Oleh: Esnaini Sholikhah, S.Pd
(Penulis dan Pengamat Kebijakan Sosial)
💣 Pernyataan Biadab yang Mengguncang Kemanusiaan
Pernyataan anggota Kongres AS, Randy Fine, yang menyerukan penggunaan bom nuklir di Jalur Gaza adalah bentuk kejahatan yang nyata. Ini merupakan seruan genosida yang melanggar hukum internasional dan menyalahi prinsip dasar kemanusiaan serta agama. Hamas, sebagai gerakan perlawanan Palestina, mengecam keras seruan tersebut yang dianggap sebagai hasutan untuk memusnahkan lebih dari dua juta jiwa di Gaza.
Menurut Hamas, saran untuk menjatuhkan bom nuklir ke Gaza adalah tindakan yang mendorong penggunaan senjata pemusnah massal terhadap lebih dari 2 juta warga sipil yang tinggal di wilayah itu. Pernyataan ini, menurut Hamas, justru memperlihatkan sisi gelap dari para pendukung Israel, dan menegaskan bahwa meski dihadapkan pada retorika brutal semacam ini, perjuangan Palestina tidak akan goyah. (Beritasatu.com, 24/5/2025)
🎤 Retorika Zionis: Ekspresi Kebencian dan Penjajahan
Sementara itu, kebencian mendalam Zionis terhadap Gaza dan Palestina terlihat dalam yel-yel kebencian saat Pawai Bendera Tahunan di Gerbang Damaskus, Yerusalem. Selain menunjukkan ambisi mereka untuk menghancurkan Gaza, seruan seperti “Gaza adalah milik kita; matilah orang-orang Arab; semoga desa-desa mereka (Shuafat) terbakar,” serta teriakan, “Mari kita ratakan Gaza dengan tanah!” (Hebrew Channel, 26-5-2025).
🤐 Kebungkaman Pemimpin Muslim: Demi Kekuasaan
Pernyataan itu menjadi bukti nyata bahwa umat Islam mendapatkan penghinaan luar biasa. Mirisnya pemimpin negeri muslim tak terdorong untuk menunjukkan pembelaan atas agamanya ini, mereka seakan buta tuli, tetap bergeming demi menjaga kekuasaannya, padahal Gaza sungguh telah dihancurkan sedemikian rupa. Kalaupun ada reaksi, mereka hanya mencukupkan diri dengan bantuan ala kadarnya, disertai basa-basi retorika demi sekadar menutup aib tentang lemahnya posisi politik mereka di hadapan Zion*s dan sekutunya, Amerika.
Maklum, kekuasaan mereka begitu bergantung kepada Barat yang selama ini telah menyokong tegaknya singgasana-singgasana kekuasaan mereka, sekaligus siap menjaga kelangsungan dinastinya, tentu dengan bayaran yang tidak murah berupa penyerahan kedaulatan dan seluruh potensi sumber dayanya. Itulah pula yang membuat mereka rela berkhianat pada kaum muslim Palestina dan dunia. Mereka tidak malu untuk tunduk pada arahan Amerika yang menginginkan agar mereka berdiri di sisi Zion*s dan menormalisasi hubungan dengannya. Mereka, alih-alih menolong Gaza dengan kekuatan politik dan senjata yang dipunya, justru berbondong-bondong pergi meninggalkannya. Sebagian mereka bahkan tengah berasyik masyuk dengan ambisi liberalisasi yang kebablasan, juga atas arahan Amerika.
🩸 Jumlah Korban yang Meningkat Drastis
Di sisi lain, data dari otoritas kesehatan Gaza menunjukkan lebih dari 54.000 warga Palestina tewas, dan lebih dari 123.000 lainnya terluka sejak Oktober 2023. Selama 24 jam terakhir, 79 warga Palestina tewas dan 163 lainnya terluka akibat serangan Israel di berbagai daerah di Jalur Gaza, kata otoritas kesehatan dalam sebuah pernyataan pers, seraya menambahkan bahwa data statistik tersebut tidak termasuk rumah sakit di Kegubernuran Gaza Utara karena sulitnya akses ke sana. Otoritas itu mengindikasikan bahwa sejumlah korban tewas dan terluka masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur atau di jalan-jalan, karena penembakan yang masih berlangsung dan tidak adanya koridor yang aman terus menghalangi upaya kru ambulans dan pertahanan sipil.
🛑 Kegagalan Sistem Global: Tidak Memanusiakan Manusia
Gambaran kerusakan dan kekejaman di Gaza menunjukkan buruknya sistem hidup hari ini yang tak memuliakan manusia sebagai makhluk terbaik ciptaan Allah. Sistem yang tega membunuh bayi-bayi yang tak berdosa ini jelas tidak layak memimpin dunia dan mengatur hidup manusia. Islam memandang penguasa adalah pelindung/ junnnah, bagi setiap nyawa yang berada dalam perlindungannya. Oleh sebab itu, sabda Nabi Muhammad ﷺ menegaskan bahwa Khalifah adalah pelindung yang dengannya umat terlindungi dan dibela.
“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung dengan kekuasaannya.” (HR Muttafaqun ‘Alaih)
Imam An-Nawawi dalam syarahnya atas kitab Shahih Muslim, menjelaskan hadis tersebut dengan gamblang bahwa imam/khalifah adalah junnah (perisai). Ia seperti tirai/penutup karena menghalangi musuh menyerang kaum muslim, menghalangi sebagian masyarakat menyerang sebagian yang lain, melindungi kemurnian Islam, dan tempat orang-orang berlindung kepadanya.
BACA JUGA : Gaza dan Ketakutan Barat Tegaknya Khilafah
🛡️ Khilafah: Pelindung Sejati Umat Islam
Islam menghormati nyawa manusia, bahkan dalam peperangan sekalipun, Islam memerintahkan untuk berlaku baik dan menjaga nyawa penduduk sipil serta fasilitas umum,. Islam memlilki aturan perang yang sangat luar biasa indahnya. Penerapan Islam jelas akan menjaga kemuliaan manusia dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Kesuksesan Khilafah menjaga dan memuliakan rakyatnya benar-benar tercatat dengan tinta emas sejarah. Begitu pun kewibawaannya masih terngiang-ngiang hingga sekarang di telinga musuhnya. Sampai-sampai janji Allah tentang kebangkitannya pada masa yang akan datang, benar-benar menjadi mimpi buruk bagi mereka, hingga berbagai upaya pun mereka lakukan untuk menghambat penegakkannya.
🌍 Solusi Hakiki untuk Gaza: Kembalinya Kepemimpinan Islam
Segala yang terjadi di Gaza Palestina, bahkan di negeri-negeri yang umat Islamnya tertindas karena agama, semestinya cukup untuk menyadarkan kita tentang urgensi perjuangan mengembalikan Khilafah ke tengah umat. Bukankah solusi bagi Gaza dan lainnya hanyalah pengiriman tentara dan senjata, sedangkan mereka tidak mungkin berharap pada para penguasa yang ada?
🕌 Umat Islam Harus Bergerak Bersama
Untuk mengakhiri, perjuangan ini membutuhkan keterlibatan seluruh umat. Di samping itu, diperlukan kepemimpinan jamaah dakwah yang mengikuti metode dakwah Rasulullah ﷺ dan berpegang teguh pada syariat. Umat harus menyambut seruan jamaah dakwah ini, untuk mewujudkan kemuliaan agama ini. Kemuliaan hanya akan terwujud dengan Islam. Oleh karena itu, kemuliaan Gaza dan seluruh umat Islam hanya akan terwujud dengan penerapan Islam secara total di bawah naungan Khilafah Rasyidah.
Wallahu a’lam bish-shawab.

