Sistem pendidikan yang dipengaruhi ide sekularisme , yakni memisahkan agama dari kehidupan, yang menjadikan pendidikan agama hanya diajarkan sebatas masalah ibadah ritual saja.
Oleh : Diah Indriastuti, SE
WacanaMuslim-Berbicara tentang bangsa maka tidak bisa dilepaskan dari generasi mudanya. Karena di tangan merekalah masa depan bangsa ditentukan. Baik buruknya suatu bangsa dipengaruhi oleh baik buruknya mentalitas dan kepribadian generasi mudanya. Sehingga negara haruslah menaruh perhatian besar dalam membentuk generasi muda supaya output yang dihasilkan sesuai dengan harapan.
Kemajuan zaman serta sains dan tehnologi sejatinya menjadi sarana untuk mempermudah urusan kehidupan. Ini merupakan hal yang alami terjadi pada setiap bangsa dan negara. Semakin modern zamannya dan tingginya tehnologi yang dimiliki, menunjukkan bahwa bangsa atau negara tersebut dikatakan memiliki peradaban yang maju.
Hanya saja, bila hal ini tidak diimbangi dengan kedewasaan dalam menggunakan sarana dan prasarana hasil dari tehnologi, maka akan menghantarkan bangsa dan negara kepada kehancuran. Harusnya dengan adanya tehnologi , justru memberikan pengaruh positif bagi kemajuan bangsa terutama generasinya.
Generasi menjadi tumbal Demokrasi Kapitalisme
Kondisi dunia yang semakin maju saat ini , ternyata tidak diimbangi dengan kondisi generasi mudanya. Hal ini tidak dialami di negeri kita saja, tetapi dibelahan dunia manapun mengalami problem yang sama. Amerika contohnya, menghadapi gen Z yang kesehatan mentalnya terganggu, selain problem prostitusi, narkoba, pergaulan bebas, aborsi, kejahatan berupa kriminalitas, pengangguran, bunuh diri, gelandangan, biaya hidup yang tinggi, pendidikan mahal, hedonisme, materialisme, dan banyak lagi masalah yang tak terselesaikan. Begitu juga di Jepang, Eropa, dan lainnya, menghadapi problem yang sama, tak terkecuali di negeri kita.
Negeri kita tercinta sesungguhnya telah diberi karunia yang besar oleh Allah berupa kekayaan alam yang banyak dan berlimpah. Sehingga kalau menghadapi masalah generasi sebagaimana diurai sebelumnya, miris. Bagaimana tidak miris, dengan potensi yang dimiliki tentunya negara bisa menyediakan pekerjaan, pendidikan dan kesehatan secara cuma-cuma, memiliki alutista yang tercanggih, banyak laboratorium untuk penelitian , pabrik-pabrik penghasil mesin-mesin industri berat maupun ringan, dan lain sebagainya.
Faktanya, negeri kita jauh dari itu semua, hutang menumpuk, pejabat korup, ekonomi ambruk, rakyat terpuruk, generasi mudanya (gen Z) terkena virus sekuler kapitalis yang menyebabkan jauh dari harapan. Gambaran generasi yang hebat , kuat, cerdas, visioner, memimpin dunia seperti ilusi.
Bila kita mengamati dengan jeli, problem yang dialami gen Z meliputi dua aspek, yaitu dari aspek pendidikan dan aturan yang diterapkan oleh negara.
Sistem pendidikan yang dipengaruhi ide sekularisme , yakni memisahkan agama dari kehidupan, yang menjadikan pendidikan agama hanya diajarkan sebatas masalah ibadah ritual saja. Sedangkan masalah selain ibadah (berkaitan dengan pengaturan diri sendiri dan muamalah) tidak diajarkan. Sehingga gen Z tidak memiliki kemampuan menyelesaikan masalah yang dihadapinya di dalam kehidupan. Seperti : mendefinisikan makna kebahagiaan, standar perbuatan baik atau buruk, aqad jual beli, syirkah, sewa menyewa, pendidikan, kesehatan, pergaulan, pemerintahan, jihad, uqubat, politik, pemimpin, dan lain sebagainya. Hal ini menjadikan mereka terdidik sebagai generasi pengekor negara lain alias tidak memiliki identitas sendiri (karena negeri ini mengikuti sistem barat, sekuler). Akibatnya gen Z yang notabene muslim tidak mampu menunjukkan dirinya sebagai umat terbaik.
Adapun dilihat dari aturan yang diterapkan, hal ini berkaitan dengan kebijakan yang lahir dari Demokrasi Kapitalisme , yang diadopsi negeri ini. Dimana dalam Demokrasi Kapitalisme, manusialah yang membuat hukum atau kebijakan dalam segala aspek urusan kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, politik, hukum, pemerintahan, SDA, kesehatan, hubungan luar negeri, keamanan, dan lain-lain. Manusia berkumpul merumuskan UU yang nantinya diterapkan kepada rakyat.
Ketika hukum atau kebijakan yang membuat manusia maka cenderung mengkompromikan kepentingan berbagai pihak, bukan untuk kemaslahatan rakyat. Buktinya, untuk masalah pendidikan saja berganti-ganti setiap ganti rezim, tidak punya standar pakem yang dipakai oleh negara. Hasilnya bisa kita lihat saat ini.
Maka ketika kita tetap menyandarkan kepada Demokrasi Kapitalisme sebagai sistem pengaturan kehidupan, gambaran gen Z yang ideal sampai kapanpun tidak akan terwujud. Justru malahan potensi gen Z dibajak oleh sistem Demokrasi Kapitalisme demi kepentingan pasar.
Generasi butuh Islam untuk mewujudkan perubahan
Berbagai problem yang mengitari generasi Z saat ini, tidak dipungkiri pasti meresahkan kita. Mengingat potensi yang mereka miliki sangat besar, baik dari aspek kekuatan fisik, pemikiran, semangat, daya juang, kecerdasan, dan keberanian. Sehingga masyarakat sangat bergantung kepada mereka untuk membawa negeri ini kepada kehidupan yang penuh berkah dan bahagia.
Islam telah memberikan gambaran sudut pandang yang seharusnya dimiliki oleh kaum muda muslim (gen Z) saat ini. Supaya potensi mereka benar-benar diarahkan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Mereka harus memahami hakikat keberadaan di dunia untuk apa. Mengingat hal ini akan membentuk perilakunya di dalam kehidupan.
Sesungguhnya Allah telah memberikan panduan hidup yang sangat jelas dan gamblang di dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Baik tentang pandangan hidup (aqidah), ibadah, makanan, minuman, pakaian, akhlak, muamalah, dan uqubat (sanksi). Ini untuk mempermudah manusia untuk menyelesaikan masalah yang tiap hari dihadapinya. Tidak perlu mengambil yang lain , karena yang selainnya pasti merugi (adzab neraka).
Allah Azza wa Jalla berfirman:
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
“Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang ada dilangit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada-Nya-lah mereka dikembalikan ?” [Ali ‘Imran/3: 83]
Allah Azza wa Jalla juga berfirman:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
“Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Ali ‘Imran/3: 85]
Maka terjawab sudah bahwa pandangan hidup yang seharusnya dimiliki oleh gen Z adalah Islam bukan yang lain. Dan Islam memberikan pemahaman bahwa hidup di dunia untuk taat kepada Allah Sang Pencipta sekaligus Pengatur kehidupan para makhlukNya. Allah memerintahkan manusia untuk menyebarkan kebaikan di dunia. Maka itulah sebaik-baik perbuatan hamba kepada hamba yang lain.
Banyak ayat Qur’an maupun Hadits yang menyerukan untuk melakukan amar makruf nahi munkar, dan menyebut bagi pelakunya sebagai orang yang beruntung.
Dengan membentuk pemahaman di atas, diharapkan para gen Z menyadari bahwa satu-satunya solusi untuk menyelesaikan permasalahan mereka diawali dari merubah cara pandang tentang kehidupan yaitu dari aqidah sekuler menjadi aqidah Islam.
Setelah itu berupaya setiap perbuatannya untuk terikat dengan syariat Islam, sebagai bentuk rasa cinta kepada Rabbnya. Adapun langkah berikutnya, mewujudkan kesadaran bahwa gen Z tidak boleh baik sendiri atau berfikir menjalankan Islam sendiri (yang penting saya sudah baik, kalau yang lain bukan urusan saya), tetapi mendorong gen Z yang lain juga memahami Islam sebagaimana dirinya, dan berupaya supaya Islam diwujudkan dalam sistem kehidupan yakni khilafah.
Langkah-langkah di atas akan menjadi sesuatu yang utopis bila dilakukan sendirian. Karena itu butuh berada bersama-sama dalam sebuah jamaah dakwah Islam, yang memperjuangkan tujuan yang sama yakni ingin melanjutkan kehidupan Islam dengan menerapkan syariat Islam. Semakin gencar menyampaikan Islam, maka berpeluang semakin besar terbentuk opini dan kesadaran tentang Islam. Akan semakin cepat terwujudnya Islam kaffah di dalam kehidupan. Allahu A’lam[]
Sumber Foto : Canva

