Palestina Maafkan Kami Terperdaya Oleh Sistem

Bagikan Artikel ini

Ya Robb, kami butuh pertolongan-Mu, kami butuh tentara yang rela berjuang berjihad melawan Israel.

Oleh. Ina Ariani (Aktivis Muslimah Pekanbaru)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ ۝١١


“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.” (Surat Al-Hujurat ayat 11)

Tafsir ayat ini menjelaskan, sesungguhnya Allah menjelaskan bahwa orang-orang mukmin adalah bersaudara, menuntut agar persaudaraan tetap terjaga. “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengolok-olok sebagian yang lain, boleh jadi yang kalian olok-olok mereka lebih baik dari mereka yang mengolok-olok.”

Dan janganlah kamu saling mencela satu sama lainnya dengan ucapan, perbuatan atau isyarat, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang dinilai buruk buruk oleh orang yang kamu panggil itu sehingga menyakiti hatinya. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk fasik setelah iman. Yakni seburuk-buruk panggilan kepada orang-orang mukmin adalah bila mereka disebut orang-orang fasik sesudah mereka dahulu disebut sebagai golongan yang yang beriman.

Dan barangsiapa tidak bertobat, setelah melakukan kefasikan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim kepada diri sendiri dan karena perbuatannya itu maka Allah menimpakan hukuman atasnya.;

Seharusnya ayat ini menampar seluruh kaum muslimin terhadap apa yang telah terjadi di Palestina, Gaza, Rafa dan terhadap kaum muslimin yang tertindas dibelahan dunia sana. Semua ini disebabkan oleh sistem, yang mengadopsi asas sekuler, yang menjujung tinggi sekat-sekat nasionalisme, umat muslim terkotak-kotak.

BACA JUGA : Gencatan Senjata Bukan Solusi Palestina

Rasanya diri ini merasa berdosa membiarkan saudaranya ditindas oleh kaum laknatullah Israel Yahudi. Pembantaian yang tak berkesudahan yang dilakukan oleh Yahudi, apakah belum membuka mata kaum muslimin. Anak-anak dibantai, perempuan-perempuan diperkosa, laki-laki disiksa dijemur dibawah terik matahari. Bombardir membabi buta menghancurkan negeri Palestina.

Hancur lebur sudah tanah para syuhada, tanah para nabi. Kiblat pertama umat muslim. Ya Allah, maafkan ketidak berdayaanku ini. Ya Allah, Palestina butuh uluran tangan, tapi kami tidak bisa berbuat apa-apa, selemah iman hanya berdoa, boikot produk. Itu tidak cukup Ya Robb, kami butuh pertolongan-Mu, kami butuh tentara yang rela berjuang berjihad melawan Israel. Ya Allah, kami butuh segera negara khilafah yang dapat menjalankan semua hukum-hukummu terhadap seluruh umat.
Wallahua’lam bishawab[]

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *