Sistem pendidikan Islam mengajarkan bagaimana pelajar mempunyai pola pikir dan pola sikap yang sesuai Islam, melahirkan generasi yang mempunyai kesadaran bahwa tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat.
Oleh : Leni Andriyanti
WacanaMuslim-Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Cimarga Kabupaten Lebak, Banten dinonaktifkan oleh pemerintah setempat. Kepala SMAN 1 Cimarga Dini Fitria dinonaktifkan buntut adanya dugaan tindakan kekerasan yang memicu ratusan siswa mogok mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Senin, 13 Oktober kemarin (sumber : https://www.tempo.co/politik/penyebab-kepala-sman-1-cimarga-dinonaktifkan). Polemik Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitri, diduga menampar siswa yang merokok di lingkungan sekolah telah diselesaikan secara damai. Orang tua siswa akhirnya mencabut hasil laporannya terhadap kepala sekolah tersebut. Insiden penamparan ini bermula ketika siswa bernama Indra ketahuan merokok oleh Dini di belakang sekolah. Dini pun menegur tapi Indra berbohong jika dirinya merokok.
Ada pula kasus seseorang siswa SMA di Makassar berinisial AS, yang dengan santainya merokok dan mengangkat kaki di samping gurunya, Ambo, menyebar cepat di jagat maya. Insiden ini bukan sekadar cerita tentang kenakalan remaja, melainkan sebuah dilema besar yang dihadapi para pendidik di sistem sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan). Fakta lainnya yang mengejutkan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 15 juta remaja berusia 13-15 tahun di seluruh dunia menggunakan rokok elektrik atau vape. Dalam laporan terbarunya, WHO menyebut remaja memiliki kemungkinan sembilan kali lebih besar untuk menggunakan vape dibandingkan orang dewasa (sumber : https://radarsurabaya.jawapos.com/hobi-lifestyle/776676351/who-beberkan-15-juta-remaja-dunia-sudah-gunakan-vape-sebut-ancaman-kecanduan-nikotin-mengkhawatirkan).
Nasib para pendidik saat ini begitu ruwet. Akar masalahnya adanya aturan ruang yang tidak jelas dalam penerapan disiplin siswa sehingga mengakibatkan menurunnya wibawa guru. Fenomena ini menunjukkan bagaimana siswa merasa punya kebebasan untuk bertindak di luar batas etika, sementara guru merasa tak berdaya. Ketika guru ingin menegakkan kedisiplinan bagi siswanya, sering kali guru diadukan bahkan mengancam posisinya yang satu sisi guru punya kewajiban membimbing siswanya.
Sistem liberalisme kebebasan hak berpendapat berekspresi dan kebebasan atas nama HAM menjadi pemicunya. Negara yang abai akan melahirkan generasi yang tidak taat aturan dan krisis moral atau akhlak. Remaja menganggap merokok menjadi alasan ungkapan kedewasaan, jati diri dan kebanggaan agar dibilang keren sesuai jaman. Di sisi lain barang rokok banyak diproduksi untuk memenuhi permintaan penikmat rokok, sehingga dengan banyaknya produksi dan aturan yang tidak tegas oleh negara sehingga mudah dijangkau oleh semua kalangan termasuk remaja, ini bukti lemahnya negara dalam pengawasan kepada rakyatnya. Menanggapi tentang kasus-kasus yang terjadi akibat dari krisis moral remaja saat ini betul bahwa segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan. Maka butuh pendidikan yang menjadikan remaja paham siapa dirinya dan arah hidupnya.
Dalam sistem pendidikan saat ini tidak ada perlindungan yang jelas bagi guru, guru berada dalam tekanan yang luar biasa. Mengingatkan seseorang yang bersalah adalah salah satu bagian dari amar makruf nahi mungkar, tapi tidak melalui kekerasan. Upaya tabayun dan pendekatan untuk mengetahui latar belakang seseorang melakukan perbuatan.
Sistem pendidikan sekular yang diterapkan saat ini memberikan ruang kebebasan, terbukti telah gagal mencetak peserta didik yang bertakwa dan berakhlak mulia. Perlu menanamkan kembali nilai-nilai fundamental sopan santun dan rasa hormat kepada guru. Dalam Islam guru adalah pilar peradaban, posisinya dihormati dan dimuliakan karena tugasnya membentuk kepribadian muridnya. Guru bukan hanya gudang ilmu namun pendidik yang memberikan teladan bagi anak didiknya. Dalam Islam hukum merokok memang mubah, tapi di sisi lain tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain. Merokok bisa membahayakan kesehatan bagi perokok aktif maupun pasif. Selain itu juga menjadikan hidup boros.
Sistem pendidikan Islam mengajarkan bagaimana pelajar mempunyai pola pikir dan pola sikap yang sesuai Islam, melahirkan generasi yang mempunyai kesadaran bahwa tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Bahwa remaja muslim harus berprinsip dan bangkit menjadi generasi yang beriman bukan generasi yang merusak. Mari kita lihat dan resapi rahasia peradaban yang seakan telah terkubur. Bahkan, banyak kalangan muslim yang belum mengetahui bahwa mereka pernah memiliki peradaban tinggi yang melahirkan generasi cemerlang.
Dalam catatan sejarah, peradaban Islam banyak melahirkan cendekiawan dan ilmuwan yang ahli berbagai bidang. Al-Khawarizmi, misalnya, seorang ahli matematika yang dikenal Barat dengan Algebra atau Aljabar. Dengan kecerdasannya, beliau merumuskan hitungan matematika jauh lebih mudah dengan angka nol ketika kala itu peradaban Romawi masih menggunakan angka romawi yang susah dipelajari.
Seorang ahli kimia, Jabir Ibnu Hayyan, atau dikenal dengan nama Ibnu Geber, membuat rumusan yang menjadi dasar bagi ilmuwan Barat di bidang kimia. Ada pula Al-Idrisi sang penemu globe, juga Ibnu Batutah, seorang penjelajah dunia sekaligus penemu 300 jalur laut. Kehebatannya tidak kalah dari penjelajah Barat seperti Marco Polo atau Christopher Columbus. Ini menjadi bukti bahwa pada masa peradaban Islam tidak semata lihai dalam ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu umum, sains, dan teknologi.
Kegemilangan Islam membuat Barat segan terhadap negara Islam. Ini karena faktor keberhasilan dari keimanan dan keilmuannya. Negara melaksanakan sistem pendidikan berbasis Islam, ditopang sistem ekonomi Islam yang menyejahterakan dan kebijakan yang bersumber pada syariat Islam. Alhasil, seluruh lapisan masyarakat merasakan hak pendidikan di semua jenjang secara gratis tanpa dipungut biaya dengan kurikulum berbasis aqidah Islam. Selama 13 abad, sistem Islam mampu membangun generasi beriman dan berilmu. Kecerdasan ilmu para generasi Islam tersebut didedikasikan untuk peradaban Islam yang gemilang. Wallohu A’lam Bishowab[] Sumber Foto : Canva

