau partai politik. Namun, semua itu tidak mampu menyelesaikan persoalan Gen z secara tuntas.

Berkali-kali terjadi perubahan rezim namun masalah umat semakin banyak. Karena sejatinya perubahan rezim tidak disertai dengan perubahan sistem. Sistem Demokrasi masih bercokol di negeri ini.

Gen Z jangan terkecoh dengan perubahan semu. Demokrasi menjanjikan kekuasaan di tangan mayoritas rakyat, namun realitasnya tidak demikian. Politik Demokrasi tak membawa perubahan menjadi lebih baik, hanya perubahan elit politik berebut kursi jabatan.

Perubahan Hakiki

Sebagai generasi Muslim pasti memahami bahwa kebaikan umat manusia akan terwujud jika mereka tunduk pada syariat Islam. Islam memperikan arah pandang kehidupan. Dengan Islam, Gen Z memiliki kompas arah berubahan yang benar.

Sosok Rasulullah Saw adalah teladan utama dalam perubahan yang hakiki. Beliau melakukan perubahan yang revolusioner di Makkah, dari zaman jahiliyah menuju peradaban Islam yang gemilang.

Perubahan hakiki bukan sekadar ganti rezim tetapi menganti sistem yang rusak dengan sistem Islam yang rahmatan lil alamin. Dengam menjadikan Islam sebagai dasar perubahan. Gen Z harus menjadi pelopor perubahan hakiki ini. Dengan meneladani Rasulullah Saw dan pemuda-pemuda Muslim di era kejayaan Islam. Seperti Muhammad al-Fatih, pemuda pemberani yang berhasil membawa perubahan besar, menaklukkan Konstantinopel pada usia 21 tahun.

Hari ini, bersama dengan partai politik Islam ideologis peran Gen Z dalam perubahan sangat dinantikan. Dengan melakukan pembinaan Islam secara intensif, Gen Z akan memiliki pola pikir dan pola sikap untuk menjadikan Islam sebagai pedoman kehidupan.

Dengan keterampilan Gen Z menguasi teknologi digital, Gen Z dapat menyuarakan dan menyebarkan gagasan Islam untuk kebaikan hidup di dunia dan di akhirat. Gen Z dapat bergerak bersama komunitas menyerukan amar ma’ruf nahi mungkar untuk mewujudkan perubahan hakiki. Wallahu a’lam bishawab.[]

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *