Islam Menjaga Fitrah Seorang Ibu

Bagikan Artikel ini

WacanaMuslim-Akhir-akhir ini kembali terjadi, kasus dimana seorang ibu tega mengakhiri hidup anaknya sebelum kemudian dia mengakhiri hidupnya sendiri. Inilah yang kemudian menjadi topik dalam agenda bulanan Majelis Taklim Kaisha, pada hari ahad 26 Oktober 2025. Dengan judul “Islam Menjaga Fitrah Seorang Ibu”. Ustadzah Arin Najahah sebagai pemateri, yang bertempat di mushollah Anwaru Makkah, Leces.

Tindakan ini disebut sebagai Filisida Maternal. Beliau memaparkan beberapa fakta yang kemudian menyimpulkan bahwa Indonesia saat ini darurat Filisida, dimana kasus ini mulai mencuat masif dari tahun 2012 hingga sekarang tahun 2025. Mengutip dari pernyataan KPAI, Indonesia mengalami darurat Filisida dengan 60 kasus pembunuhan anak oleh orang tuanya sepanjang tahun 2024.

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana bisa seorang ibu sampai tercerabut fitrah keibuannya hingga memicu Filisida Maternal? Menurut pemateri, ada banyak faktor yang saling berkelindan dalam hal ini,
mulai faktor psikologi/mental ibu, yang disebabkan karena depresi pasca melahirkan, kurangnya perhatian suami, kelelahan dalam peran gandanya sebagai ibu dan penopang ekonomi keluarga.

Dari faktor ekonomi, yang disebabkan karena suami terdampak PHK, lapangan kerja yang sedikit, melambungnya harga berbagai kebutuhan hidup, dan hutang yang menumpuk. Dari faktor sosial, adanya konflik dalam rumah tangga, hidup yang individualis, flexing, dan circle yang tidak sehat. Dari faktor cara pandang terhadap kehidupan, menilai kesuksesan hanya dengan kacamata duniawi: kekayaan, jabatan, dan status sosial.

Kalau kita perhatikan secara mendalam, sesungguhnya yang menjadi akar masalah dari kasus Felisida Maternal ini adalah sistem kehidupan yang rapuh, sehingga tidak bisa menjadi solusi bagi persoalan yang muncul dalam seluruh aspek kehidupan.

Sistem Kapitalisme menjadi racun bagi manusia yang hidup didalamnya, termasuk Ibu.
Bagaimana cara mendetox racun Kapitalisme ini? Tentu saja dengan membersihkan pemikiran selain Islam, dan menggantinya dengan memasukkan pemikiran Islam. Karena sejatinya Ibu sebagai pencetak generasi terbaik umat, butuh perlindungan yang maksimal. Untuk menjaga kesehatan mental dari berbagai gangguan yang bisa merusak fitrah keibuannya.

Ini semua hanya bisa terwujud ketika ditopang dengan sistem yang shahih yaitu Islam.
Dengan Sistem Islamlah yang bisa menjamin kebahagiaan Ibu, karena ada peran keluarga, sosial/masyarakat, dan negara yang mendukung didalamnya.

Sebagai khatimah di akhir pemaparan materi, Ustadzah kembali menegaskan bahwa dengan penerapan syariat Islam Kaffah melaui tegaknya Khilafah, adalah upaya perlindungan maksimal bagi kaum Ibu bisa diwujudkan. Khususnya dari tekanan dan gangguan kesehatan mentalnya. Selain itu, rakyat secara keseluruhan juga akan mendapatkan kesejahteraan dan perlindungan yang tidak hanya untuk kaum Muslim, tapi juga non muslim. Dengan demikian, hal-hal yang mengarah maupun memicu Filisida Maternal dapat dihindari.[]

Utari
(Reporter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *