Kekerasan Anak Berulang, Akibat Sistem Rusak ?

Bagikan Artikel ini

Selain negara yang memang memenuhi hajat hidup rakyatnya dan mengurusi rakyatnya, negara juga wajib membentuk pola pendidikan yang Islami yang melahirkan Kepribadian Islam.


Oleh : Desi Melza, S.Hum

WacanaMuslim– Kehadiran seorang anak dalam kehidupan keluarga merupakan suatu anugerah dari Allah SWT. Hendaknya sebagai orang tua ataupun calon orang tua yang merasakan kehadiran mereka atau yang masih dalam penantian kehadirannya, agar mempersiapkan diri terlebih dahulu. Persiapan tersebut bisa berupa kondisi finansial yang mendukung, mental sebagai orang tua bahkan kesiapan dengan kajian-kajian seputar parenting. Zaman sekarang sangat mudah mendapatkan informasi seputar ilmu parenting yang bisa diadopsi, ilmu mengarungi rumah tangga dan juga ilmu mencari usaha dari rumah sambil mengasuh anak. Demikian bannyaknya ilmu ini seharusnya membuat seseorang yang akan menjadi orang tua atau yang sudah memiliki anak, bisa terdorong untuk selalu belajar. Dengan kondisi ini sebisanya orang tua bisa mendidik anak sesuai dengan zaman dimana mereka hidup dan tinggal.

Dikutip dari kompas.com, AYS (28) dan istrinya YG (24), menyiksa bayi yang berusia 2 tahun yang diasuhnya hingga tewas, di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Riau gara-gara rewel. Setiap korban rewel dan menangis, kedua pelaku menampar mulut, memukul pantat, hingga mencubit seluruh tubuh korban. Kedua pelaku juga mengikat kedua tangan, kaki dan mulut dengan lakban (Kompas.com, 14/06/2025)

Dalam kasus lain, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan dan Anak (kemenPPPA), menyatakan ikut mengawal penanganan kasus anak yang diduga ditelantarkan dan dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri di pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan. (tirto.id, 13/06/2025)

Dua berita di atas merupakan sekelumit gambaran kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang terdekat. Ini hanya sebagian yang dilaporkan, namun bagaimana dengan kekerasan yang belum atau tidak pernah dilaporkan. Inilah gambaran kondisi ketahanan keluarga kaum muslim di era gempuran kehidupan yang kapitalistik. Kondisi ini terjadi ketika kehidupan dijauhkan dari peran agama dan seolah-olah agama hanya ritual belaka.

Akar Permasalahan yang Sistemik

Roda kehidupan sangat berpengaruh terhadap sistem yang dianut. Apalagi sistem kehidupan masyarakat yang jauh dari Islam akan mempengaruhi pola berpikir dan pola sikap masyarakatnya. Sistem yang diemban sekarang ini merupakan sistem kufur yang merusak yaitu sistem kapitalisme yang dasarnya memiliki paham sekulerisme dimana agama dipisahkan dari kehidupan. Masyarakat menganggap agama hanya berupa ibadah ritual saja. Padahal mencakup segala aspek kehidupan seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan bahkan ketahanan keluarga. Islam akan menguatkan keluarga kaum muslim untuk berbuat kebaikan dan menjauhi kemaksiatan termasuk dalam hal kekerasan terhadap anak yang kerap terjadi.

Ketika kehidupan bergantung kepada sistem tadi yang memang sudah merusak, maka berimbas kepada perilaku seseorang mengenai permasalahan yang dia hadapi. Anggap sajalah faktor ekonomi yang selalu jadi kambing hitam ketika ada orang yang melaukukan kekerasan terhadap anak. Kondisi ekonomi menjadi alasan ketika melakukan kekerasan terhadap anak. Ketika ekonomi menghimpit suatu kehidupan keluarga, maka untuk melampiaskan kekesalan terhadap sulitnya hidup maka si anak yang menjadi korban. Kesalahan anak yang masih bisa dimaklumi , dianggap sebagai beban yang menambah emosi dan akhirnya tanpa sadar bisa menghilangkan nyawa si anak tersebut. Disamping itu, sebuah keniscayaan ketika orang terdekatlah yang melakukan kekerasan tadi. Seorang ayah yang tega menelantarkan anaknya tanpa makan, minum dan perllindungan.

Selain faktor ekonomi yang menghimpit kehidupan keluarga muslim saat ini, ada beberapa faktor yang menjadi pemicu pelaku melakukan kekerasan. Tak bisa dipungkiri bahwa jauhnya kehidupan dari agama akan membuat melemahnya iman seseorang. Ketika iman tersebut lemah maka lejahatan akan sanngat mudah menyusup ke dalam hatinya dan menjadikannya orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini juga membuat seseorang jauh dari sang Pencipta yang memang telah menitipkan sebuah amanah berupa kehadiran anak yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban.

Dalam sistem kehidupan di alam kapitalisme, para orang tua sudah tidak bisa atau tidak tau cara mendidik anak yang baik. Dikarenakan pola pendidikan yang tidak berbasis aqidah Islam yang membuat kosongnya jiwa mereka. Mereka dihadapkan dengan pendidikan yang rumit beserta kurikulum yang berubah-ubah yang membuat model pendidikan saat ini jauh dari model pendidikan Islam. Dalam Islam, pendidikan harus berlandaskan Aqidah Islam karena ketika pola pikir dan pola sikap berdasarkan Islam maka akan melahirkan Kepribadian Islam. Seseorang yang berkepribadian Islam tidak akan bermudah-mudahan melakukan maksiat karena pemahaman seorang muslim, setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. Juga, seseorang dengan kepribadian Islam akan menampakkan sikap yang memang sesuai dengan syariat dan akan menjauhi sikap dzolim terhadap anak.

Penerapan Islam Merupakan Solusi

Sebaiknya sistem kufur ini harus dicampakkan dari kehidupan keluarga muslim. Demi menjalankan kehidupan dengan ketahanan keluarga yang kokoh dan akan menjamin kelangsungan kehidupan generasi Islam. Tujuan ini bisa tercapai apabila Islam benar-benar menjadi sumber segala kehidupan. Hannya dengan penerapan Islam maka akan terwujud sebuah kehidupan yang menentramkan hati dan menjaga fitrah manusia khususnya sebagai orang tua yang wajib menjaga dan saling menyayangi.

Dengan penerapan Islam secara kafah akan menjadikan seorang individu dengan iman yang kokoh karena berlandaskan Aqidab Islam. Ketika iman sudah kokoh pasti akan berpikir terlebih dahulu sebelum berbuat. Seperti melakukan kekerasann terhadap anak. Para orang tua akan mencari solusi dari setiap permasalahan hidupnya, tanpa harus melampiaskan kepada anak. Penerapan Islam di tengah-tengah masyarakat akan membuat kepekaan terhadap seseorang. Karena Islam percaya bahwa umat Islam itu satu batang tubuh dan saling berkasih sayang. Dengan demikian, seseorang yang hidup bermasyarakat dijauhkan dari rasa individualistik dan menumbuhkan kepekaan terhadap sesama sehingga ketika ada yang melakukan maksiat, bisa saling menasehati.

Negara juga memiki peran yang sangat berpengaruh demi kelangsunga kehidupan bermasyarakat. Selain negara yang memang memenuhi hajat hidup rakyatnya dan mengurusi rakyatnya, negara juga wajib membentuk pola pendidikan yang Islami yang melahirkan Kepribadian Islam. Akan tercipta suasana kehidupan yang islami juga dimana negara berintegrasi dalam melakukan edukasi untuk memahamkan tentang hukum dan peran keluaga. Peran negara juga menciptakan suasana masyarakat yang kondusif demi keamanan dan kenyamanan hidup keluarga. Negara juga hadir dalam menjalankan sanksi sesuai syariat bagi pelaku kekerasan terhadap anak agar bisa memberikan efek jera.

Hanya Islam lah solusi hakiki untuk menyelesaikan segala persoalan umat termasuk kekerasan yang selalu berulang. Karena Islam akan menguatkan keimanan seseorang dan memiliki sanksi yang tegas bagi siapa yang melakukannya. Dan juga akan memberikan rasa nyaman dan aman bagi anak yang nantinya menjadi generasi peradaban. Wallahu’alam bhi shawhab[] Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *