“Ini bukan sembarang belati nona. Belati ini bisa berubah menjadi belati, pisau ataupun pedang. Dan benda ini satu-satunya peninggalan dari nenek”.
Oleh : Diyah M Ummah
WacanaMuslim– “Dor..dor..dor..” Seketika suara tembakan pun berhenti.
Terlihat seorang wanita berpakaian serba hitam berlari menghampiri wanita yang sedang memegangi dada dan perutnya yang tertutup hijab.
“Nona baik-baik saja? Kandungan nona?” Tanya wanita tersebut dengan raut muka khawatir.
“Alhamdulillah, aku dan kandunganku baik stela. Kamu?”
“Syukurlah. Saya juga baik nona”.
Hafsah pun menetralkan nafasnya sembari menyandarkan punggungnya di bawah pohon.
“Siapa mereka stela?”
Stella menggelengkan kepalanya, “Saya tidak tau nona, yang pasti mereka sudah meninggal”.
“Meninggal?” Ujar Hafsah kaget.
“Benar nona. Mereka tertembak”.
Hafsah mengerutkan keningnya, “Siapa yang menembak mereka stella?”
“Sepertinya bagian dari mereka sendiri nona. Sebelum mereka kabur, tadi saya sempat melihat jaket si penembak memiliki tanda yang sama dengan jaket milik orang-orang yang menyerang kita nona. Untuk lebih pastinya nanti saya akan mengecek seluruh cctv di cafe dan jalanan dekat sini”.
Hafsah pun mengangguk lemas dengan wajah pucat pasi, “Nona Hafsah tenang saja. Saya akan menjaga nona dan anak yang ada dikandungan nona dengan sungguh-sungguh. Dan kejadian ini sudah saya laporkan pada tuan Jack dan dia akan segera menyelidikinya nona”. Hafsah menganggukan kepalanya.
Tidak lama kemudian 2 mobil berwarna hitam datang bersamaan dengan beberapa lelaki yang juga menggenakan baju serba hitam untuk menjemput mereka.
Hening. Begitu suasana di mobil. Stella tahu jika majikannya masih dalam perasaan takut.
“Nona, tau benda ini?” Tanya Stella sembari mengeluarkan sebuah benda dari sakunya.
“Belati kan?”
“Ini bukan sembarang belati nona. Belati ini bisa berubah menjadi belati, pisau ataupun pedang. Dan benda ini satu-satunya peninggalan dari nenek”.
“Nenek kamu bisa menggunakan senjata juga?”
“Emm.. Nenek adalah salah satu pahlawan dari kampung halamannya di Haifa Palestina yang sekarang sudah direbut oleh orang-orang jahat dari Israel. Meskipun nenek adalah seorang perempuan tapi beliau sangat berani melawan para tentara zionis yang waktu itu ingin merebut rumah keluarga nenek. Yahh.. meskipun pada akhirnya nenek kalah dan harus mendekam di penjara Israel selama 10 tahun lamanya, sebelum akhirnya nenek dibebaskan lalu mengungsi dan berpindah tempat tinggal ke maroko.”
“MasyaAllah.. nenek kamu benar-benar wanita yang hebat, salut sama nenek kamu stel”. Ujar Hafsah dengan mengacungkan jempolnya.
Stella pun tersenyum, “Iya nona. Dan keberanian nenek berasal dari beliau yang mengidolakan shahabiyah di zaman Rasulullah SAW yang bernama ummu umaroh”.
“Nusaibah binti Ka’ab?”
Stella menganggukan kepalanya, “Beliau adalah salah satu perempuan yang berani memegang pedang demi menjadi perisai sekaligus pelindung bagi Rasulullah Saw”.
“Wahhh MasyaAllah.. tidak perlu diragukan lagi jika yang nenek kamu kagumi adalah perempuan hebat seperti Ummu Umaroh”.
Hafsah memegang perutnya yang telah membuncit, “Semoga anakku nanti mempunyai jiwa pemberani dalam membela agama Allah selayaknya Ummu Umaroh”.
Stella pun tersenyum, “InsyaAllah nona”. []
sumber foto : canva

