Dibutuhkan solusi tuntas, untuk mengatasi maraknya predator seks pelecehan dengan penerapan sistem Islam yang kafah (menyeluruh) di setiap aspek kehidupan kita.
Oleh : Hanif Eka Meiana
WacanaMuslim-Aksi bejat dilakukan BTN (30) seorang warga Jumantono Kabupaten Karanganyar yang melakukan pelecehan seksual begal payudara terhadap remaja perempuan berinisial BRA (17) di Jagalan, Solo Selasa malam. Kejadian tersebut bermula usai korban selesai berolahraga di kawasan Stadion Manahan Solo. (solo.tribunnews.com, 9-4-2025)
Seorang dokter residen Unpad di RSHS Bandung melakukan tindak pemerkosaan terhadap keluarga pasien. Pelaku meminta korban melakukan pemeriksaan kecocokan jenis golongan darah. Kerabat korban itu disebut membutuhkan donor darah. Saat beraksi, pelaku bersiasat menggunakan salah satu ruangan kosong di lantai 7 di RSHS. Sebelumnya, ia membius korban menggunakan Midazolam. Tidak hanya satu korban, pelaku disebut memerkosa dua korban lagi. Keduanya adalah pasien. (kompas.id, 10/4/2025)
Dua kasus diatas bukanlah hal baru yang pernah tersaji di media. Sebelumnya pernah terjadi kasus serupa yang hampir sama bahkan merata di seluruh wilayah negeri ini, baik itu ditayangkan di media ataupun muncul lalu menguap begitu saja di masyarakat. Bagaimana bisa seseorang begitu tega melakukan pelecehan terhadap seorang wanita tanpa mengetahui konsekuensinya? Apakah yang menjadi sebab maraknya kasus pelecehan di Indonesia?
Muncul perasaan takut, cemas dan khawatir saat beraktivitas di luar disebabkan maraknya tindak pelecehan yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Berharap pada orang-orang yang berpendidikan maupun memiliki pangkatpun sejatinya tak menjamin kejahatan tersebut tak akan muncul. Hidup di era yang serba mudah,canggih dan praktis tak memberikan harapan ketenangan dan kebahagiaan hidup.
Berbagai masalah mendera di negeri ini tak mampu dengan tuntas teratasi. Begitu pula halnya dengan kasus-kasus pelecehan seksual. Berbagai upaya untuk mencegah dan meminimalisir telah dilakukan namun belum jua mencapai titik penurunan.
Sesungguhnya akar masalah dari setiap problem kehidupan saat ini ialah tidak diterapkannya Islam dalam kehidupan. Mengapa demikian? Karena Islam satu-satunya agama yang mengatur setiap aspek kehidupan. Islam memiliki seperangkat aturan yang telah terbukti memberikan solusi dan mampu mencapai pada keadilan serta kesejahteraan umat.
Dampak dari tidak diterapkannya Islam dalam kehidupan menjadikan manusia dewasa ini mengadopsi hukum-hukum diluar Islam. Menerapkan sistem yang tidak bersumber dari Al Quran dan As Sunnah. Sistem yang memberikan kebebasan bagi manusia untuk menjalankan kehidupan sekehendaknya tanpa ada batasan. Sistem ini telah merombak tatanan kehidupan menjadi serba bebas tanpa aturan. Hawa nafsu manusia dibiarkan liar tanpa adanya batasan.
Ini pula yang terjadi pada aksi pelecehan di berbagai tempat. Nafsu manusia tak diikat dengan aqidah Islam sehingga yang terjadi maraknya pacaran, ikhtilat (campur baur), khalwat (berdua-duaan), akses pornografi yang mudah diakses, wanita yang dijadikan seperti barang dagangan, aurat diumbar secara bebas, minimnya keteladanan, dan lain sebagainya.
Sistem pendidikan pun tak mendukung adanya pencegahan seks bebas maupun penjagaan dari sisi agama dan moral. Sistem pendidikan yang dianut ialah sistem pendidikan sekuler. Sistem ini mendidik generasi menjadi insan yang rusak, krisis identitas, menjadi pribadi yang bermental lemah, krisis adab dan akhlak serta jauh dari aturan agama.
Apa yang terjadi hari ini ibarat gunung es yang akan terus menghasilkan problem baru yang tak berkesudahan. Para korban pelecehan seksual akan mengalami trauma yang sangat berat jika tidak ditangani dengan baik. Mereka secara tidak langsung juga akan menjadi pelaku manakala berada pada lingkungan yang buruk dan faktor pendukung lainnya.
Hal ini juga dikuatkan dengan masyarakat yang sekuler, negara yang abai terhadap masalah umat, hukum yang tak menimbulkan efek jera bagi pelaku, minimnya kesadaran umat akan kebangkitan dan upaya perubahan, serta masuknya ide-ide barat yang diadopsi dan melekat dalam benak umat hari ini.
Oleh karenanya dibutuhkan solusi tuntas mengatasi maraknya predator seks maupun pelecehan dan problem lainnya. Tak lain dengan adanya penerapan sistem Islam yang kafah (menyeluruh) dalam setiap aspek kehidupan. Aturan Islam yang sempurna mampu membendung munculnya problem umat yang tak berkesudahan serta meminimalisir kejahatan yang terjadi.
Islam memiliki penjagaan kuat untuk mencegah kasus diatas. Diantaranya yakni pengaturan interaksi antara lawan jenis seperti kewajiban menundukkan pandangan, menutup aurat, larangan khalwat, larangan ikhtilat, larangan tabarruj; penerapan sistem pendidikan Islam yang akan mampu melahirkan generasi mulia, beradab, dan memiliki kepribadian Islam; penerapan sistem ekonomi Islam yang mampu mensejahterakan; penerapan sistem sanksi dalam Islam yang memberikan efek jera dan penebusan dosa.
Pemimpin dalam Islam akan bertanggungjawab penuh terhadap apa yang terjadi di umat. Kepemimpinan merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban sehingga negara akan berperan melindungi dan menjaga umat dengan penegakan aturan Islam yang kafah.
Negara akan menindak pelaku pelecehan dengan penerapan sanksi dalam Islam, menutup akses pronografi, mendidik umat untuk mendalami agama Islam, membersihkan umat dari ide-ide sesat dan pemahaman barat yang jauh dari syariat, mendampingi para korban untuk sembuh dari traumanya serta dapat menjalani kehidupan sebagai muslim terbaik, dan penjagaan lainnya.
Demikianlah bila Islam menjadi pedoman kehidupan. Akan mampu memancarkan keadilan, keamanan dan kesejahteraan. Umat akan bangkit bila menjadikan Islam sebagai aturan kehidupan serta akan membuka pintu-pintu keberkahan. Maka harus adanya kesadaran di umat untuk segera membuang sistem buruk kapitalisme sekuler dan menggantinya dengan sistem Islam yang memberi rahmat. Insyaallah kehidupan yang lebih baik dan mendapat rida Allah Swt akan dapat tercapai. Wallahullahu’alam[] Sumber Foto : Canva

