Pangkal masalah dari semua persoalan saat ini termasuk pemuda adalah dijauhkannya Islam dari kaum muslimin.
Oleh : Susi Bunda Ijul
WacanaMuslim-Kajian Majelis Ta’lim Lentera Qur’an kembali di gelar pada Ahad, 3 November 2024 di Mesjid Raya Bandung. Mengambil Tema Membentuk Generasi Muda Al-Kahfi (Tadabbur QS Al-Kahfi ayat 13). Selain mengambil moment hari Sumpah Pemuda, di bulan November juga ada moment hari Pahlawan.
Pada MTLQ kali ini yang menjadi pembicara adalah Ustazah Susi Rahma S.Pd sebagai Founder Majelis Sakinah Bandung.
Pembicara memulai dengan mengajak peserta untuk memahami tafsir ayat QS. Al-Kahfi ayat 13 ini, dengan memaparkan penjelasan ayat dari Tafsir Ibnu Katsir. Dalam tafsirnya diterangkan, bahwasannya Allah menyebutkan mereka adalah segolongan kaum muda yang menerima perkara yang hak, juga mendapat petunjuk ke jalan yang lurus dari guru-guru mereka. Sementara itu, masyarakat pada umumnya telah durhaka dan tenggelam ke dalam agama kebatilan menjadi sesat. Oleh karena itulah, kebanyakan orang yang menyambut baik seruan Allah dan Rasul-Nya adalah dari kalangan kaum muda. Adapun orang-orang tuanya, mayoritas dari mereka tetap berpegang pada agamanya dan tidak ada yang masuk Islam dari kalangan mereka kecuali sedikit.
Kemudian Ustazah Susi Rahma juga memaparkan potensi pemuda harapan masa depan umat. Bahwasannya, dahulu kejayaan Islam banyak digerakkan oleh kaum muda seperti generasi sahabat (Ali bin Abi Thalib, Mush’ab bin Umair, Usamah bin zaid, dll), generasi masa kekhilafahan (Umar bin Abdul Aziz, Shalahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih, dll)
Begitupun jika melihat jasa perjuangan melawan penjajah di Indonesia seperti peran santri, bung tomo di Surabaya, Moh Toha di Bandung, dll. Maka pemuda yg berkualitas dan penuh ketaatan, akan menjadi cerah masa depan umat. Sebaliknya, masa depan umat suram jika generasi mudanya buruk. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungan (Arsy-Nya) pada hari tidak ada naungan (sama sekali) kecuali naungan-Nya… ,dan seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah (ketaatan) kepada Allah….” (HR. Bukhari Muslim)
Baca Juga : https://wacanamuslim.web.id/derita-rakyat-demi-cuan-negara
Namun, kondisi pemuda pada saat ini ternyata sangat jauh dari realitas yang diharapkan. Mereka banyak mengalami krisis moral, su’ul adab, terlibat aksi kekerasan bukan hanya dengan sesama tapi juga orang tua dan guru, dan lain-lain.
Pada pemaparan terakhir, pemateri menjelaskan bahwa pangkal masalah dari semua persoalan saat ini termasuk pemuda adalah dijauhkannya Islam dari kaum muslimin. Juga penerapan demokrasi yang menjadikan kebebasan sebagai sesuatu yang asasi dan manusia sebagai pemegang kedaulatan atas pembuatan hukum. Mereka tidak menyadari bahwa Islam memiliki seluruh aturan untuk setiap permasalahan. Tetapi orang-orang kafir dan para pembenci Islam berusaha untuk memisahkan Islam dari kaum muslimin.
Oleh karena itu, pembicara mengajak seluruh ibu-ibu jamaah Majelis Ta’lim yang hadir untuk sama-sama mewujudkan pemuda harapan umat, pemuda yang setara dengan generasi Al-Kahfi sebagai umat terbaik yang diturunkan oleh Allah kepada manusia. Kita bertanggung jawab terhadap kualitas pemuda, maka dari itu, haruslah diwujudkan 3 hal dalam kehidupan:
- Membentuk pondasi keimanan yang kuat pada setiap individu dan keluarga Muslim, sehingga bisa membentengi diri dari kemaksiatan
- Tetap beraktivitas dakwah di tengah-tengah masyarakat, agar masyarakat faham dengan syariat Islam, sehingga kemaksiatan bisa dicegah dan para pemuda terlindungi dari gempuran pemikiran di luar Islam.
- Penerapan sanksi oleh negara, yang hanya bisa diterapkan syariat Islam secara kaffah oleh Daulah Khilafah Islam. Wallahualam bissawab[]
Sumber Foto : Canva

