Palestina Butuh Bantuan Nyata Bukan Retorika

Bagikan Artikel ini

Jika pemimpin negeri-negeri muslim bersatu padu menggerakkan militernya, pasti akan mampu melumpuhkan kekuatan Zionis Yahudi Israel.


Oleh : Eni Imami, S.Si, S.Pd (Pendidik dan Pegiat Literasi)

WacanaMuslim-Zionis Yahudi terus melancarkan serangan biadab dan keji ke bumi Palestina. Serangan kejam dan mematikan banyak menelan korban warga sipil. Dunia menyaksikan itu semua, namun tak berdaya memberikan pembelaan. Tak terkecuali para penguasa Muslim, mereka hanya beretorika mengutuk dan mengecam serta memberikan bantuan logistik ala kadarnya. Pahadal yang dibutuhkan Palestina adalah kekuatan militer sebagai aksi nyata melawan Zionis Israel.

Palestina Luluh Lantak

Penjajahan Zionis terhadap Palestina masih terus berlangsung, dan semakin banyak menelan korban. Dilansir dari detik.com, (01-11-2024) menurut laporan Kementerian Pendidikan Palestina, korban anak usia sekolah mencapai 11.057 jiwa tewas dan 16.897 terluka. Sebanyak 681 mahasiswa terbunuh dan 1.468 orang luka-luka. Selain itu, 441 guru dan staf terbunuh, serta 2.491 luka-luka. di tingkat pendidikan tinggi, 117 anggota staf akademik termasuk dosen di Gaza juga tewas.

Infrastuktur pendidikan juga luluh lantak. Sebanyak 84 sekolah rusak dan 77 hancur total. Sebanyak 20 kampus rusak parah, 51 hancul lebur, dan 57 hancur sebagian. Menurut Hussein Mohsen, seorang paramedis di Gaza, dalam Al Jazeera, yang dikutip Jumat (1-11-2024). ini bukan pertama kalinya pendudukan Israel menargetkan sekolah. Sebab, dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Israel telah mengebom beberapa sekolah yang berubah menjadi tempat penampungan, dan mengklaim bahwa pejuang Palestina beroperasi di sana.

Zionis Israel Musuh yang Nyata

Semenjak sistem pemerintahan Islam berdiri di Madinah Al-Munawarah, dengan Rasulullah Saw sebagai pemimpin, kaum Yahudi sudah menaruh kebencian. Rasulullah Saw pernah mengikat perjanjian dengan kaum Yahudi pada masa itu, namun mereka selalu menghianati hingga Rasulullah Saw perangi dan usir mereka dari Madinah.

Banyak firman Allah Swt yang menjelaskan kedengkian dan permusuhan Yahudi terhadap umat Islam. Diantaranya dalam surat Al-Ma’ idah, “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik.” (Qs. Al-Maidah: 82). Surat Al-Baqarah, “Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka,” (Qs. Al-Baqarah: 120)

Umat Islam harus menyadari bahwa sampai saat ini Zionis Yahudi Israel merupakan musuh nyata, kafir harb fi’lan, yaitu entitas yang dengan nyata melakukan seragam terhadap negara atau wilayah kaum muslim. Mereka layak untuk diperangi dengan senjata bukan hanya dikecam atau justru menjalin hubungan diplomasi.

Zionis Yahudi Israel tidak berdiri sendiri, ada kekuatan As, Jerman, Prancis dan Inggris yang terus mengirimkan senjata dan dana untuk menghancurkan Gaza Palestina. Maka tak heran jika PBB juga tak bergerak memberikan sanksi internasional atas tindakan brutal Zionis menyerang warga. Karena PBB bagian dari As.

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah jilid 2, menyatakan bahwa jihad hukumnya fardhu ain jika umat Muslim diserang musuh. Jadi, melawan Zionis Yahudi Israel hukumnya fardhu ain, tidak hanya bagi muslim Palestina saja tetapi umat Islam sedunia.

Jihad, Aksi Nyata Melawan Zionis Yahudi Israel

Penderitaan warga Palestina tidak akan diselesaikan oleh PBB, OKI, maupun Liga Arab. Pun pemimpin negeri-negeri Muslim tidak ada yang bergegas mengirimkan militernya untuk membantu Palestina melawan serangan Zionis Israel. Sekat nasionalisme, telah mematikan ikatan persaudaraan sesama muslim. Negeri-negeri muslim tak lagi satu tubuh yang saling menjaga dan melindungi.

Jihad fii sabilillah adalah solusi nyata menghadapi Zionis Yahudi Israel. Jihad merupakan kewajiban syariah yang Alllah Swt perintahkan. “Perangilah mereka oleh kalian di mana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (Qs. Al-Baqarah: 191)

Jika pemimpin negeri-negeri muslim bersatu padu menggerakkan militernya, pasti akan mampu melumpuhkan kekuatan Zionis Yahudi Israel. Karena menurut Global Firepower kekuatan militer Israel menduduki peringkat ke-18. Kekuatan ini masih di bawah beberapa negara mayoritas Muslim. Sayangnya, Zionis Israel disokong oleh negara adidaya As, Inggris dan lain sebagainya. Sedangkan kekuatan negeri Muslim belum bersatu membentuk kekuatan besar.

Jihad akan terwujud atas kesatuan negeri-negeri Muslim. Negeri Muslim hanya akan bersatu dalam kekuatan Khilafah, sebagaimana Kekhilafahan yang sudah pernah ada. Seperti pada masa Kehalifahan Umar bin Al-Khaththab yang tidak mengizinkan seorang Yahudi satupun tinggal di tanah Palestina.

Khalifah Sultan Abdul Hamid II, juga tidak mengabulkan permintaan gembong Yahudi Theodor Herzl yang berusaha menyogok Khalifah agar mengizinkannya tinggal di Palestina. Khalifah menolak itu semua, bahkan ia lebih rela menusukkan pedang ke tubuhnya sendiri daripada melepaskan tanah Palestina.

Oleh karena itu, keberadaan Khilafah Islam merupakan kebutuhan mendesak bagi umat Islam. Karena Khilafah akan menjadi perisai dan pelindung umat. Saatnya umat bersatu, memperjuangkan kembali Khilafah ‘alaa minhaaj an-nubuwwah, inilah kekuatan nyata yang mampu menghadapi musuh biadab Zionis Yahudi Israel laknatullah. Wallahualam bissawab.[]

Sumber Foto : Canva

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *