“Indonesia sebenarnya adalah negara yang kaya raya, segala yang ada di Indonesia ini bagaikan serpihan surga, namun mengapa jika kita adalah wilayah dengan banyak sumber daya alam masih hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan?”
Oleh: Siti Julianti, S.Si
WacanaMuslim-Dikutip dari CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto pada saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/12/2026) malam. Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan hasil sebuah survei yang dilakukan bersama oleh Harvard University dan Gallup Poll terhadap hampir 200 negara di dunia.
“Negara yang rakyatnya setelah ditanya menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami bahagia, negara yang paling nomor satu di dunia sekarang rakyat yang mengatakan dia bahagia adalah bangsa Indonesia,” katanya.
Benarkah masyarakat Indonesia sudah bahagia? Kenyataan ini ternyata berbanding terbalik dengan fakta di lapangan.
Faktanya hari ini bahwa sebenarnya banyak masyarakat Indonesia yang tidak bahagia hidupnya, tidak puas dalam hidupnya bahkan banyak yang tidak sehat mental dan fisiknya.
Mengapa semua ini dapat terjadi? Mungkin jika ditanya demikian juga sudah sama-sama mengetahui jawabannya. Sejak setahun belakangan ini bukan kebahagiaan yang kita peroleh justru makin bertambah kesulitan hidup kita, mulai dari naiknya harga BBM dan sembako, minim nya lapangan pekerjaan, naiknya pajak belum lagi ditambah beban hidup yang semakin mencekik, rasanya ingin menjerit seluruh masyarakat Indonesia dengan keadaan seperti ini.
Indonesia sebenarnya adalah negara yang kaya raya, segala yang ada di Indonesia ini bagaikan serpihan surga. Namun, mengapa jika kita adalah wilayah dengan banyak sumber daya alam masih hidup dalam kemiskinan dan kesengsaraan?
Jawabannya sudah sangat jelas dan tampak di depan mata, bahwa sebagian besar kekayaan Indonesia hanya dinikmati segelintir orang dan penguasa, sehingga yang tersisa untuk masyarakat hanyalah kesedihan.
Di sisi lain, pemerintah hari ini ternyata justru berkhianat pada rakyat ditengah kesulitan yang melanda mereka dengan menerapkan hukum-hukum dan undang-undang yang tidak pro pada rakyat. Mereka dengan kekuasaannya lebih Sudi melindungi para koruptor daripada membela masyarakat.
Sungguh miris dan teriris hidup dalam sistem demokrasi yang rusak ini. Kita sudah seharusnya sadar dan semangat dalam memperjuangkan kembali tegaknya hukum Islam, agar hukum Islam tersebut dapat memberikan hukuman yang adil bagi setiap yang bersalah.
Dengan penerapan Islam secara kaffah dalam institusi negara kita akan dapat hidup sejahtera, sebab pemimpin dalam sistem Islam akan senantiasa memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya. Segala potensi alam yang di miliki akan dimanfaatkan untuk kepentingan umat, pengangguran akan teratasi dan kemiskinan akan di berantas, maka tidak mungkin seseorang tidak hidup bahagia dalam naungan sistem Islam. Wallahu alam bishawab[] Sumber Foto : Canva

