Hanya Khilafah yang Mampu Mengakhiri Genosida di Gaza

Bagikan Artikel ini

Mereka bahkan menjadikan Gaza sebagai laboratorium uji coba senjata, dan yang lebih menyedihkan, rakyat sipil dijadikan sasaran utama kebiadaban ini

Oleh : M. U. Azka Nabilah

WacanaMuslim-Dilansir dari gazamedia.net (10/7/2025), AS menjatuhkan sanksi terhadap Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, setelah ia merilis laporan yang menuding perusahaan-perusahaan besar AS, termasuk Google, Amazon, dan Microsoft, terlibat dalam pendudukan Israel yang dianggap genosida. Sanksi ini dijatuhkan pada 9 Juli 2025.

Genosida yang terjadi di Gaza bukan hanya kejahatan perang, melainkan tragedi kemanusiaan terbesar abad ini. Penjajahan Zionis terhadap rakyat Palestina semakin brutal dan tidak mengenal batas. Mereka bahkan menjadikan Gaza sebagai laboratorium uji coba senjata, dan yang lebih menyedihkan, rakyat sipil dijadikan sasaran utama kebiadaban ini. Bantuan kemanusiaan dihalangi, titik distribusi dijadikan target serangan, dan kelaparan dijadikan senjata pemusnah.

Di tengah penderitaan yang terus berlangsung, kita melihat para pemimpin negeri-negeri muslim justru bersikap pasif, bahkan sebagian di antaranya bersekongkol dengan entitas Zionis. Alih-alih membantu membebaskan Palestina, mereka malah menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel. Ini adalah bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap saudara seiman.

Para pengamat dan aktivis dunia mungkin bersuara lantang mengutuk tindakan Israel, namun sayangnya mereka tidak mampu menghadirkan solusi hakiki. Demonstrasi, kutukan, dan tekanan internasional terbukti tidak menggoyahkan rezim penjajah. Lalu, di mana letak solusi sejatinya?

Islam kaffah memberikan jalan keluar yang jelas: jihad dan tegaknya khilafah Islamiyyah. Inilah solusi ideologis dan historis yang terbukti mampu mengusir penjajah dalam sejarah Islam. Ketika umat Islam memiliki pemimpin sejati yang memimpin dengan syariat, maka pembebasan Palestina bukanlah mimpi. Umat Islam wajib menyadari bahwa akar masalah Palestina adalah absennya institusi khilafah sebagai pelindung umat.

Kesadaran ini tidak boleh berhenti pada tataran individu. Ia harus menjadi kesadaran umum yang tersebar luas di tengah umat. Kesadaran inilah yang akan menjadi pendorong utama untuk terus berjuang di jalan dakwah yang lurus, sebagaimana thariqah yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Jalan dakwah ini menuntut istiqamah, konsistensi, serta kewaspadaan dari segala bentuk ancaman ideologis dan politis yang dapat memalingkan umat dari perjuangan yang benar.

People power, jalur demokrasi, dan parlemen hanyalah jalan buntu yang tidak akan pernah mengantarkan pada kemenangan hakiki. Justru sebaliknya, jalan-jalan tersebut seringkali menjebak umat dalam sistem yang dibuat oleh musuh-musuh Islam.

Para pengemban dakwah harus tetap tegar dan yakin bahwa hanya metode dakwah Rasulullah ﷺ yang dapat membawa kemenangan. Inilah satu-satunya jalan untuk membebaskan Palestina dan mengusir Zionis dari bumi yang diberkahi. Maka, membangun opini dan narasi Islam kaffah, menyeru kepada tegaknya khilafah, serta menyerukan jihad fi sabilillah, harus terus digelorakan tanpa henti.

Penutup, genosida di Gaza bukan hanya isu kemanusiaan, tapi juga ujian keimanan dan kesatuan umat Islam. Sudah saatnya kita berhenti berharap pada solusi-solusi sekuler dan mulai kembali kepada Islam sebagai satu-satunya jalan penyelamat. Hanya dengan Islam kaffah dan tegaknya khilafah, kemenangan umat dan kemerdekaan Palestina akan benar-benar terwujud.[] Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *